Tampilkan postingan dengan label DARTO JONED 1971-1989. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DARTO JONED 1971-1989. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juli 2020

DARTO JONED 1971-1989

 

Lahir Selasa, 21 Maret 1944 di Solo. Pendidikan: Setamat SMA, ke Akademi Jurnalistik (tak selesai). Kemudian kursus Elementer Sinematografi (1974) dan kursus Penulisan Skenario (1984). Biar sudah main film sejak Tanah Gersang (1971), namun lebih aktif sebagai penulis TV-play dan skenario film. Setelah 1985, lebih sering bikin sinetron, walau tetap menulis skenario untuk film. Pada 1990-an mendirikan PT Joned Vidia Sinema dan menghasilkan Misteri Dalam Misteri (1996) hingga sebanyak 20 episode.

TANAH HARAPAN1976SOFIA WD
Actor
GERBANG KEADILAN 1989 DARTO JONED
Director
SELIMUT CINTA 1977 DARTO JONED
Director
TANAH GERSANG 1971 BUGEL SUPARDI
Actor

Kamis, 09 Juni 2011

SELIMUT CINTA / 1977

 

Kisah dimulai dengan penggambaran pacaran antara Burhan (Robby Sugara), pelukis, dengan Ratih (Yulinar Firdaus). Lalu penggambaran sebuah rumah bordil milik Maryati (Mieke Wijaya). Sumiati (Enden Marlinda), salah seorang pelacur, diminta pulang ayahnya, tapi tak diizinkan Maryati. Bahkan ayah Sumiati disiksa oleh pengawal rumah bordil. Maryati tak suka anaknya, Ratih, pacaran dengan Burhan, karena Burhan adalah salah seorang pelanggannya. Dengan paksa ia memutuskan hubungan itu dan menjodohkan Ratih dengan Bambang (August Melasz), seorang pengusaha. Untuk menyadarkan Ratih, Maryati menyuruh anak buahnya Sumiati, meminta reproduksi lukisan dirinya. Lukisan itu memang dibuat dengan model Sumiati. Burhan juga kaget ketika mengetahui bahwa Ratih adalah anak Maryati. Karena paksaan ibunya, Ratih pergi ke tempat Bambang yang mengadakan pesta. Ternyata pesta tak ada. Ratih diperkosa Bambang yang lalu membuka siapa dirinya: germo kelas tinggi, dan dendam pada Maryati yang pernah menjerumuskan kakaknya dan menyiksa ayahnya.

Maryati menyesal dan pergi ke Burhan. Ia jual rumahnya untuk menebus Ratih. Tak berhasil. Ia kalap hingga rumah bordilnya terbakar dan meninggal. Burhan berhasil membawa lari Ratih yang sedang dalam perjalanan keluar bordil dibawa pelanggan. Terjadi kejar-mengejar, pukul-pukulan. Dalam keadaan kritis, datang seregu polisi yang dilapori oleh Sumiati. Ratih dan Burhan bahagia.
P.T. IWAN ANDY FILM

GERBANG KEADILAN / 1989













 
Ronald (Hengky Tornando), juara tindju, tidak mendapat warisan perusahaan ayah angkatnya yang meninggal. Yang mendapat adalah anak angkat yang lain, Anton (Asrul Zulmi), yang lebih mementingkan usaha gelapnya berupa penyelundupan emas batangan, daripada memelihara perusahaan. Anak kandung keluarga itu, Erna (Anneke Putri), lebih sibuk berhura-hura. Lalu ada Boma (Advent Bangun), bekas narapidana yang merasa bisa mengatasi semua jago tinju. Boma masih melanjutkan usaha jahatnya. Ia merampok perusahaan penukaran uang asing. Berhasil dan lari. Ia kemudian direkrut oleh Anton, meski Boma punya dendam pribadi terhadap Anton. Ini semua yang harus dihadapi Ronald dan Erna dan berhasil.

NEWS
19 Agustus 1989 Aktor pengganti

PEMBALAP Aswin Bahar beraksi. Dan produser Lucy Sukardi deg-degan. "Jantung ini terasa mau copot." Apa hubungan pembalap dan produser film ini? Aswin, 43 tahun, diajak main film. Cuma, tampangnya tak bakal dikenali sebagai Aswin Bahar. Karena sang pembalap hanya sebagai stunt man alias pemain pengganti dalam film Gerbang Keadilan. Aktor yang digantikannya adalah Hengky Tornando. Meski baru pertama kali menjadi sasaran mata kamera, Aswin tampil dengan permainan cantik. Mendebarkan sekali. "Pendeknya semua adegan berbahaya itu dibuat tanpa trik atau tipuan," kata Aswin kepada Budiono Darsono dari TEMPO, sembari tersenyum. Menurut pengakuannya, ia tertarik menerima tawaran Lucy karena masih menyangkut bidangnya. Ada niat menjadi bintang film? "Sama sekali tidak," jawabnya seraya berkemas untuk segera bertolak ke Negeri Belanda mengikuti sebuah lomba balap internasional.