Senin, 05 Maret 2012

SASKIA / 1988

SASKIA

Kishi (Nurul Arifin) dibentak dosennya yang juga dokter, Ramon (Rico Tampatty), karena terlambat masuk ruang kuliah. Di luar Kishi menyatakan protes atas perlakuan itu. Sikap ini justru menumbuhkan rasa suka Ramon. Ia mendekati dan berhasil memacarinya. Ditunjukkan pula sisi lain kehidupannya: penyanyi klab malam. Malah Ramon merasa ia lebih bisa melampiaskan seluruh dirinya sebagai penyanyi dan bukan sebagai dokter dan dosen, yang dijalaninya karena menuruti orangtua. Kebolehannya ini membuat ia ditaksir pemilik klab malam lain. Ramon menolak. Manajer pentas, Sahadi (Charlie Sahetapy) bekerja sama dengan pesaing tadi. Ramon dijebak. Ia difoto bersama dengan perempuan dalam keadaan teler. Foto itu diterima Kishi. Dan tanpa memberi tahu alasannya, Kishi memutuskan hubungan. Ramon sakit hati. Ia lalu membalas saat melihat kesempatan bahwa adik Kishi, Saskia (Deasy Ratnasari), pelajar SMA, jatuh cinta padanya. Kishi hanya bisa melarang tanpa memberi alasan. Suatu hari, Saskia dan teman-teman berlibur ke puncak. Ayahnya minta Kishi menemaninya. Di sana ada Ramon juga. Kishi dan Ramon bertengkar di ruang tertutup. Saskia mendengar dan pingsan. Ramon menyesal dan memberi tahu pada Saskia bahwa mereka sebaiknya berpisah. Lalu ia juga minta maaf pada Kishi sambil menjelaskan dendam sakit hatinya. Ia minta Kishi kembali. Kishi menolak. Saskia seolah lupa pada peristiwa sebelumnya dan bisa kembali ceria.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar