Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Nyi Blorong. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri Nyi Blorong. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Februari 2011

KISAH CINTA NYI BLORONG / 1989





Nyi Blorong (Joice Erna) yang menyelamatkan Basuki (Rudy Salam) dari kejaran massa, marah besar setelah Basuki ketahuan jatuh hati pada Warsih (Kiki Fatmala). Nyi Blorong merasa Basuki kurang membalas budi. Setelah diselamatkan dan dibuat kaya raya, jangankan memberi tumbal sesuai perjanjian sebagai abdi, tapi malah jatuh cinta pada wanita lain. Ini membuat Nyi Blorong ngamuk berat. Warsih sendiri sama sekali tak naksir Basuki, terutama karena hatinya telah diberikan kepada Kuncoro (Harry Capri). Pada bagian lain, Warsih dan Kuncoro pun mencurigai sebab musabab kekayaan Basuki. Kecurigaan ini menyebabkan mereka mendatangi paranormal dan menanyakan ihwal Basuki. Ada pun Nyi Blorong yang ngamuk, lalu minta petunjuk pula pada "atasannya". Jawaban yang diperoleh sederhana, Nyi Blorong sebaiknya kembali ke alamnya. Sebelum itu terjadi, Ki Sanca (Kusno Sudjarwadi), paranormal yang dendam pada Nyi Blorong, berusaha mencelakakan mahluk itu. Terjadilah perang tanding. Ki Sanca kalah dan Nyi Blorong kembali ke alam aslinya. 


Persyaratannya bagus. Rapi Films sebagai perusahaan produksi, pemeran terkemuka dengan Joice Erna, Harry Capri, WD Mochtar hanya untuk beberapa nama, dan plot tentang Nyi Blorong (Ratu Laut Selatan). Harapan untuk campuran fantasi / horor yang sukses sangat besar. Namun sayangnya, hal ini tidak menjadi “kracher” yang diharapkan. Kisah yang diceritakan terlalu panjang dan tidak menyenangkan. Terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk kisah cinta Basuki dan Nyi Blorong. Dan ketika dengan penampilan penyihir Ki Sanca masih sampai pada beberapa aksi ajaib, sayangnya film tersebut sudah berakhir. Sayang sekali lebih mungkin. Menurut saya film-film lain tentang subjek (NYI BLORONG, PETUALANGAN CINTA NYI BLORONG, PERKAWINAN NYI BLORONG atau SUSUK NYI RORO KIDUL) lebih baik.
P.T. RAPI FILM

Sabtu, 29 Januari 2011

PETUALANGAN CINTA NYI BLORONG / 1986

PETUALANGAN CINA NYI BLORONG



















Dilarang diputar di seluruh Lampung karena adegan sadisme dan pornografis. 
Film terlaris IV di Jakarta, 1987, dengan 290.412 penonton, menurut data Perfin.

Burhan (Advent Bangun) ingin cepat kaya dan berusaha mengawini putri direkturnya, tetapi gagal. Ia mengembara dan berkenalan dengan dukun ilmu hitam yang terkena kutuk Nyi Blorong (Suzanna).Burhan berhasil menancapkan tusuk konde di kepala Nyi Blorong, sehingga tetap menjadi ular, tidak bisa kembali menjadi Nyi Blorong. Kemudian Ular tadi dipelihara Johan (George Rudy), penyayang binatang yang punya pacar Susy (Suzanna). Tusuk konde di kepala ular dicabut dan kembalilah ular itu menjadi Nyi Blorong. Burhan ditugaskan menangkap Nyi Blorong. Karena wajah Nyi Blorong sama dengan wajah Susy, Burhanpun salah tangkap, menangkap Susy yang kemudian diselamatkan Nyi Blorong.














THE HUNGRY SNAKE WOMAN (1987) - Lebih banyak keanehan Indonesia yang mencampurkan aksi hutan, vampir, seks dan, tentu saja, ular. Dalam sekuel kedua dari THE SNAKE QUEEN (1982), pemerkosa bad-ass Brian (Advent Bangun; THE BLIND WARRIOR - 1985) harus melarikan diri ke hutan setelah gagal mencoba melakukan kekerasan seksual terhadap pacar baru Carlita (Nina Anwar). Carlita melarikan diri (tetapi tidak sebelum B rian mendorong obeng melalui tangannya!) Dan berlari pulang ke orang tuanya, di mana ayahnya berkata kepadanya, "Oh tidak, dum-dum! Selalu berpikir dia tahu yang terbaik. Ini benar-benar kesalahan Anda sendiri! " Brian berlari jauh ke dalam hutan, di mana ia bertemu dengan roh ular betina (Anda benar-benar harus melihatnya!) Dan suaminya kerdil. Brian ingin mengetahui lokasi Ratu Ular yang legendaris (Suzzanna; RATU OF BLACK MAGIC - 1979), sehingga roh ular membungkusnya di ekornya dan melemparkannya ke sana! Brian bangun di sebuah gua di mana pohon-pohon terbuat dari emas (sayangnya, mereka dijaga oleh ular dan kalajengking) dan Ratu Ular menunjukkan penampilan.

Brian menawarkan untuk menjadi budak seksnya yaitu dia akan membuatnya kaya, jadi Ratu Ular mengajukan tawaran kepada Brian: Dia punya waktu seminggu untuk membunuh tiga wanita, minum darah mereka dan makan di atas dada mereka! Jika dia menyelesaikan tugas-tugas ini, dia akan membuatnya kaya melebihi impiannya yang paling liar. Tiba-tiba, Brian berpakaian seperti Count Dracula, lengkap dengan taring, dan membunuh wanita pertamanya, seorang gadis yang bercumbu dengan pacarnya di hutan. Brian menggigitnya di leher, meminum darahnya dan kemudian menggigit kedua putingnya! Dia kemudian melanjutkan untuk menyerang Suzy (juga diperankan oleh Suzzanna), tetapi dia diselamatkan oleh saudara laki-laki Carlita, Joe (George Rudy), dan segera menjadi kekasih dan pelindung Suzy. Brian mencoba untuk mendapatkan keduanya dan membuat kesepakatan dengan roh ular betina untuk membunuh Ratu Ular (sepertinya Ratu Ular bertanggung jawab atas kondisi roh ular saat ini). Menggunakan pin yang disediakan oleh roh ular, Brian menikam Ratu Ular sambil bercinta, secara permanen mengubahnya menjadi ular dan kehilangan kekuatannya. Tiba-tiba, Brian memiliki lebih banyak uang dan kekuasaan kemudian dia tahu apa yang harus dilakukan, jadi dia menjadi bos organisasi kriminal dan mencoba membeli tangan Carlita dalam pernikahan dari ayahnya.

Dia menurunkan Brian dan tak lama kemudian (dengan bantuan roh ular), ayah Carlita memuntahkan kelabang di meja makan dan mati ketika seekor ular besar dengan darah keluar dari dadanya. Carlita kemudian diejek secara supranatural oleh sepasang tangan bersisik sambil duduk di sofa dalam upaya untuk meyakinkan dia untuk menikahi Brian. Neraka pecah ketika Joe melepaskan pin dari tubuh ular dan Ratu Ular mengambil bentuk manusia sekali lagi. Berpikir bahwa dia adalah Suzy, dia bercinta dengannya, yang membuka kaleng ular baru, melibatkan balas dendam, pemanggilan arwah palsu, identitas yang keliru, penculikan, dan perkelahian yang melibatkan gergaji mesin. Cinta menang pada akhirnya dan semua cewek dan cowok baik hidup bahagia selamanya. Begitu juga Ratu Ular. Saya sudah mengatakannya sekali dan saya akan mengatakannya lagi: Menonton fantasi Indonesia ini adalah yang paling dekat dengan mimpi demam tanpa benar-benar demam. Sutradara Sisworo Gautama Putra, yang juga memberi kami film PRIMITIF yang sama-sama mengigau (1978), SRIGALA (1981), THE WARRIOR (1981), THE SNAKE QUEEN yang disebutkan sebelumnya dan sekuel pertamanya.
 P.T. CANCER MAS FILM

SUZANNA
CLIFT SANGRA
SOENDJOTO ADIBROTO
H.I.M. DAMSJIK
RUTH PELUPESSY
ADE IRAWAN
ENNY BEATRICE























































SISWORO GAUTAMA 1971-1988



Nama Asli Sisworo Gautama Putra; S. Gatra.

Isidoro Gautama Lahir Kamis, 26 Mei 1938 di Asahan. Pendidikan : Lulus SLA, mengikuti kursus penyutradaraan oleh Kotot Sukardi atas penyelenggaraan Anom Pictures (1961). Sebelum masuk dunia film Sisworo pernah menjadi pemain sandiwara Taman Pemuda. Bekerja di film sejak 1962, mulai sebagai Pencatat Skrip untuk"Tudjuh Pradjurit" produksi Gema Masa Film. Sampai tahun 1965 ia kerja di perusahaan tersebut dalam jabatan Pencatat Skrip, Pembantu Sutradara, Pembantu Unit, Pimpinan Produksi. Setelah rnenjadi Pembantu Sutradara untuk beberapa film, tahun 1972 Sisworo menjadi sutradara penuh lewat "Dendam Si Anak Haram." Film lainnya "Cinta Kasih Mama" (1976), "Dua Pendekar Pembelah Langit"(1977),Primitip ('78), dan lain-lain.

SISWORO DAN HOROR
Pengabdi Setan (1980) menempati peringkat teratas dari 13 film Indonesia paling menyeramkan versi Rolling Stones tahun 2015: “Pengabdi Setan memiliki atmosfer seram yang tak pernah surut di sepanjang film. Gaya pengambilan gambarnya juga tergolong baik untuk ukuran film horor pada masanya, bahkan jika bicara skala Asia.”

Dari 13 film Indonesia paling menyeramkan itu hampir setengahnya karya Sisworo, seperti Sundel Bolong (1981), Telaga Angker (1984), Malam Jumat Kliwon (1986), Malam Satu Suro (1988), dan Santet (1988).

Sisworo yang dikenal pula dengan nama Naryono Prayitno atau S. Gatra tersohor sebagai sutradara film horor. Dalam Apa Siapa Orang Film Indonesia 1926-1978, tecatat bahwa Sisworo lahir di Asahan, Sumatra Utara, pada 26 Mei 1938. Pendidikannya Sekolah Lanjutan Atas kemudian kursus penyutradaraan pada Kotot Sukardi yang diselenggarakan oleh Anom Pictures pada 1961.

Kotot Sukardi adalah tokoh seniman Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat), aktif sebagai sutradara pada 1950-1960an, dan pendiri Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI). Film karya Kotot, Si Pintjang (1952) diikutkan di Festival Internasional di Karlovy-Vary, Cekoslovakia, tahun 1952. Kotot menerima anugerah Satyalancana Kebudayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2015.

Sebelum masuk dunia film, Sisworo pernah menjadi pemain sandiwara Taman Pemuda. Bekerja di film sejak 1962 sebagai pencatat skrip untuk film Tudjuh Pradjurit produksi Gema Masa Film. Dia bekerja di Gema Masa Film sampai tahun 1965 sebagai pencatat skrip, pembantu sutradara, pembantu unit, pimpinan produksi dan asisten sutradara. Dia menjadi asisten sutradara untuk beberapa film antara lain Expedisi Terachir (1964), Buruh Pelabuhan (1965), Honey Money and Djakarta Fair (1970), dan Angkara Murka (1972).

Sisworo mulai menjadi sutradara untuk film pertamanya, Dendam Si Anak Haram (1972), merangkap penulis cerita/penyusun skenario. Selanjutnya dia tetap menjadi sutradara dengan sesekali merangkap jadi penulis skenario.

Pada 1981-1991 film horor Indonesia mencapai puncak keemasan dengan jumlah produksi 84 judul. Selama itu, Sisworo menjadi sutradara film horor paling produktif. Setelah sukses dengan film horor pertamanya, Pengabdi Setan, dia hampir setiap tahun merilis film horor antara lain: Sundel Bolong (1981), Nyi Blorong (1982), Nyi Ageng Ratu Pemikat dan Perkawinan Nyi Blorong (1983), Telaga Angker (1984), Bangunnya Nyi Roro Kidul dan Ratu Sakti Calon Arang (1985), Malam Jumat Kliwon dan Petualangan Cinta Nyi Blorong (1986), Malam Satu Suro dan Santet (1988), Wanita Harimau, Santet II dan Pusaka Penyebar Maut (1989), Titisan Dewi Ular (1990), Perjanjian di Malam Keramat dan Ajian Ratu Laut Kidul (1991), Kembalinya Si Janda Kembang (1992), dan Misteri di Malam Pengantin (1993).

Film-film horor garapan Sisworo laris manis di pasaran. Daya tariknya tidak hanya cerita menyeramkannya, tetapi juga pemerannya: Suzanna yang dikenang sebagai ikon film horor Indonesia. Selama kariernya sang “Ratu Film Horor” itu memerankan 16 judul film horor, sebagian besar garapan Sisworo.

“Sisworo Gautama Putra adalah sutradara andal yang kebanyakan menyutradarai film-film horor Suzanna dari tahun 1981-1991, seperti Nyi Blorong, Nyi Ageng Ratu Pemikat, Telaga Angker, dan sebagainya. Film-film tersebut cukup sukses di pasaran,” tulis Muhamad Lutfi dan Agus Trilaksana dalam “Perkembangan Film Horor Indonesia 1981-1991,” jurnal Avatara Vol. I No. I tahun 2013.

Film-film horor karya Sisworo yang diperankan Suzanna kerap masuk lima film box office seperti Sundel Bolong, serial Nyi Blorong, Nyi Ageng Ratu Pemikat, dan Telaga Angker. Bahkan, film Nyi Blorong diputar di Singapura dengan judul Snake Queen sampai 1983. Film Sisworo yang juga masuk box office adalah Sangkuriang (1982).

Kendati terkenal sebagai sutradara film horor, Sisworo juga membuat film laga, drama, komedi, bahkan kisah fantasi. Misalnya, Jaka Sembung Sang Penakluk (1981) yang dibintangi Barry Prima, Cinta Kasih Mama (1976) dibintangi Adi Bing Slamet dan Yati Octavia, Aladin dan Lampu Wasiat (1980) diperankan oleh Rano Karno, serta film Warkop Malu Malu Mau (1988).

Menurut Muhamad Lutfi dan Agus Trilaksana misi Sisworo mengangkat kebudayaan mistik Indonesia yang diwujudkan melalui sebuah film horor. Dengan demikian, penonton menjadi tahu sekaligus takut.

Sisworo mengakhiri kariernya sebagai sutradara dengan film Misteri Malam Pengantin (1993). Dia meninggal pada 5 Januari 1993 di usia 55 tahun.


SUZZANA DAN HOROR
 Merunut sejarah perfilman horor Indonesia, nama Suzzanna menjadi salah satu pionirnya. Setelah beragam film, ia akhirnya menemukan ‘jati diri’ sebagai ratu film horor sejak membintangi Beranak dalam Kubur (1971).

Selama berpuluh-puluh tahun kemudian, Suzzanna identik dengan wajah perfilman horor Indonesia. Tak perlu perempuan-perempuan seksi seperti film horor belakangan ini. Tatapan dan mimik wajah Suzzanna saja sudah membuat ngeri.

Terhitung Suzzanna pernah memerankan beragam hantu. Mulai sundel bolong, kuntilanak, Nyi Blorong, sampai Ratu Laut Kidul. Siluman ular dan buaya pun pernah ia mainkan.

Di suksesnya film-film horor yang dibintangi Suzzanna itu, ada tangan Sisworo Gautama Putra yang ikut andil. Dari puluhan film yang dibintangi Suzzanna, kebanyakan ia lah sang sutradara. Film yang ditanganinya termasuk Sundel Bolong, Bangunnya Nyi Roro Kidul, Telaga Angker, dan Nyi Ageng Ratu Pemikat.

Sisworo menjadi sutradara terkenal kala Indonesia berada dalam masa keemasan perfilman, yakni di tahun '70-an hingga awal '90-an, sebelum ia mangkat pada 5 Januari 1993.

Nama Sisworo sendiri juga identik dengan horor, meski tak seterkenal bintang yang ia orbitkan. Sebelum menggarap film Suzzanna pada '80-an, ia sudah terkenal menguasai ranah perfilman bergenre horor.

Filmnya yang berjudul Primitif (1978) sudah mendunia dan diedarkan di berbagai negara lain dengan judul berlainan. Cannibales di Perancis dan Der Todesschrei der Kannibalen di Jerman. Film itu juga disebut menuai kontroversi sebagai film Indonesia pertama yang membahas kanibalisme sebagai unsur cerita utama.

Film Pengabdi Setan (1980) juga beredar secara internasional, mulai dari Jepang hingga ke Eropa dan Amerika.

Karier Sisworo sebagai sutradara, pertama kali dijajaki lewat pelatihan pada 1961. Satu tahun kemudian, ia memulai sebagai sineas dengan bekerja di studio Gema Masa Film.

Di sana, ia bekerja sebagai penulis skenario lanjutan, manajer unit, manajer produksi hingga kemudian asisten sutradara. Debut sutradaranya dimulai pada 1972 lewat film Dendam si Anak Haram, yang skenarionya juga ditulis olehnya.

Sisworo acap kali mengarahkan film horor laris, misalnya Nyi Blorong (1982). Kurang lebih sudah 35 judul film yang ia garap sebagai sutradara. Sebelum wafat, Sisworo menggarap film terakhirnya, Misteri di Malam Pengantin dan dirilis di bioskop setelah kematiannya.

PENEMU SUZZANA DAN IKON HOROR

Meski kebanyakan film horor populer yang dibintangi Suzanna berada di bawah kendali mendiang Sisworo, tapi ia bukan yang pertama menemukan ‘bakat’ Suzzanna menakut-nakuti orang. Sosok yang mengarahkan akting Suzzanna dalam film horor pertama kali adalah Awaludin dan Ali Shahab.

