Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri DAENG HARRIS. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri DAENG HARRIS. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Maret 2020

A. HARRIS / Abdillah Harris 1953-1988

 A. HARRIS

 
Adalah seorang aktor yang terjun menjadi sutradara Indonesia. Film pertamanya yang Ia buat adalah "Oma Irama Penasaran" yang berhasil menarik perhatian penonton bioskop, film yang dibintangi oleh raja dangdut Rhoma Irama dan Yati Octavia. Kemudian Ia membuat film lagi berjudul "Penasaran" yang dibintangi oleh mantan ratu dangdut Elvy Sukaesih.

Harris, A.(Abdillah Harris) lahir di Jakarta 04 Agustus 1927, Sejak kecil Harris sudah gemar seni musik, seni suara dan seni foto. Tahun 1951 mulai menjadi penyanyi lagu-lagu melayu dan bergabung dengan orkes Sinar Medan 1948-1952. Salah satu lagu ciptaannya sempat tersohor di tahun 50-an adalah kudaku lari. Tahun 1952 pertama kali main film. Waktu dunia film Indonesia mengalami masa suram, Harris pergi ke malaysia dan membikin film disana sebagai penulis skenario dan sutradara. Namanya baru muncul kembali di tahun 1972 menjadi sutradara untuk beberapa film.

Dia adalah anak dari DAENG HARRIS, Aktor, dan pernah menyutradari satu film saja,
SETAN KUBURAN / 1975 
 
Daeng Harris


Daeng Harris bersama P.Ramle

Daeng Harris bersama Nona Asiah

Lahir di Ujung Pandang (sekarang Makassar), 10 Agustus 1911. Awalnya ia adalah pemain sandiwara. Karir seninya di mulai di panggung sandiwara Moon Light sekitar tahun 30-an. Karirnya di film sendiri bermula saat ia bersama rombongan sandiwara Asmarandana yang di ikutinya tiba di Singapura pada tahun 1939. Ketika itu ia di tawari untuk bermain dalam film Ibu Bidjaksana produksi Chan’s & Christy film, Singapura. Sejak saat itu ia kemudian tinggal di Singapura dan bermain dalam sejumlah judul film diantaranya dalam film One Ninght in Singapore (1947).
 
Selanjutnya ia hijrah ke Kuala Lumpur, Malaysia sebagai aktor film. Karirnya di film terus melesat. Bahkan, di saat film Malaysia sedang berjaya di awal tahun 1950-an, dengan bintang utamanya kala itu P. Ramlee, honornya adalah nomor dua sesudah P. Ramlee. Sampai dengan tahun 1951, ia tercatat telah membintangi 21 judul film dan juga mampu mencetak nama besar sebagai pemeran komedi di Malaysia. Film yg pernah di bintanginya di Malaysia antara lain Pisau Beratjun (1948), Dewi Moerni (1949), Takdir Illahi (1949), Manusia Iblis (1950), Aloha (1950), Pulau Mutiara (1950), Terakhir Radja Sehari (1951), dll.
 
Tahun 1954, ia hijrah ke Jakarta. Ia kemudian bermain dalam film Hang Tuah produksi bersama antara produser Malaysia dan Indonesia, namun produksi film tersebut gagal. Ia kemudian mengisi kekosongan dengan tampil melawak di atas pentas. Penampilan pertamanya dalam film di Indonesia adalah dalam film Radja Karet dari Singapura (1954). Meski karirnya tidak secemerlang di Malaysia, namun ia tetap memilih menetap di Indonesia. Sampai tahun 1984, ia telah menyelesaikan sekitar 20-an film. Tak hanya berperan sebagai pemain, sesekali ia juga menjadi sutradara seperti dalam film Setan Kuburan (1975).
 
Film yang di bintanginya di Indonesia antara lain Bapak Bersalah (1955), Hari Libur (1957), Sesudah Subuh (1958), Desa yang Dilupakan (1960), Pandji Tengkorak (1972), Gitar Tua Oma Irama (1977), Modal Dengkul Kaya Raya (1978), Cubit Cubitan (1979), Goyang Dangdut (1980), Elang Maut (1984), dll.
 
Aktor, sutradara dan komedian Daeng Harris wafat di Jakarta, 12 Desember 1990.


