Rabu, 26 Januari 2011

SECANGKIR KOPI PAHIT / 1984

SECANGKIR KOPI PAHIT


Togar (Alex Komang), mahasiswa dari Sumatera Utara, sangat diharapkan orang tuanya untuk menjadi sarjana ekonomi. Karena bakatnya di bidang jurnalistik, Togar kandas dan menjadi buruh kasar di sebuah pabrik semen. Atas bantuan Buyung (Ray Sahetapy) Togar mulai aktif menulis di surat kabar, dan lalu minta berhenti dari pabrik semen. Sewaktu bekerja di pabrik, Togar pernah bergaul dengan seorang janda beranak tiga, Lola (Rina Hassim). Dalam keadaan kehilangan pegangan, Togar pernah meniduri Lola. Menjalankan tugas jurnalistiknya, Togar ingin meliput kisah Karsih, gadis yang terjebak ketika hendak mencari kerja ke Jakarta. Malang bagi Togar. Ia dituduh melarikan Karsih, sehingga ditahan. Dalam tahanan, muncul janda Lola yang sudah hamil oleh Togar. Dengan pasrah, Togar menerima Lola sebagai isteri, tapi untuk pulang ke kampung, Togar tak berani dan malu. Perasaan itu ia hilangkan tatkala ia harus pulang karena ayahnya meninggal. Kampungnya ternyata tak sekejam yang ia bayangkan. Lola dan anak-anaknya diterima dalam marga, sebagai keluarga yang sah. Kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Kecelakaan terjadi akibat kelalaian Togar yang melarikan perahu motor terlalu kencang. Lola tak dapat berenang dan tenggelam di danau Toba. Togar lebih tertempa lagi hidupnya.

 
 

Note: Seperti halnya film Perkawinan Dalam Semusim, Teguh kembali jenuh dengan produksi yang beruntun dan terasa rutin. Kegelisahan dan kegamangan Teguh dapat terbaca dari pemilihan judul filmnya yang terkesan menampilkan kegetiran. Dalam film ini, konflik adegannya terasa lemah motivasinya dan yang terasa hanyalah kemarahan emosional yang tanpa sebab. Secangkir Kopi Pahit ternyata menggambarkan kegetiran dalam kerja rutin.

P.T. SUKMA PUTRA FILM


RINA HASSIM
ALEX KOMANG
DEWI YULL
RAY SAHETAPY
SYLVIA WIDIANTONO
LINA BUDIARTI
ZAINAL ABIDIN DOMBA
MARULI SITOMPUL
ETTY SUMIATI
DHALIA
MUSSOLINI MUSLICH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar