Selasa, 17 Maret 2020

A. HARRIS / Abdillah Harris 1953-1988

 A. HARRIS

 
Adalah seorang aktor yang terjun menjadi sutradara Indonesia. Film pertamanya yang Ia buat adalah "Oma Irama Penasaran" yang berhasil menarik perhatian penonton bioskop, film yang dibintangi oleh raja dangdut Rhoma Irama dan Yati Octavia. Kemudian Ia membuat film lagi berjudul "Penasaran" yang dibintangi oleh mantan ratu dangdut Elvy Sukaesih.

Harris, A.(Abdillah Harris) lahir di Jakarta 04 Agustus 1927, Sejak kecil Harris sudah gemar seni musik, seni suara dan seni foto. Tahun 1951 mulai menjadi penyanyi lagu-lagu melayu dan bergabung dengan orkes Sinar Medan 1948-1952. Salah satu lagu ciptaannya sempat tersohor di tahun 50-an adalah kudaku lari. Tahun 1952 pertama kali main film. Waktu dunia film Indonesia mengalami masa suram, Harris pergi ke malaysia dan membikin film disana sebagai penulis skenario dan sutradara. Namanya baru muncul kembali di tahun 1972 menjadi sutradara untuk beberapa film.

Dia adalah anak dari DAENG HARRIS, Aktor, dan pernah menyutradari satu film saja,
SETAN KUBURAN / 1975 
 
Daeng Harris


Daeng Harris bersama P.Ramle

Daeng Harris bersama Nona Asiah

Lahir di Ujung Pandang (sekarang Makassar), 10 Agustus 1911. Awalnya ia adalah pemain sandiwara. Karir seninya di mulai di panggung sandiwara Moon Light sekitar tahun 30-an. Karirnya di film sendiri bermula saat ia bersama rombongan sandiwara Asmarandana yang di ikutinya tiba di Singapura pada tahun 1939. Ketika itu ia di tawari untuk bermain dalam film Ibu Bidjaksana produksi Chan’s & Christy film, Singapura. Sejak saat itu ia kemudian tinggal di Singapura dan bermain dalam sejumlah judul film diantaranya dalam film One Ninght in Singapore (1947).
 
Selanjutnya ia hijrah ke Kuala Lumpur, Malaysia sebagai aktor film. Karirnya di film terus melesat. Bahkan, di saat film Malaysia sedang berjaya di awal tahun 1950-an, dengan bintang utamanya kala itu P. Ramlee, honornya adalah nomor dua sesudah P. Ramlee. Sampai dengan tahun 1951, ia tercatat telah membintangi 21 judul film dan juga mampu mencetak nama besar sebagai pemeran komedi di Malaysia. Film yg pernah di bintanginya di Malaysia antara lain Pisau Beratjun (1948), Dewi Moerni (1949), Takdir Illahi (1949), Manusia Iblis (1950), Aloha (1950), Pulau Mutiara (1950), Terakhir Radja Sehari (1951), dll.
 
Tahun 1954, ia hijrah ke Jakarta. Ia kemudian bermain dalam film Hang Tuah produksi bersama antara produser Malaysia dan Indonesia, namun produksi film tersebut gagal. Ia kemudian mengisi kekosongan dengan tampil melawak di atas pentas. Penampilan pertamanya dalam film di Indonesia adalah dalam film Radja Karet dari Singapura (1954). Meski karirnya tidak secemerlang di Malaysia, namun ia tetap memilih menetap di Indonesia. Sampai tahun 1984, ia telah menyelesaikan sekitar 20-an film. Tak hanya berperan sebagai pemain, sesekali ia juga menjadi sutradara seperti dalam film Setan Kuburan (1975).
 
Film yang di bintanginya di Indonesia antara lain Bapak Bersalah (1955), Hari Libur (1957), Sesudah Subuh (1958), Desa yang Dilupakan (1960), Pandji Tengkorak (1972), Gitar Tua Oma Irama (1977), Modal Dengkul Kaya Raya (1978), Cubit Cubitan (1979), Goyang Dangdut (1980), Elang Maut (1984), dll.
 
Aktor, sutradara dan komedian Daeng Harris wafat di Jakarta, 12 Desember 1990.


SOSOK A. HARRIS


GOYANG DANGDUT 1980 A. HARRIS
Director
PENDEKAR TANGAN HITAM 1977 A. HARRIS
Director
PANDJI TENGKORAK 1971 A. HARRIS
Director
BENDI KERAMAT 1988 A. HARRIS
Director Composer
DJELITA 1953 CHAIDAR DJAFAR
Actor
TJURIGA 1954 NAWI ISMAIL
Actor
DUKUN ILMU HITAM 1981 A. HARRIS
Director
PERKASA ALAM 1954 M. ARIEF
Actor
ABIZARS 1980 A. HARRIS
Director
SENGSARA 1955

Actor
TENDANGAN IBILIS 1983 A. HARRIS
Director
OMA IRAMA PENASARAN 1976 A. HARRIS
Director
ROSITA 1953 BAMBANG SUDARTO
Actor
ELANG LAUT 1984 A. HARRIS
Director
SONA ANAK SRIGALA 1984 A. HARRIS
Director
PENASARAN 1977 A. HARRIS
Director

Tidak ada komentar:

Posting Komentar