SOSOK A. HARRIS


GOYANG DANGDUT 1980 A. HARRIS
Director
PENDEKAR TANGAN HITAM 1977 A. HARRIS
Director
PANDJI TENGKORAK 1971 A. HARRIS
Director
BENDI KERAMAT 1988 A. HARRIS
Director Composer
DJELITA 1953 CHAIDAR DJAFAR
Actor
TJURIGA 1954 NAWI ISMAIL
Actor
DUKUN ILMU HITAM 1981 A. HARRIS
Director
PERKASA ALAM 1954 M. ARIEF
Actor
ABIZARS 1980 A. HARRIS
Director
SENGSARA 1955

Actor
TENDANGAN IBILIS 1983 A. HARRIS
Director
OMA IRAMA PENASARAN 1976 A. HARRIS
Director
ROSITA 1953 BAMBANG SUDARTO
Actor
ELANG LAUT 1984 A. HARRIS
Director
SONA ANAK SRIGALA 1984 A. HARRIS
Director
PENASARAN 1977 A. HARRIS
Director

Senin, 06 Juli 2020

PERTIWI / 1955


Coba menarik minat publik, yang sedang menggemari film banyak lagu dan tari dari Malaya. Diikutkan juga bintang dari negeri jiran yang kini disebut Malaysia itu, Nurlaila dan Kartinah. Ceritanya sendiri kurang logis, tapi tertutup oleh irama tari dan nyanyi.

Pelawak Malaya (Malaysia) asal Indonesia, Daeng Harris, coba melanjutkan karier di Indonesia.

Lahir di Ujung Pandang (sekarang Makassar), 10 Agustus 1911. Awalnya ia adalah pemain sandiwara. Karir seninya di mulai di panggung sandiwara Moon Light sekitar tahun 30-an. Karirnya di film sendiri bermula saat ia bersama rombongan sandiwara Asmarandana yang di ikutinya tiba di Singapura pada tahun 1939. Ketika itu ia di tawari untuk bermain dalam film Ibu Bidjaksana produksi Chan’s & Christy film, Singapura. Sejak saat itu ia kemudian tinggal di Singapura dan bermain dalam sejumlah judul film diantaranya dalam film One Ninght in Singapore (1947).
 
Selanjutnya ia hijrah ke Kuala Lumpur, Malaysia sebagai aktor film. Karirnya di film terus melesat. Bahkan, di saat film Malaysia sedang berjaya di awal tahun 1950-an, dengan bintang utamanya kala itu P. Ramlee, honornya adalah nomor dua sesudah P. Ramlee. Sampai dengan tahun 1951, ia tercatat telah membintangi 21 judul film dan juga mampu mencetak nama besar sebagai pemeran komedi di Malaysia. Film yg pernah di bintanginya di Malaysia antara lain Pisau Beratjun (1948), Dewi Moerni (1949), Takdir Illahi (1949), Manusia Iblis (1950), Aloha (1950), Pulau Mutiara (1950), Terakhir Radja Sehari (1951), dll.
 
Tahun 1954, ia hijrah ke Jakarta. Ia kemudian bermain dalam film Hang Tuah produksi bersama antara produser Malaysia dan Indonesia, namun produksi film tersebut gagal. Ia kemudian mengisi kekosongan dengan tampil melawak di atas pentas. Penampilan pertamanya dalam film di Indonesia adalah dalam film Radja Karet dari Singapura (1954). Meski karirnya tidak secemerlang di Malaysia, namun ia tetap memilih menetap di Indonesia. Sampai tahun 1984, ia telah menyelesaikan sekitar 20-an film. Tak hanya berperan sebagai pemain, sesekali ia juga menjadi sutradara seperti dalam film Setan Kuburan (1975).
 
Film yang di bintanginya di Indonesia antara lain Bapak Bersalah (1955), Hari Libur (1957), Sesudah Subuh (1958), Desa yang Dilupakan (1960), Pandji Tengkorak (1972), Gitar Tua Oma Irama (1977), Modal Dengkul Kaya Raya (1978), Cubit Cubitan (1979), Goyang Dangdut (1980), Elang Maut (1984), dll.
 
Aktor, sutradara dan komedian Daeng Harris wafat di Jakarta, 12 Desember 1990.
anaknya A. Harris yang juga sutradara film Indonesia

Selasa, 25 Januari 2011

A. RACHMAN 1930-1990

A. RACHMAN


Dia adalah anak dari A.Harris dan cucu dari pelawak Daeng Harris.

Lahir: Selasa, 10 Agustus 1948 Lahir di Jakarta. Belajar dari praktek dialami oleh Acok Rachman lewat terjun langsung ke pembuatan film. Pertama diajak kakeknya, D Harris (1911-1990) dalam Setan Kuburan (1975), sebagai pencatat skrip. Setahun kemudian diajak ayahnya, A. Harris dalam Oma Irama Penasaran (1976), sebagai asisten unit. Kedua jabatan dipegangnya, sebagai pencatat skrip atau asisten unit, hingga Darah Muda (1978). Mulai Begadang (1978) jadi asisten sutradara -- hingga Idola Remaja (1985). Penyutradaraan penuh baru sejak Mandi Madu (1986). Sampai Limbah Dosa (1995). Lalu, beralih ke sinetron, yang dimulai dengan Wakop I (1996).
 