Keduanya merupakan sutradara untuk film Beranak Dalam Kubur, yang diadaptasi dari komik berjudul Tangisan di Malam Kabut karya Ganes TH. Selain Suzzanna, film itu turut dibintangi oleh Mieke Widjaja, Dicky Suprapto, dan Ami Prijono. Dicky kelak menjadi suami Suzzanna.

Awaludin sendiri merupakan sosok yang tak hanya duduk di kursi sutradara, tapi juga kerap berperan sebagai aktor utama dari filmnya. Ia pernah muncul dalam film Kekasih Ajah, Akibat, Kalung Mutiara, Lagak International, dan Taman Harapan.

Berkat kemampuannya aktingnya, ia bahkan pernah meraih Piala Citra sebagai Aktor Pendukung Terbaik Festival Film Indonesia dalam film Lewat Djam Malam, garapan Usmar Ismail. Suzzanna sendiri pernah berhubungan dengan Usmar saat ikut audisi Tiga Dara, karya yang juga disutradarai sang Bapak Perfilman Indonesia.

Awaludin wafat pada 24 Februari 1980, di usia 63 tahun.

Rekan Awaludin di film Beranak Dalam Kubur, Ali Shahab merupakan seorang sutradara senior Indonesia sekaligus wartawan. Ketimbang film horor pertama Suzanna dan beberapa judul film lain yang digarapnya, Ali lebih dikenal kala menyutradarai sebuah judul sinetron.

Salah satu sinetronnya berjudul Rumah Masa Depan. Itu tayang di TVRI pada era '80-an. Selain di dunia film, Ali yang juga mahir dalam dunia menulis, membuat novel-novel remaja bernuansa Islami. Ali merupakan saudara kandung dari Alwi Shahab, wartawan dan budayawan.


PUSAKA PENYEBAR MAUT1990SISWORO GAUTAMA PUTRA
Director
WARRIOR 1985 SISWORO GAUTAMA PUTRA
Director
SAMSON DAN DELILAH 1987 SISWORO GAUTAMA PUTRA
Director
PETUALANGAN CINA NYI BLORONG 1986 SISWORO GAUTAMA PUTRA
Director
SANTET 1988 SISWORO GAUTAMA PUTRA
Director
PERKAWINAN NYI BLORONG 1983 SISWORO GAUTAMA PUTRA
Director
SANGKURIANG 1982 SISWORO GAUTAMA PUTRA
Director
KEMBALINYA SI JANDA KEMBANG 1992 SISWORO GAUTAMA PUTRA
Director
JAKA SEMBUNG SANG PENAKLUK 1981 SISWORO GAUTAMA PUTRA
Director
WANITA HARIMAU 1989 SISWORO GAUTAMA PUTRA
Director
SRIGALA 1981 SISWORO GAUTAMA PUTRA
Director
MALAM JUMAT KLIWON 1986 SISWORO GAUTAMA PUTRA
Director
TITISAN DEWI ULAR 1990 SISWORO GAUTAMA PUTRA
Director
MALAM SATU SURO 1988 SISWORO GAUTAMA PUTRA
Director
PERJANJIAN DI MALAM KERAMAT 1991 SISWORO GAUTAMA PUTRA
Director
NYI BLORONG 1982 SISWORO GAUTAMA PUTRA
Director
USIA DALAM GEJOLAK 1984 SISWORO GAUTAMA PUTRA
Director
AJIAN RATU LAUT KIDUL 1991 SISWORO GAUTAMA PUTRA
Director
DENDAM SI ANAK HARAM1972SISWORO GAUTAMA
Director
MANUSIA TERAKHIR 1973 SISWORO GAUTAMA
Director
MALU-MALU MAU 1988 SISWORO GAUTAMA
Director
SUNDEL BOLONG 1981 SISWORO GAUTAMA
Director
PRIMITIF 1978 SISWORO GAUTAMA
Director
MARABUNTA 1973 SISWORO GAUTAMA
Director
BANGUNNYA NYI LORO KIDUL 1985 SISWORO GAUTAMA
Director
RATU SAKTI CALON ARANG 1985 SISWORO GAUTAMA
Director
PENGABDI SETAN 1980 SISWORO GAUTAMA
Director
PAPA 1977 SISWORO GAUTAMA
Director
HEADLESS WARRIOR, THE 19-- SISWORO GAUTAMA
Director
LIMA JAHANAM 1972 SISWORO GAUTAMA
Director
CINTA KASIH MAMA 1976 SISWORO GAUTAMA
Director
TELAGA ANGKER 1984 SISWORO GAUTAMA
Director
NYI AGENG RATU PEMIKAT 1983 SISWORO GAUTAMA
Director
ALADIN DAN LAMPU WASIAT 1980 SISWORO GAUTAMA
Director
RAJAWALI SAKTI 1976 SISWORO GAUTAMA
Director
DUA PENDEKAR PEMBELAH LANGIT 1977 SISWORO GAUTAMA
Director
DIUDJUNG BADIK 1971 AWALUDIN
Actor

NYI BLORONG (THE SNAKE QUEEN ) / 1982

NYI BLORONG
THE SNAKE QUEEN

 





















Film terlaris I di Jakarta, 1982, dengan 354.790 penonton, menurut data Perfin.

Film ini mengikuti kisah atau kelanjutannya tentang Nyi Rorokidul, kesuksesan ini dibuat serialnya dengan Nyi Blorong. Nyi Blorong ini adalah anak dari Ratu Roro Kidul penguasa pantai selatan.

Rd. Cokro (HIM Damsjik) adalah pengusaha kaya yang mendapatkan hartanya lewat pertolongan Nyi Blorong (Suzanna), putri Nyi Roro Kidul, yang dipercaya sebagai penguasa laut selatan. Permintaan itu dengan syarat mengorbankan orang-orang yang disayanginya. Setelah istri dan seorang anaknya meninggal, Nyi Blorong minta korban lain. Cokro memberikan kekasih putrinya, yang ternyata digila-gilai oleh Nyi Blorong karena ketampanannya. Putri Cokro tadi lantas kecewa dan di tengah frustrasinya mengalami kecelakaan. Dari mimpinya tahulah dia asal permasalahan yang dihadapinya. Ia kemudian dibantu oleh seorang ulama untuk menghancurkan Nyi Blorong.

 P.T. RAPI FILM

SUZANNA
RUTH PELUPESSY
NENA ROSIER
BARRY PRIMA
RATNO TIMOER
H.I.M. DAMSJIK
GEORGE RUDY
ADE IRAWAN


Nyi Blorong adalah film horor Indonesia dibintangi Suzzanna ratu dan raja tindakan bahasa Indonesia Barry Prima yang tematis bukan sebuah horor atau film aksi, melainkan lebih merupakan gambaran fantasi sederhana berbasis dalam cerita rakyat Indonesia. Namun, sutradara Sisworo Gautama Putra (yang sebelumnya diarahkan Prima dalam memukul Jaka Sembung, alias Warrior) memberikan suasana yang cukup menyeramkan dan ooky gore setidaknya menyenangkan para penggemar genre mantan, bahkan jika kita tidak bisa melihat tendangan berputar Barry orang dalam cangkir.  


Ratu Ular adalah salah satu tokoh mistik yang dikenal untuk memberikan keinginan orang-orang yang menghormatinya, tetapi selalu pada harga - harga yang dan biasanya berakhir sampai membuat kesepakatan itu tidak layak di tempat pertama. Tapi apakah itu orang berhenti? Pertimbangkan, misalnya, pemohon yang, dalam pertukaran untuk pertimbangan nya keinginannya, dipaksa oleh Ratu (Suzzanna) untuk makan daging manusia, hanya untuk kembali ke rumah untuk menemukan sisa-sisa melahap sebagian anak muda. (Penggemar bioskop Kebanyakan dunia akan telah mencatat bahwa budaya film Asia tidak pelabuhan tabu sama tentang bahaya yang menggambarkan anak-anak di layar bahwa mereka yang di Barat lakukan, dan bahwa praktek tampaknya untuk mendapatkan dalam antusiasme setelah Anda menekan negara-negara Asia Tenggara .) 



Pusat untuk narasi Nyi Blorong adalah pemohon lain seperti, seorang pria keluarga kaya yang, dalam keinginannya untuk meningkatkan kekayaannya, telah membuat kesepakatan dengan Ratu itu, seperti yang kita lihat dalam adegan pembukaan film, sudah biaya menyayanginya. Dalam urutan yang kita lihat istri pria ini dibungkus kain kafan pemakaman nya, gigitan, berdarah-tanda luka di lehernya. Segera sesudahnya, Ratu Ular naik keluar dari laut dan deposito dirinya di pantai di dalam telur berdenyut raksasa, dari mana ia muncul dalam bentuk manusia, mengambil kedok saudara perempuan (menurut saya) dengan nama "Devi" menyindir dirinya sendiri ke dalam keluarga orang itu. Sekarang pada titik ini Anda mungkin mendapatkan perasaan menyelinap yang kami temui Ratu Ular sebelumnya dalam perjalanan kita melalui eksploitasi indonesian bioskop, dan Anda akan benar. Dia adalah salah satu dari banyak samaran itu tokoh legenda Jawa juga dikenal sebagai Ratu Laut Selatan - dia yang memainkan peran yang menyenangkan dalam peristiwa mengerikan Lady Terminator. 



Dan seperti versi Lady Terminator tentang Ratu Laut Selatan, Ratu Ular di sini adalah sesuatu dari gadis randy tua. Dengan demikian, itu tidak lama sebelum dia telah menetapkan pemandangan asmara nya di Andika (Prima), kaum muda tampan tunangan dari host-nya mudah-on-the-mata putri Shashti (Nena Rosier). Andika pada gilirannya jatuh di bawah mantra Ratu, dan akan segera membuat apa yang sebaliknya akan disebut sebagai binatang dengan dua punggung dengan dia - jika setengah manusia / makhluk setengah ular memang bisa dikatakan telah kembali. Ini urusan aneh ini akhirnya ditemukan oleh Shashti, yang menghasilkan dalam dirinya menjadi target murka supranatural Ratu. 



Seperti film-film seperti Lady Terminator menunjukkan, industri film Indonesia tidak di atas kadang-kadang menjahit produk mereka dengan mata ke arah distribusi Barat - kecenderungan bahwa memang rekening di bagian untuk pekerjaan tetap Barat-tampak, aktor Eurasia seperti Prima dan Suzzanna. Nyi Blorong, namun - dan meskipun sejarah apapun distribusi mungkin memiliki - jelas gambar yang ditujukan pada penduduk setempat. Dengan demikian, itu salah satu film yang memberikan orang luar seperti saya sendiri jenis sensasi voyeuristik yang hanya dapat datang dari perasaan seperti Anda telah diberikan mengintip ke dalam kehidupan mimpi lain budaya. Film ini menangani nya outre subyek, tidak dengan antusiasme, sampah mengedip dari genre eksploitasi, melainkan dengan kekhidmatan yang cukup untuk menambah suasana keseluruhan ketakutan dan kegelisahan. 



Suasana pada gilirannya berfungsi untuk meluruskan unsur-unsur dari film yang mungkin tampak laughably darurat atau over-the-top. Dalam kasus urutan efek khusus, yang memang murah dan berlimpah, film juga manfaat dari kenyataan bahwa, dalam tradisi terbaik dari horor Indonesia, cheesiness efek tersebut berakhir menjadi palsu oleh keanehan mereka. Dalam satu adegan, salah satu teman Andika enlists bantuan seorang mistik kikuk, dan bersama-sama menghadapi dua sosok dengan kepala yang menyala-nyala menurunkan tubuh melepaskan dan tidak berayun-ayun menari independen dari bagian atasnya. Kemudian, Ratu muncul pada Shashti dalam bentuk aslinya, kepala dan dada yang menjulang di atas cerita gadis bertengger di atas tubuh ular besar. Dan sedikit yang bisa saya katakan dapat berkomunikasi betapa menyeramkan adalah melihat Ratu diam-diam melintasi langit dalam kuda, kereta hantu warni emas. Semua ini datang di sebagai begitu budaya spesifik yang saya merasa agak gemuruh ketika sebuah adegan selanjutnya, di mana Shashti ini sejenak dimiliki oleh Ratu, membayar upeti jelas untuk The Exorcist. Itu tidak membuatnya kurang seram, meskipun, ketika biru menghadapi Shashti levitated dan mulai melakukan jungkir balik di langit-langit. 


