Tampilkan postingan dengan label MUSTIKA SAKTI / 1989. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUSTIKA SAKTI / 1989. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Maret 2011

MUSTIKA SAKTI / 1989

MUSTIKA SAKTI

 

Dalam Surat Izin Produksi, judul film ini "Kutukan Empu Bharata". Serial Wiro Sableng 212.
Saat terbunuh oleh keris buatannya sendiri yang ditempanya selama tujuh tahun, Empu Bharata (BZ Kadaryono) mengeluarkan kutukan pada pembunuhnya, Untung Pararean (Arthur Tobing), muridnya sendiri. Sepanjang hidupnya Untung akan sengsara dan terbunuh oleh keris buatannya sendiri juga. Pada awalnya Untung hidup bahagia, mendapat istri cantik, Sri Kemuning (Wieke Widowati), keponakan raja, karena menyelamatkannya dari gangguan perampok. Untung jadi panglima. Kemudian kutukan mulai berjalan. Istrinya serong. Akibatnya, Untung sakit-sakitan nyaris gila. Untung ada seorang kyai yang tiba-tiba datang dan menolongnya. 

Entah bagaimana, istri dan anaknya berada di tempat kakak Empu Barata, Pendekar Muka Bopeng (Nizar Zulmi), yang sempat merusak wajah Untung. Saat itu sang kyai datang lagi menolong. Untung lalu mencari istri dan anaknya dengan bercadar hitam untuk menutupi wajahnya yang rusak. Di sini muncul Wiro Sableng (Tony Hidayat), yang punya urusan sendiri. Waktu urusannya selesai, ia ikut campur dengan urusan Untung. Muka Bopeng sendiri sedang menunggu musuhnya yang juga bercadar hitam. Semua akhirnya bertemu di pulau tempat tinggal Muka Bopeng dan terjadi pertempuran berbagai pihak. Untung mati dengan kerisnya sendiri di tangan anaknya sendiri, yang tidak tahu siapa ayahnya. Ia hanya mengenal Muka Bopeng sebagai ayahnya. Sri Kemuning dan anaknya juga meninggal oleh keris itu. Maka terlaksanalah kutukan Empu Bharata.
 P.T. CANCER MAS FILM

WIEKE WIDOWATI
ARTHUR TOBING
TONNY HIDAYAT
NIZAR ZULMI
B.Z. KADARYONO
TIEN KADARYONO
YAN BASTIAN
ANITA BOOM
HENDRINA S
IPUT CHANDRA
ALWI AS
DJAUHARI EFFENDI