LIMBAH DOSA          1995ACOK RACHMAN
Actor Director
KEPUASAN  
          1994 
ACOK RACHMAN
Director
PERGAULAN METROPOLIS           1994 ACOK RACHMAN
Director
PEREMPUAN DI PERSIMPANGAN JALAN           1993 ACOK RACHMAN
Director

MELATI VAN AGAM (I DAN II) 1930 LIE TEK SWIE
Actor
MANDI MADU 1986 A. RACHMAN
Director
BUNGA DESA 1988 A. RACHMAN
Director
MAKIN LAMA, MAKIN ASYIK 1987 A. RACHMAN
Director
PINANGAN 1976 SJUMAN DJAYA
Composer
GUNTUR TENGAH MALAM 1990 A. RACHMAN
Director
PERMAINAN YANG NAKAL 1986 A. RACHMAN
Director
DI SANA MAU DI SINI MAU 1989 A. RACHMAN
Director
AKIBAT TERLALU BEBAS 1987 A. RACHMAN
Director
BAWANG MERAH BAWANG PUTIH 1953 TAN SING HWAT
Actor
DAMARWULAN 1950 FRED YOUNG
Actor
TIGA SAUDARI 1953 HU
Actor
LANGKAH-LANGKAH PASTI 1989 A. RACHMAN
Director
LONG MARCH, THE 1950 USMAR ISMAIL
Actor.

Rabu, 01 Juli 2020

BERBUDI / 1956



Saman (Arfandi) dan Yati (Henny Temple) adalah dua anak yatim piatu yang diasuh Tinah (Sofia), tukang kopi. Ditolong pula oleh Bus (Hardjo Muljo), tukang cukur. Tapi ada pengganggu, si lintah darat Idris (Daeng Harris). Setelah tertimpa musibah kebakaran, Tinah terpaksa pinjam uang kepada Idris. Dianggap sudah terjerat si lintah darat, namun nyatanya Tinah sadar ingin membuka warung lagi, demi anak-anak...

ANOM PICTURES
OLYMPIAD

SOFIA WD
ARFANDI
HENNY TEMPLE
HARDJO MULJO
DAENG HARRIS

Selasa, 25 Januari 2011

BENYAMIN SI ABUNAWAS / 1974

 

Karena didesak pacarnya, Warni (Ida Royani), Napi (Benyamin S) yang sudah ngebet kawin, mencari kerja ke Jakarta. Begitu tiba di stasiun Gambir, sudah terjadi salah paham. Marni (Rosaline Oscar), yang karena konflik dengan suaminya, Pinarto (Benyamin S.) pengusaha meubel, mengira Napi adalah suaminya yang sengaja mau memata-matai. Nasib mempertemukan Napi dan Pinarto. Napi diterima jadi pegawai dan setelah dicoba berbagai macam kerja, akhirnya jadi tukang antar barang dan tukang tagih. Kelucuan diekploitasi karena kekembaran dua orang yang berbeda pangkat itu: soal penguangan cek, kesalahpahaman istri, rekan-rekan usahawan, bahkan Napi digunakan oleh pegawai Pinarto yang dipecat untuk mencurangi perusahaannya tanpa tahu, karena Napi tak bisa baca-tulis. Anehnya, mereka sungguh-sungguh tak mencari tahu kemiripan mereka. Di akhir cerita baru diberi tahu bahwa mereka anak kembar yang terpisah waktu revolusi.

News
05 Oktober 1974
Se'gitu doang

DI tahun limapuluhan, penonton film Indonesia sempat menikmati film dengan judul Abunawas. Cerita kocak yang dibintangi oleh Raden Syamsit (kini anggota tetap Komedia Jakarta di TVRI) mendasarkan kisahnya pada dongeng-dongeng 1001 malam yang memang amat populer. Di tahun 1974 ini, Dipa Djaya Film muncul pula dengan Abunawas, pada layar lebar dan berwarna-warni. Tapi harap perhatian anda semua: ini film sama sekali tidak berurusan dengan kisah 1001 malam yang barangkali dianggap berlindung di balik film yang dimainkan Benyamin Suaeb dan Ida Royani.

