Kamis, 09 Juni 2011

GERBANG KEADILAN / 1989













 
Ronald (Hengky Tornando), juara tindju, tidak mendapat warisan perusahaan ayah angkatnya yang meninggal. Yang mendapat adalah anak angkat yang lain, Anton (Asrul Zulmi), yang lebih mementingkan usaha gelapnya berupa penyelundupan emas batangan, daripada memelihara perusahaan. Anak kandung keluarga itu, Erna (Anneke Putri), lebih sibuk berhura-hura. Lalu ada Boma (Advent Bangun), bekas narapidana yang merasa bisa mengatasi semua jago tinju. Boma masih melanjutkan usaha jahatnya. Ia merampok perusahaan penukaran uang asing. Berhasil dan lari. Ia kemudian direkrut oleh Anton, meski Boma punya dendam pribadi terhadap Anton. Ini semua yang harus dihadapi Ronald dan Erna dan berhasil.

NEWS
19 Agustus 1989 Aktor pengganti

PEMBALAP Aswin Bahar beraksi. Dan produser Lucy Sukardi deg-degan. "Jantung ini terasa mau copot." Apa hubungan pembalap dan produser film ini? Aswin, 43 tahun, diajak main film. Cuma, tampangnya tak bakal dikenali sebagai Aswin Bahar. Karena sang pembalap hanya sebagai stunt man alias pemain pengganti dalam film Gerbang Keadilan. Aktor yang digantikannya adalah Hengky Tornando. Meski baru pertama kali menjadi sasaran mata kamera, Aswin tampil dengan permainan cantik. Mendebarkan sekali. "Pendeknya semua adegan berbahaya itu dibuat tanpa trik atau tipuan," kata Aswin kepada Budiono Darsono dari TEMPO, sembari tersenyum. Menurut pengakuannya, ia tertarik menerima tawaran Lucy karena masih menyangkut bidangnya. Ada niat menjadi bintang film? "Sama sekali tidak," jawabnya seraya berkemas untuk segera bertolak ke Negeri Belanda mengikuti sebuah lomba balap internasional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar