Tampilkan postingan dengan label PEGAWAI TINGGI / 1954. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEGAWAI TINGGI / 1954. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Februari 2011

PEGAWAI TINGGI / 1954

 

Ruliah (Ermina Zaenah) sebetulnya dari keluarga miskin, tapi bersifat tidak mau tersaingi oleh yang lain, terutama dalam soal kebendaan. Dia mendambakan suami seorang pegawai tinggi. Dalam pesta pernikahan Rusli (Awaludin) dan Rini (Sumarni), Ruliah berkenalan dengan Husni (Rd. Mochtar). Dikira pegawai tinggi, padahal Husni cuma pegawai rendahan, akhirnya Ruliah jadi menikahi pemuda yang masih mahasiswa fakultas hukum itu. Demi cintanya, Husni memenuhi apa saja yang diinginkan Ruliah. Termasuk ke pesta yang diperuntukkan bagi pegawai tinggi. Untuk keperluan itu Ruliah pinjam kalung intan dari Rini. Kalung itu hilang di tengah jalan. Terpaksa Husni pinjam uang untuk membeli kalung. Kemudian harus bekerja keras supaya bisa mencicil hutang. Untunglah Ruliah jadi sadar, sedia pula banting tulang, demi mempercepat lunasnya hutang.

Sesudah hutang terlunasi, barulah Rini menjelaskan bahwa kalung miliknya palsu (imitasi). Disertai kemauan baik Rini yang mengembalikan kalung (asli) kepada Ruliah. Kegembiraan bertambah ketika Husni pulang dengan berita telah lulus sebagai sarjana hukum.Ruliah (Ermina Zaenah) sebetulnya dari keluarga miskin, tapi bersifat tidak mau tersaingi oleh yang lain, terutama dalam soal kebendaan. Dia mendambakan suami seorang pegawai tinggi. Dalam pesta pernikahan Rusli (Awaludin) dan Rini (Sumarni), Ruliah berkenalan dengan Husni (Rd. Mochtar). Dikira pegawai tinggi, padahal Husni cuma pegawai rendahan, akhirnya Ruliah jadi menikahi pemuda yang masih mahasiswa fakultas hukum itu. Demi cintanya, Husni memenuhi apa saja yang diinginkan Ruliah.

Termasuk ke pesta yang diperuntukkan bagi pegawai tinggi. Untuk keperluan itu Ruliah pinjam kalung intan dari Rini. Kalung itu hilang di tengah jalan. Terpaksa Husni pinjam uang untuk membeli kalung. Kemudian harus bekerja keras supaya bisa mencicil hutang. Untunglah Ruliah jadi sadar, sedia pula banting tulang, demi mempercepat lunasnya hutang. Sesudah hutang terlunasi, barulah Rini menjelaskan bahwa kalung miliknya palsu (imitasi). Disertai kemauan baik Rini yang mengembalikan kalung (asli) kepada Ruliah. Kegembiraan bertambah ketika Husni pulang dengan berita telah lulus sebagai sarjana hukum.
PERSARI