Hanya untuk menyelamatkan jumlah maka di bagian akhir film ini, Tien Rengat, penulis skenario, merasa terpaksa untuk menyelipkan dialog yan menyerempet nama Abunawas. Nama Abunawas memang tidak dikunjungi oleh kantor patent tapi popularitasnya dengan konotasi yang khas dalam masyarakat, paling sedikit harus dihormati oleh setiap orang yang ingin mem-perdagangkannya. Barangsiapa yang sempat menyaksikan Abunawas versi Wiashi Dipa ini, tentulah akan sampai pda kesimpulan betapa jalan memintas telah ditempuh oleh sang produser untuk meraih sebanyak mungkin uang. Sudah jelas tidak ada sedikitpun karakter Abunawas dalam film yang disutradarai oleh Fritz G. Schadt ini. Tokoh Napi (Benyamin) memang konyol, tapi tidak lihay macam Abunawas yang konon selalu berhasil mengecoh raja Harun Al-Rasyid di kota Bagdad. Keberuntungan Napi dalam film Dipa Djaya ini justeru bukan karena kepandaiannya, tapi melulu lantaran mukanya mirip dengan saudagar Pinarto (juga dimainkan oleh Benyamin). Bisa Diterka Kisah kehidupan rakyat kecil ini bermula ketika seorang perempuan menolak kawin dengan lelaki konyol tanpa kerja. Bisa diterka yang laki adalah Benyamin, yang perempuan dimainkan Ida Royani. Dorongan untuk kawin itulah yang menyeret Naii ke Jakarta. Orang kampung yang memang sudah konyol ini tentu saja makin jadi konyol di mata penduduk Jakarta. Dan dari situasi macam ini terlalu banyak lelucon yang suka ditimba oleh para produsen sebelum akhirnya dijual massal kepada para pembeli karcis. Puncak keko- nyolan muncul ketika di layar lebar bertemu muka dua Benyamin. Maka terciptalah berkarung-karung lelucon akibat kerja kamera K Husein yang cukup teliti dengan adegan kembarnya. Melewati serentetan banyolan yang dibuat-buat, cerita berakhir pada suatu kenyataan bahwa kedua Benyamin dalam tim Washi Dipa ini sesungguhnya memang saudara kembar.

Habis perkara. Dan polisi boleh kalang kabut kocak juga kalau diingat bahwa tokoh polisi diperankan oleh Haji Mansyur Syah yang akhir-akhir ini sibuk dengan peran-peran konyol) sementara yang akhirnya harus diborgol adalah nereka yang memancing di air keruh, yakni mereka yang memperalat Napi konyol untuk mengambil uang Pinarto dari Bank. Maka kembali judulnya yang bisa mengecoh, juga yang istimewa dari tontonan ini adalah permainan kembar Benyamin. Tapi kombinasi Benyamin-Ida Royani (yang konon masih tetap komersiil), ternyata tidak menghasilkan apa-apa yang baru terasa sekali bahwa yang dijual hanya nama mereka, dan bukan kebolehan mainnya. Skenario yang amat lemah juga tidak merangsang Fritz G Schadt untuk lebih gesit dengan aksi tambal sulam. Hasil kerja sutradara dan awak produksi memang tidak lebih dari sebuah tontonan dengan lawakan dari itu ke itu saja. Dan jelas hal semacam itu amat membosankan adanya. Salim Said

Minggu, 23 Januari 2011

MODAL DENGKUL KAYA RAYA / 1978

MODAL DENGKUL KAYA RAYA

Indra (Junaedy Salat) adalah seorang pelukis, yang harus menghadapi kenyataan pahit karena lukisannya tidak laku. Suatu saat ia bertemu dengan Blo'on (Airlangga), kemudian berkawan dan pergi ke rumah keluarga nyonya Christina (Lenny Marlina). Blo'on berniat jahat, ingin mencuri kalung mutiara nyonya Christina. Sementara Indra menjalin cinta dengan Rukiah (Joice Erna) dan mempergunakannya sebagai model untuk lukisan-lukisan terbaru. Dalam sebuah kecelakaan suami Christina tewas, Blo'on menemukan kalung mutiara Christina yang diincaranya dan membuatnya kaya,tinggal di hotel. Sementara Indra dan Rukiah masih tetap miskin. Sepeninggal suaminya, Christina jatuh miskin.Akhirnya Christina bertemu dengan Blo'on dan saling mencintai.


P.T. GOLDEN SUN FILM

 LENNY MARLINA
JACK JOHN
JOICE ERNA
JUNAEDY SALAT
AIRLANGGA
DAENG HARRIS

TENDANGAN IBILIS / 1983

 

Rahsapati, pemuda yang telah matang di dunia persilatan, meminta restu gurunya untuk mencari kedua orangtuanya yang tidak ia ketahui sejak kecil. Di samping itu ia juga ingin mencari kakak kandungnya yang bernama Rahsabudi. Dalam pengembaraannya, dia menemukan dua sahabat yang setia membantu keinginannya. Tantangan demi tantangan mereka hadapi. Bahkan melawan seorang pendekar sakti yang kemudian mereka ketahui ternyata kakaknya sendiri yang sedang dicarinya, Rahsabudi. Rahsabudi kemudian meminta kepada adiknya, janganlah menaruh dendam terhadap Sancageni dan memaafkannya. Tetapi karena hasutan Purbasari, pendekar wanita yang telah membongkar rahasia Sancageni, terjadilah pertarungan antara Rahsapati dan Sancageni, yang sebenarnya adalah ayah kandung sendiri. Keduanya tewas, setelah mengetahui semua rahasia kehidupan masing-masing. Rahsapati sebelum meninggal berpesan, agar Purbasari jangan disia-siakan.

P.T. SAFARI SINAR SAKTI FILM

YATTI SURACHMAN
HERMAN PERO
ARMAN EFFENDY
DADANG ISKANDAR
TEDDY PURBA
WATY SIREGAR
BUDI BURBOYO
KAMSUL CHANDRAJAYA
MIEN MAWARDI
ABDULLAH
HERMAN TINO
DAENG HARRIS

Rabu, 26 Januari 2011

PANDANGAN PERTAMA / 1978


 
Rafiq (A. Rafiq) pengembala domba di desa.Ia gemar menyanyi. Santi (Dana Christina) penyanyi terkenal yang sedang berlibur ke desa itu tertarik suara Rafiq yang selalu terdengar di perkampungan dan persawahan. Perkenalan Santi dengan Rafiq membuat Santi bersimpati dan jatuh cinta, dan mengajaknya ke kota. Saat itu Ratih (Ferry Soraya) adik Rafiq mau bunuh diri karena patah hati. Keteguhan Santi mendesak manejernya, Prana (Robby Sugara) membuka jalan Rafiq untuk meniti karier seorang penyanyi di kota. Prana sudah lama merindukan cinta Santi tetapi tidak kesampaian.Ia menyuruh anak buahnya untuk mencelakakan Rafiq saat diadakan pertunjukan. Rafiq terluka, ayah Santi tewas dibunuh komplotan Prana. Rafiq yang dicurigai melakukan pembunuhan itu.

Akhirnya terbukti Rafiq tidak bersalah,dan Prana meninggal tersengat arus listrik di panggung pertunjukan. Lagu-lagu dangdut mengiringi sepanjang film seperti "Pandangan Pertama","Milikku", "Kehancuran" dll.

P.T. PANORAMA FILM

Selasa, 15 Maret 2011

SETAN KUBURAN /1975

 

Full Movie

Sutradara DAENG HARRIS
Kisah dari kepercayaan di banyak tempat tentang mayat yang kain kafannya tak sempat dilepas, lalu menjadi hantu pocong. Juga kepercayaan akan hutang yang dibawa mati, kucing yang melompati mayat. Itulah kisah dari Joyoprono (Mansjur Sjah), tuan tanah dan tukang kredit yang saat hidup bersifat tamak dan serakah. Ia meninggal tertimpa pohon. Setelah itu muncul pocong mengganggu desa. Salim (Benyamin S) dan kawannya Amir (Mang Harry), yang berhutang pada Joyoprono, merasa bersalah. Atas anjuran ibunya, Salim minta bantuan kakeknya. Kakek dan beberapa penduduk desa lalu mengepung pocong saat beraksi. Ternyata pocong itu buat-buatan tangan kanan Joyoprono didalangi istrinya, untuk menakut-nakuti penduduk yang belum bayar hutang. Dipasangnya Benyamin S, Mansjur Sjah, dan Reog BKAK yang dikenal sebagai pelawak, agaknya untuk memberi warna banyolan pada film dimaksud bertema horor ini.
P.T. SJAM STUDIO

Minggu, 27 Februari 2011

LA TANDO DI TORADJA / 1971

LA TANDO DI TORADJA
Di Sutradarai Bersama BUGEL SUPRIADI
dan ABUBAKAR SJUMAEDI

 
Film ini berniat mengolah alam Toraja.
La Tando (Hadisjam Tahax), pangeran buruk rupa dari Bugis, melihat benda ajaib di sungai dalam pengembaraannya. Dua pengawalnya yang hendak mengambil benda itu, mati. Tidak demikian dengan Latando. Benda itu adalah sebuah jeruk berisi rambut sangat panjang milik seorang putri yang tinggal di hulu sungai, desa Minanga.

La Tando berniat memperistri putri itu. Ia susuri sungai Saddang dengan segala rintangannya dan berhasil menemukan pemilik rambut, Putri Landorundum (Risma Neswati), yang ternyata telah dipertunangkan dengan bangsawan Toraja, Palaka (Dolf Damora). Konflik terjadi, La Tando gagal melamar, tapi ia tak putus asa. Suatu ketika Landorundum memetik mangga ciptaan Latando. Putusan adat: Landorundum jadi milik La Tando. Palaka tidak terima dan mengerahkan seluruh kekuatan kerajaan untuk menghadapi Latando yang sakti. Palaka tewas, La Tando pulang dengan membawa Landorundum sebagai istrinya. 