Saat aku menemukan adalah kasus dengan banyak kengerian Bahasa Indonesia yang paling efektif, Nyi Blorong juga membuat baik penggunaan skor musik yang sangat hemat diterapkan, dengan banyak adegan yang paling dramatis dan menakutkan mengganggu bermain melawan latar belakang teredam ambien suara alami. Ini juga tidak sakit bahwa skor, ketika itu tidak berpadu, adalah satu hauntingly atonal dan minimalis yang menampilkan instrumen tradisional Indonesia. Bahkan, tema hanya terdengar Barat untuk didengar pada titik manapun adalah sebuah kuartet string yang sepotong pusing yang memainkan selama adegan romantis antara Ular Ratu dan Andika - makna yang saya tidak akan berspekulasi atas, tetapi yang tetap layak pertimbangan. 



Dan akhirnya, ada kinerja Suzzanna sebagai Ratu Ular tituler, yang mengejutkan bagi ketabahan yang tenang, seolah-olah dia menggambarkan makhluk sehingga meyakinkan kekuasaan bahwa setiap ungkapan yang jelas dari ancaman akan tidak perlu. Sementara itu, Barry Prima benar-benar hanya di sini untuk memberikan beefcake kali ini sekitar, yang tidak lebih dari cukup. Bahkan, saya menemukan hal mengesankan bahwa, meskipun sifat ketenaran Prima pada saat itu, pembuat film tanpa titik dalam film yang disediakan semua jenis karya untuk kemampuan bertarungnya. Apa pertempuran terakhir ada, pada kenyataannya, terjadi antara Ratu Ular dan penyihir nenek seperti tua, keduanya terbang sekitar pada kabel cukup luar biasa sebagai ledakan magis pergi pada semua sisi mereka. 



Tentu saja, Nyi Blorong dunia yang menyajikan terlalu banyak tempat yang suram dan duka penuh untuk Barry Prima diizinkan untuk hanya datang dan memukul kesengsaraan keluar dari keberadaannya. Setelah semua, seperti awesome Barry, Ratu Ular, selera, dan kehausan untuk pengembalian adalah kekal - kekuatan yang harus diperhitungkan lagi dan lagi selama keserakahan manusia mendorongnya untuk menulis cek yang jiwanya tidak dapat uang tunai. Hanya ada persaingan.







SNAKE THE QUEEN (1982) - Mereka gila berada di Indonesia lagi. Sebuah ratu cantik ingin memiliki bayi karena dia kesepian, jadi ia meminta kepada para dewa untuk bimbingan. Daripada mengirim orang yang terlihat baik untuk menghasilkan bayi dengan cara lama itu, para dewa katakan padanya untuk menciptakan badai di Laut Selatan, mengangkat telur naga dari dasar laut dan tempat telur di Gua Rahasia. Telur kemudian akan menetas menjadi seorang Ratu Ular yang indah (Bayangkan jika semua bayi dibuat seperti itu!), Dimana dewa-dewa memberitahu ratu kesepian nama Ratu Para. Nah, ratu kesepian tidak seperti dia diperintahkan, tetapi ketika menetas telur di Gua Rahasia (aku tertawa begitu keras, aku hampir terbatuk-up ginjal!), Seorang wanita dewasa (Suzzanna; RATU BLACK MAGIC - 1979 ) muncul dan dia memiliki kemampuan untuk mengendalikan ular (antara negara-negara lain). Ratu Para dimulai berkuasa atas manusia, menawarkan mereka kekayaan melampaui impian terliar mereka dalam pertukaran untuk pengorbanan manusia. Ketika Ratu Para meminta kehidupan Kokoro pengusaha kaya itu (Ratno Timoer, direktur PEDANG DEVIL'S [1984] dan THE WARRIOR BUTA [1985]) indah putri Sasti (Nenna Rosier), Kokoro memohon dengan Ratu Para membiarkan dia menawarkan orang lain hidup, dan bukan, karena dia terakhir hidupnya relatif darah. Ratu Ular setuju, asalkan seseorang itu terkait dengan dia, sehingga Kokoro koki sebuah rencana, di mana ia meminta anak Andika lokal (Barry Prima; WARRIOR THE - 1981) menikah Sasti, untuk tujuan tunggal menawarkan kehidupan Andika kepada Ratu Ular setelah upacara pernikahan selesai. 

Sementara itu, tampan, tapi tanpa uang sepeser pun, Johan (George Rudy) adalah mencari Ratu Ular untuk menawarkan pengabdian abadi di pertukaran untuk kekayaan. Seorang perempuan tua bernama Nona Eno memberinya petunjuk ke Gua Rahasia, di mana ia menemukan sekelompok handmaidens menggoda (satu yang menyebalkan ibu jari seperti dia memberikan kepala!). Melompat lasses muda ke dalam kolam dan Ratu Para naik dari air. Dia membuat Johan makan sepiring bagian tubuh bayi manusia untuk membuktikan pengabdiannya (ia enggan) dan kemudian menyuruh dia untuk pulang ke istrinya (!) Dan mempersiapkan sebuah kamar rahasia di rumahnya, di mana ia akan tiba hari Rabu berikut untuk malam seks. Ketika Rabu tiba, Johan menemukan bahwa anak perempuannya telah mati (bagian tubuh yang dia makan mungkin telah putrinya!) Dan Ratu Ular tiba di ruang rahasia (terbang kuda nya kereta!) Fuck otak Johan keluar. Ketika istri Johan menyela percintaan mereka, Ratu Para berubah menjadi ular dan membunuh mereka berdua. Ketika desa ternyata untuk penguburan Johan, tubuhnya tiba-tiba menjadi terlalu besar untuk muat di kuburnya (!), Yang merupakan katalis dalam serangkaian peristiwa yang melibatkan Kokoro serakah, baru istrinya Dewi (juga digambarkan oleh Suzzanna), putri Sasti pengantin-to-be Andika. Hal keluar dari tangan ketika Andika jatuh jatuh cinta dengan Dewi, yang melemparkan kunci inggris dalam kesepakatan Kokoro dengan Ratu Ular. Ternyata bahwa Dewi sebenarnya Ratu Ular yang menyamar (bukan yang sangat baik jika Anda bertanya kepada saya) dan dia juga menemukan dirinya jatuh cinta dengan Andika, tetapi para dewa tidak akan membiarkan dia menghabiskan hidupnya dengan fana. Tak perlu dikatakan, Kokoro mencoba untuk back-end berhubungan dengan Ratu Ular dan enlists tas Nona Eno untuk bertempur dengan dia. Ini tidak berakhir dengan baik untuk Eno atau Kokoro, karena mereka berdua akhirnya jatuh dari tebing ke kematian mereka, hanya dengan cara yang sama sekali berbeda. Jangan khawatir meskipun, orang, karena Ratu Ular akan kembali dalam angsuran masa depan. 