C.V. ALAM FILM

HADISJAM TAHAX
DOLF DAMORA
RISMA NESWATY
WAHID CHAN
MOH MOCHTAR
LAHARDO
GODFRIED SANCHO
DAENG HARRIS

Minggu, 30 Januari 2011

GITAR TUA OMAR IRAMA / 1977



Rencana perkawinan Oma (Oma Irama) dan Ani (Yatie Octavia) yang sudah lama pacaran, gagal, sejak kehadiran Ir. Dana (Kelly Kalyubi) di perkebunan tempat ayah Ani (A. Hamid Arif) bekerja. Sang ayah yang gila pangkat dan kedudukan ini menginginkan Dana sebagai suami Ani, yang juga bekerja di perkebunan itu sebagai sekretaris. Dana sendiri kebetulan juga jatuh cinta pada Ani. Ani saja yang belum mau. Keadaan ini mulai berubah, ketika saat ulang tahun ternyata Oma tak datang. Maka menyusullah Ani ke tempat rekaman Oma di Jakarta. Disitu dijumpainya Oma tengah membujuk-bujuk pasangan nyanyinya, Shanty (Shanty Pawaka), yang ngambek saat rekaman. Curiga dan cemburu, Ani langsung pulang dan memutuskan kawin dengan Dana. Oma kaget ketika menerima surat undangan. Ia langsung pulang. Mereka bertengkar. Akar masalah lalu ketahuan: surat Ani dicekal ayahnya, sedang surat Oma ditahan oleh Shanty yang diam-diam mencintai Oma. Perkawinan tak bisa ditunda, tapi Ani pingsan di pelaminan. Hanya Oma yang bisa menyembuhkannya. Maka Dana pun dengan jantan menyerahkan Ani yang masih suci itu pada Oma.


P.T. SJAM STUDIO

CUBIT-CUBITAN / 1979



Elvy (Elvy Sukaesih) memang tidak begitu setuju akan niat Hendra (abdul Rachman Saleh), suaminya untuk pindah ke Jakarta. Tetapi karena tuntutan ekonomi dan mendapat tawaran pekerjaan.Hendra memaksa pergi juga. Dengan catatan bahwa Elvy dan anak-anak (Santi & Lukman) menyusul kemudian.

Tetapi ketika Elvy, Santi dan Lukamn menyusul ke Jakarta, ternyata Hendra sudah kawin lagi dang tidak mau mengakui anak-isterinya algi.Bahkan dengan kejam Hendra mengusir mereka terlunta-lunta dan sengsara. Nasib buruk memisahkan Elvy dengan anak-anaknya ketika terjadi kebakaran diperkampungan miskin dimana mereka menumpang.

Santi dan Lukaman bertambah menderita ketika mendengar ibunya meninggal,. Sduah kehilangan Ayah, kini harus kehilangan ibu pula. Walaupun sebenarnya Elvy sendiri sempat diselamatkan dan dengan sedih pula mencari anak-anaknya kesetiap tempat. Dalam pencahariannya ini, Elvy beruntung bertemu dengan Achmad (Achmad Albar) yang mengajaknya menyanyi setelah melihat kebolehan Elvy. Begitu juga Elvy. Demikianlah akhirnya mereka bertemu kembali setelah Elvy menjadi penyanyi terkenal.

Hendra pun setelah dipecat karena korupsi dan diusir ister mudanya (Debby CD), mendatangi rumah Elvy untuk minta maaf. Tapi Santi berbalik mengusirnya. Baru setelah Elvy membujuk dan meliaht Hendra yang luka parah ketubruk mobil, Santi mau menerima ayahnya kembali.

Minggu, 23 Januari 2011

PENDEKAR TANGAN HITAM / 1977

PENDEKAR TANGAN HITAM

Murni (Nuke Maya Saphira) sudah lama diculik dan diperistri Datuk Benalu (WD Mochtar), tapi ia tetap mengharap anaknya akan membebaskan.

Sebuah kisah antah-berantah. Murni sudah lama diculik dan diperistri Datuk Benalu, tapi ia tetap mengharap anaknya akan membebaskannya. Adegan pindah ke Megat, keponakan Murni, yang jumpa dengan Ratih, yang mau menyeberang dan diserang gerombolan Benalu, jawara yang selalu mengenakan sarung tangan hitam dan bermata satu. Dalam perjalanan Megat bertemu lagi dengan dua gadis lain, Seruni dan Kumala yang ternyata kemudian diketahui sebagai saudara-saudaranya. Mereka berempat lalu membebaskan Murni yang disekap, dan mengalahkan Benalu. Megat lalu melanjutkan perjalanan. Sepanjang film, dipenuhi adegan perkelahian.


P.T. LARASATI FILM
P.T. BUKIT BARISAN FILM


S. KUMALA DEWI
BENG ITO
ETY ROSARITA
W.D. MOCHTAR
NUKE MAYA SAPHIRA
DADANG ISKANDAR
EDDY WARDY
DAENG HARRIS
ANNA YOHANA
MOH MOCHTAR
HUSIN LUBIS

Selasa, 21 Juni 2011

ALI BABA / 1974




Bintang-bintang terkenal yang dipasang tentunya dimaksudkan untuk melariskan film. Kisahnya sendiri terdiri dari rangkaian banyolan seperti umumnya film banyolan. Yang mungkin unik adalah penggunaan mobil bernama Abunawas yang bak manusia, bisa berjalan sendiri, bahkan bisa terbang, dan "pengenalan" mengenai olahraga terjun payung. Kisahnya berputar dari tiga serangkai Us Us, Alwi (keduanya pelawak) dan Dedi Damhudi (penyanyi). Karena mengejar-ngejar cewek cantik Yatie Octavia, tiga serangkai tadi kesasar jadi penerjun payung. Ternyata Yatie adalah pacar Mansur, pelatih terjun payung tadi.

P.T. DIPA JAYA FILM

Kamis, 03 Februari 2011

RADJA KARET DARI SINGAPURA / 1956


Big Slamet-Tjepot-Mang Udel

Seorang pedagang yang dikenal dengan gelar "raja karet" akan datang dari Singapura. Pada waktu yang bersamaan direncanakan datang pula pelawak Udel dan Tjepot. 
 
Sebuah koran salah memasang keterangan gambar: terbalik! Koneksi si raja karet di Jakarta langsung membawa Udel dan Tjepot, sementara si raja karet sendiri dibawa ke Gedung Kesenian oleh panitia pertunjukan. Situasi kian rumit setelah ada seorang bandit yang berusaha menculik si raja karet (palsu) untuk memperoleh uang tebusan. Untunglah ayah si raja karet datang, dan diketahuilah kekeliruan. Udel dan Tjepot (yang disangka si raja karet) dikejar bandit, lari ke panggung, dan disitulah bandit dibekuk polisi...

Selasa, 18 Desember 2012

YATIE OCTAVIA, BERCINTA

YATIE OCTAVIA

 

Yatie Octavia, sebelum sering bermain dalam film-film Rhoma Irama dan menikah dengan Pangki Suwito, sering dapat peran panas. Dalam film Intan Perawan Kubu (1972), Yatie hanya mengenakan rok pendek dan payudara hanya ditutup rambutnya yang panjang. Ketika itu usianya belum 20 tahun.

Lukisan film Gadis Panggilan (1975) menampilkan sosok yang diperankan Yatie dalam kondisi bugil. Dalam film Darah Muda (1977), Yatie yang berperan sebagai wanita seksi bernama Ani. Dalam cerita, Ani yang menaruh cinta pada Rhoma diperkosa dua berandalan motor besar berambut kribo, yang salah satunya diperankan rocker legendaris Ucok Harahap.

Nasib memang tiada yang tahu. Pun demikian dengan pasangan artis senior ini. Mereka tak menyangka jika karirnya di dunia keartisan meredup. Padahal, sebelumnya mereka begitu dikenal dan bahkan tergolong artis yang melegenda.

Adalah Yati Octavia, artis lawas ini dikenal dengan nama panggilan Ani saat beradu akting dengan Rhoma Irama. Aktingnya begitu memikat, pun demikian dengan kecantikannya yang khas saat masih muda.

Yati merupakan istri dari Pangky Suwito, aktor peran yang tak kalah laris di masanya. Ia begitu dikenal saat bermain dalam sinetron Roda Roda Cinta dan Panji Manusia Milenium.

Sempat mengenyam ketenaran, karir Yati dan Pangky sempat surut. Kala itu job sangat sepi sehingga membuat keduanya putar otak mencari lahan bisnis baru.

Usai satu tahun survey, Pangky akhirnya mantab membuka usaha kuliner martabak khas Bangka. Ia mengemas martabak manis dengan aneka varian rasa yang diminati anak muda.