Dalam kasus Anda tidak mendapatkan petunjuk, ini adalah yang pertama dalam serangkaian film Ratu Ular, semua dibintangi Suzzanna dan disutradarai oleh Sisworo Gautama Putra (Primitives - 1978; SRIGALA - 1981; budak SETAN - 1982, dan sebelumnya disebutkan THE WARRIOR - 1981), yang meliputi Perkawinan Nyi Blorong ("Pernikahan Ratu Ular" - 1983) dan WANITA ULAR LAPAR (1987). Saya yakin bahwa ada lebih banyak film dalam seri, tapi masalahnya adalah bahwa untuk setiap film Indonesia yang membuat keluar dari negara mereka, setidaknya ada lima puluh orang lain bahwa kita tidak akan pernah melihat. THE QUEEN SNAKE berisi semua keanehan dan citra aneh kita telah datang ke harapkan dari film Indonesia fantasi, termasuk hampir-berpakaian (tetapi tidak pernah telanjang) perempuan menari di beberapa ritual yang tidak dapat dijelaskan, sebuah adegan dimana seorang pria dengan kepala terbelah membakar tubuhnya di setengah di pinggang (bagian bawah berjalan sekitar bagian atas selama beberapa saat!), yang mengakibatkan kepala menyala-nyala untuk terlepas dan berguling-guling di tanah, sebuah visi yang aneh dari Neraka, dimana Sasti melihat ibunya sudah meninggal berjalan di sebuah membakar jembatan terdiri dari tubuh manusia, sebuah Wizard of Oz referensi ("Dan kau ada di sana!"), sebuah mobil menabrak melalui toko minuman keras; Exorcist yang lepas landas, di mana, memiliki berwajah biru melayang Sasti membuat ranjang dan kemudian melakukan senam di dinding dan langit-langit; banyak ular, dan, tentu saja, bahasa Inggris lucu dubbing ("Bayi-bayi kita akan hidup!"). Apa yang bisa saya katakan? Aku pengisap untuk ini film ridiculously gila (yang satu ini ditulis oleh Darto Joned, yang juga scripted THE WARRIOR dan BALAS DENDAM DARI NINJA [1984], sehingga Anda tahu Anda berada dalam untuk mengobati) dan THE QUEEN ULAR adalah bilangan prima contoh dari genre ini gila. Diproduksi oleh Gope T. Samtani for pemasok perdana di Indonesia kebatilan, Rapi Films. Juga dibintangi Dorman Borisman, Ade Irawan, IM Damsyik, Ruth dan Doddy Sukma Pellupessy. Seperti kebanyakan film Indonesia, ini tidak pernah memiliki rilis US rumah video yang sah, jadi aku harus mengandalkan pada salinan bersumber dari VHS tape Yunani-subjudul. Mereka Yunani adalah bajingan beruntung. Not Rated..








 









































































PERKAWINAN NYI BLORONG / 1983

PERKAWINAN NYI BLORONG


Kecantikan Nyi Blorong (Suzanna), anak Nyi Roro Kidul (Ade Irawan), membuat para raja dan pangeran saling berperang untuk mendapatkannya sebagi permaisuri. Perebutan terakhir tinggal antara Prabu Dewacengkar (Soendjoto Adibroto) dari Medangkamulan melawan Pangeran Tejo Arum (Clift Sangra) dari Galunggung, yang memang dicintai Nyi Blorong. Awalnya Tejo Arum dapat dikalahkan oleh Dewacengkar, tetapi ternyata ada pihak lain yang menginginkan Tejo Arum, yakni Bayugeni yang ingin mengawinkan anaknya, Layungsari (Enny Beatrice).

Karena memang telah mendapat restu dari Nyi Roro Kidul, mereka dapat mengelabui Dewacengkar. Berlasunglah perkawinan Tejo Arum dengan Nyi Blorong. Pada saat itulah datang serangan besar dari Dewacengkar bekerja sama dengan Bayugeni. Karena Tejo Arum kewalahan berhadapan dengan Dewacengkar, terpaksalah Nyi Roro Kidul membantu dengan melempar telur untuk ditelan Tejo

Arum. Berubahlah Tejo Arum menjadi raksasa besar dan berhasil mengalahkan Dewacengkar. Tejo Arum tidak dapat kembali berubah kembali ke wujudnya. Ia harus menjalani bertapa selama 350 tahun di Gunung Galunggung. Dengan rasa berat berpisahlah pengantin baru itu. 

P.T. CANCER MAS FILM

SUZANNA
CLIFT SANGRA
SOENDJOTO ADIBROTO
H.I.M. DAMSJIK
RUTH PELUPESSY
ADE IRAWAN
ENNY BEATRICE


Sabtu, 26 Februari 2011

ACKYL ANWARI 1978-1994

ACKYL ANWARI
David Worth (menggendong anak) Ackyl Anwari mengarahkan adegan

Lahir di Palembang, 17 Juni 1944. Pendidikan fakultas ekonomi sampai tingkat 3.