LAKI-LAKI DALAM PELUKAN1977BOBBY SANDY
Actor
DARI MATA TURUN KE HATI 1979 JOPI BURNAMA
Actor
NODA DAN ASMARA 1977 TINDRA RENGAT
Actor
BEGADANG 1978 MAMAN FIRMANSJAH
Actor
DOSA SIAPA 1972 SUSILO SWD
Actor
ALI BABA 1974 ISHAK SUHAYA
Actor
ANTARA SURGA DAN NERAKA 1976 RATNO TIMOER
Actor
SI AYUB DARI TELUK NAGA 1979 NAWI ISMAIL
Actor
KEMBANG-KEMBANG PLASTIK 1977 WIM UMBOH
Actor
WIDURI KEKASIHKU 1976 SOPHAN SOPHIAAN
Actor
MENGGAPAI MATAHARI 1986 NURHADIE IRAWAN
Actor
YANG MUDA YANG BERCINTA 1977 SJUMAN DJAYA
Actor
TERJEBAK DALAM DOSA 1983 RATNO TIMOER
Actor
RANJANG SIANG RANJANG MALAM 1976 ALI SHAHAB
Actor
SIRKUIT CINTA 1978 RATNO TIMOER
Actor
BUAYA PUTIH 1982 FRITZ G. SCHADT
Actor
SENAPAS TIGA CINTA 1978 ARTO HADY
Actor
DARAH MUDA 1977 MAMAN FIRMANSJAH
Actor
HAMIDAH 1974 IKSAN LAHARDI
Actor
GITAR TUA OMAR IRAMA 1977 MAMAN FIRMANSJAH
Actor
LIMA CEWEK JAGOAN 1980 DANU UMBARA
Actor
SATU MALAM DUA CINTA 1978 USMAN EFFENDY
Actor
PERJALANAN CINTA 1980 MATNOOR TINDAON
Actor
CINTA PUTIH 1977 CHAERUL UMAM
Actor
PENGORBANAN 1982 MAMAN FIRMANSJAH
Actor
AULA CINTA 1977 ARIZAL
Actor
SI DOEL ANAK MODERN 1977 SJUMAN DJAYA
Actor
SI GENIT POPPY 1978 JOPI BURNAMA
Actor
AKIBAT GODAAN 1978 MATNOOR TINDAON
Actor
AKIBAT BERCINTA 1979 TOMMY BURNAMA
Actor
AKIBAT PERAULAN BEBAS 1977 MATNOOR TINDAON
Actor
WANITA SEGALA ZAMAN 1979 HASMANAN
Actor
COWOK KOMERSIL 1977 ARIZAL
Actor
GARA-GARA ISTRI MUDA 1977 WAHYU SIHOMBING
Actor
KARENA DIA 1979 NICO PELAMONIA
Actor
ALI TOPAN ANAK JALANAN 1977 ISHAQ ISKANDAR
Actor
PENGALAMAN PERTAMA 1977 JOPI BURNAMA
Actor
BUNGA ROOS 1975 FRED YOUNG
Actor
MENGGAPAL MATAHARI II 1986 NURHADIE IRAWAN
Actor
RHOMA IRAMA BERKELANA I 1978 YUNG INDRAJAYA
Actor
RHOMA IRAMA BERKELANA II 1978 YUNG INDRAJAYA
Actor
CINTA KASIH MAMA 1976 SISWORO GAUTAMA
Actor
WARISAN TERLARANG 1990 ABDUL KADIR
Actor
GADIS PANGGILAN 1976 RATNO TIMOER
Actor
GADIS SIMPANAN 1976 WILLY WILIANTO
Actor
BENCI TAPI RINDU 1979 RATNO TIMOER
Actor
SETAN KUBURAN 1975 DAENG HARRIS
Actor
INTAN PERAWAN KUBU 1972 A.N. ALCAFF
Actor
INTAN BERDURI 1972 TURINO DJUNAIDY
Actor
KEMILAU CINTA DI LANGIT JINGGA 1985 MUCHLIS RAYA
Actor
RAHASIA PERAWAN 1975 ALI SHAHAB
Actor
RAHASIA PERKAWINAN 1978 MAMAN FIRMANSJAH
Actor
RINTIHAN GADIS BUTA 1976 IKSAN LAHARDI
Actor
GADIS BERDARAH DINGIN 1984 RATNO TIMOER
Actor
PEREMPUAN HISTRIS 1976 RATNO TIMOER
Actor
DI SANA SENANG DI SINI SENANG 1990 MAMAN FIRMANSJAH
Actor
REMAJA DI LAMPU MERAH 1979 SYAMSUL FUAD
Actor
OMA IRAMA PENASARAN 1976 A. HARRIS
Actor
BUTET 1974 S.A. KARIM
Actor
MACAN TERBANG 1977 INDRA WIJAYA
Actor
SENTUHAN CINTA 1976 BOBBY SANDY
Actor
RODA-RODA GILA 1978 DASRI YACOB
Actor
DEMI ANAKKU 1979 PITRAJAYA BURNAMA
Actor
KAMPUS BIRU 1976 AMI PRIJONO
Actor