Pemain sandiwara keliling ini mulai menerjunkan diri dalam dunia film tahun 1973, dimulai sebagai penulis skenario merangkap pencatat skrip dan penata busana. Kemudian dilanjutkan sebagai pembantu sutradara dan jadi sutradara penuh dalam "Wanita Siuman"

Rupanya diawal ia masih tertarik membuat mistik, hingga percampuran mistik dan sex hingga perkelahian adegan di mistik, hingga ke aksi laga film silat tempo dulu dengan memakai Barry Prima, hingga ke aksi laga kota. Akhirnya ia tertarik dengan aksi laga seperti film Hollywood saat itu Blood Sport dan lainnya. Tidak puas memakai Barry Prima lagi, ia memakai petarung dari Luar damn juga crew Asing. Hal ini trik untuk memikat pasar International. Tapi tetap saja bumbu sexnya yang dominan, sex dan pertarungan.

Mendata film dia sangat sulit, terlalu banyak judul yang tidak cocok anatara nasional dan internasional, beberapa kemungkinan mengganti judul indonesia, asing dan judul saat ijin produksi. Belum lagi akal-akalan produser yang mengedit juga bahan material film yang tidak terpakai karena durasi kepanjangan dan di tambah sedit adegan sex jadilah film baru tanpa mengeluarkan uang banyak.

Sementara itu Nyi Pelet, wanita pemuja setan yang suka menggoda lelaki dan menebar bencana, kembali mencoba menyebar keangkaramurkaannya di kawasan Yogyakarta dan sekitarnya. Kemolekan Nyi Pelet, sering membuat para lelaki bertekuk lutut; namun setelah tahu bahwa wanita cantik itu ganas dan kejam, para lelaki pun lari terbirit-birit.

Keganasan wanita pemuja setan itu semakin menjadi, setelah bertemu dan bersatu dengan Nyi Blorong, putri Ratu Pantai Selatan (Nyai Roro Kidul). Maka wajar, bila kekejaman dan keganasannya itu membuat banyak orang takut bertemu dengan dua siluman jahat tersebut.

Kejahatan yang ditebar dua wanita itu, tampak jelas pada pengambilan gambar atau syuting Dendam Nyi Pelet 4 dalam episode ''Pusaka Nyi Blorong'' yang dilakukan sejak Senin (27/1) lalu, di kawasan objek wisata Yogyakarta, seperti Pantai Parangtritis, Pantai Kukup, Krakal, Parangkusumo, Tamansari, Candi Barong, Candi Sewu, Keraton Boko, dan seputar Candi Prambanan. Kegiatan syuting itu, akan rampung minggu depan.

Dibanding episode sebelumnya, cerita ''Pusaka Nyi Blorong'' lebih menarik dan seru. Karena dalam cerita itu, Nyi Blorong mempunyai tujuan yang sama dan bersatu dengan Nyi Pelet sebagai seorang wanita pemuja setan.

''Terus terang, dalam cerita kali ini, selain ingin memberikan sesuatu cerita yang baik dan bermutu, kami juga ingin mengangkat kembali budaya tradisional Tari Lengger yang kini sudah hilang dalam ingatan kita,'' kata Ackyl Anwari.

Yang menarik dalam serial Nyi Pelet itu, sutradara maupun pihak produser masih tetap berpegangan pada budaya tradisonal Jawa. Meski diangkat dari cerita fiktif maupun cerita legenda, namun pihak PT Indosiar Visual Mandiri selaku produser tetap tidak mau meninggalkan pakem-pakem yang sudah ada.

Semua itu dilakukan setelah memperhatikan berbagai masukan dari berbagai pihak, termasuk sutradara, pemain, dan para pendukung lakon tersebut.

Semua itu dilakukan untuk berpacu dengan ''pesaing'', yakni Genta Buana Pitaloka yang kaya dengan seting-seting mewah dan permanen.

JARINGAN TERLARANG II 1990 ACKYL ANWARI
Director
DEWI ANGIN-ANGIN 1994 ACKYL ANWARI
Director
PERAWAN DI SARANG SINDIKAT 1986 ACKYL ANWARI
Director
GODAAN SILUMAN PEREMPUAN 1978 ACKYL ANWARI
Director
NODA X 1984 ACKYL ANWARI
Director
PENGANTIN RIMBA HITAM 1989 ACKYL ANWARI
Director
RATU PANTAI SELATAN 1980 ACKYL ANWARI
Director
SIAPA MENABUR BENCI AKAN MENUAI BENCANA 1988 ACKYL ANWARI
Director
DARAH PERJAKA 1985 ACKYL ANWARI
Director
DUKUN LINTAH 1981 ACKYL ANWARI
Director
TRIPLE CROSS 1991 ACKYL ANWARI
Director
TIADA TITIK BALIK 1991 ACKYL ANWARI
Director
TARZAN RAJA RIMBA 1989 ACKYL ANWARI
Director
MEMBELA HARGA DIRI 1992 ACKYL ANWARI
Director
PERTEMPURAN SEGI TIGA 1990 ACKYL ANWARI
Director
SUNAN KALIJAGA DAN SYECH SITI JENAR 1985 SOFYAN SHARNA
Director
MANDALA PENAKLUK SATRIA TARTAR 1988 ACKYL ANWARI
Director
GADIS MALAM 1993 ACKYL ANWARI
Director
KENIKMATAN TABU 1994 ACKYL ANWARI
Director
BIDADARI BERAMBUT EMAS 1992 ACKYL ANWARI
Director
ANGEL OF FURY 1993 ACKYL ANWARI Martial arts Director
JARINGAN TERLARANG 1987 ACKYL ANWARI
Director
MANDALA DARI SUNGAI ULAR 1987 ACKYL ANWARI
Director
GENTA PERTARUNGAN 1989 ACKYL ANWARI
Director.

Second Unit Director or Assistant Director:
  1. Lady Dragon 2 (1993) (assistant director)
  2. Rage and Honor II (1993) (assistant director)