Minggu, 23 Januari 2011

PITRAJAYA BURNAMA 1963-2004

PITRAJAYA BURNAMA



Foto ini saya ambil 2 hari sebelum beliau meninggal 6/nov/2010, sedang melalukan reading untuk main film. Om piet (kiri) - Norman Dorisman (tengah) - Surya (kanan)

Pitrajaya Burnama lahir di Cirebon, Jawa Barat, pada 8 Agustus 1934, ia lebih dikenal dengan panggilan Piet Burnama. Ia adalah seorang aktor sekaligus sutradara Indonesia yang populer di era tahun 1960 hingga tahun 1990-an.

Film-film yang ia bintangi kebanyakan bertema komedi dan laga. Seangkatan dengan aktor senior seperti Rachmat Hidayat, Kusno Sudjarwadi, Maruli Sitompul, dan W.D. Mochtar. Sedangkan film-film yang disutradarai olehnya banyak dimainkan oleh aktor kawakan seperti Bambang Irawan, Ratno Timoer, dan Rachmat Kartolo.

Dalam pementasan ATNI, Yogyakarta, di tahun 1950-an, Piet lebih banyak berrada di belakang layar, antara lain sebagai penata lampu. Tapi pernah juga mendapat peran utama dalam pementasan Montserrat sebagai kolonel yang kejam. Pertama kali terjun ke dunia layar perak dalam film Aku Hanya Bajangan (1963). Setelah itu, ia bolak-balik antara bermain dan menjadi sutradara film.

Ia juga seorang penulis skenario. Tapi prestasinya lebih menonjol sebagai aktor film. Lima kali masuk nominasi FFI, antaranya dalam film : Nilai di Gaun Putih (FFI 1982), Serpihan Mutiara Retak (FFI 1985), Beri Aku Waktu (FFI 1986), Tjoet Nja ’Dhien (FFI 1988) dan Langitku Rumahku (FFI 1990). Dalam FFI 2004, ia masuk menjadi nomimator peraih pemeran pria terbaik lewat FTV Perayaan Besar produksi Miles Production.

Nyong Ambon ini lahir jauh dari kampung nenek-moyangnya, ketika orang tuanya sedang jauh merantau di Cirebon. Dia lahir pada 8 Agustus 1934. Tapi sulung dari 13 bersaudara ini kemudian dibawa pulang ke Kepulauan Maluku, tanah leluhurnya. Setelah menghabiskan masa remaja di Amahai, dia merantau ke Jakarta pada 1956.

Penampilannya di masa muda tergolong menarik. Tapi di tahun 1950-an, ternyata modal tampang saja tidak cukup untuk jadi bintang di film. Pieter Mozes Burnama pun rela jadi tukang dekor dan penata lampu dalam syuting film. Waktu seorang sutradara butuh aktor, maka jadilah dia aktor. Dia membuang bau Belanda dalam namanya dengan memakai nama panggung Pietrajaya Burnama alias Piet Burnama. Wajahnya kerap muncul dalam film-film Indonesia, termasuk dalam film Warkop DKI,

Beberapa penikmat teater tak lupa bagaimana akting Piet dalam pegelaran teater di masa mudanya. “Permainannya sebagai Kolonel Izquerdo dalam drama Montserrat karya Emmanuel Robles, pada 1960, menempatkan Piet sebagai 'pemain watak' yang sangat diperhitungkan,” tulis Leila S. Chudori dan Amarzan Loebis dalam obituari Piet, "Perginya Pemain Watak Terakhir", di majalah Tempo (16/11/2010).

“Sukses yang dicapai lewat Monserrat ternyata tidak hanya mengangkat nama ATNI tapi nama beberapa siswa ATNI pun terangkat ke atas. Dan barangtentu diantaranya adalah Pitradjaja Burnama aktor pentas yang kita hidangkan dalam rubrik 'Dari kehidupan Seniman' minggu ini,” tulis J. As di surat kabar Minggu Pagi (25/11/1962) yang menampilkan Pietrajaya Burnama.

Di tahun 1960 itu, selain bermain dalam Montserrat, Piet juga tampil dalam film. Meski bukan peran utama.

Sutradara Wim Umboh (1933-1986), seperti disebut dalam Minggu Pagi (25/11/1962), adalah orang yang menariknya terjun ke dunia film. Mula-mula di film Istana Yang Hilang (1960) produksi Aris Film. Lalu Mendung Sendja Hari, di tahun dan rumah produksi yang sama. Selain itu dia juga tampil dalam film Pedjuang. Lagi-lagi bukan peran utama. Sebagai pemuda yang pernah belajar teater di ATNI, Piet tidak kaku berakting bersama orang-orang film yang sudah berpengalaman.

Tahun 1960 adalah tahun pentingnya terjun di dunia film. “Sejak saat itu Piet mengukuhkan diri di dunia sinema Indonesia sebagai pekerja keras yang sederhana, lembut, dan bermartabat,” tulis Leila S. Chudori dan Amarzan Loebis.

Putra sulung dari pasangan Orpha Burnama dan Teofillus Burnama ini bukan aktor yang melulu tampil sebagai peran utama protagonis. Apa saja dia bisa. Tak heran jika dia tergolong salah satu aktor watak Indonesia yang pernah ada.

J. As pernah bertemu dengan Piet pada 1962 di Studio Infico Rawasari Kebayoran Lama, Jakarta. J. As tak menyangka bahwa Piet Burnama, yang sudah sering ditulis di media-media terkait film kala itu, “Orangnya ramah tamah. Senyumnya manis seperti senyum wanita.”


Kala diwawancarai J. As, Piet yang biasanya berkumis terlihat berjenggot.

“Kenapa berjenggot?” tanya J As.

“Saya baru saja menyamun anak perawannya Oom Usmar,” jawab Piet sambil tersenyum.

Kala itu, seperti dicatat J. As, Perfini pimpinan Usmar Ismail telah merampungkan syuting Anak Perawan di Sarang Penyamun yang berlokasi di Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam film yang ceritanya diambil dari novel karya Sutan Takdir Alisjahbana ini, bermain pula Bambang Hermanto, Bambang Irawan, dan Nurbany Jusuf. Seperti Piet, dua Bambang berperan sebagai penyamun dan Nurbany Jusuf sebagai anak perawan.

Piet rela tak berkumis demi perannya. Dalam film Max Havelaar yang diproduksi 1976, Piet berperan sebagai jaksa yang diam-diam membantu Max Havelaar untuk menghadapi Bupati Lebak yang lalim. Di film ini, kita bisa melihat Piet Burnama tampil tanpa kumis.

Dalam film-film lainnya, maupun dalam foto-foto yang beredar, Piet terlihat berkumis. Di film Max Havelaar kita serasa melihat Piet Burnama tidak ada dalam film—yang ada hanya jaksa yang diperankannya. Begitulah seharusnya aktor watak: menghidupkan film dengan perannya. Bila perlu, karakter yang diperankannya menenggelamkan diri si aktor.

Pada zaman Orde Baru, Piet tetap main film. Kumis dan wajahnya biasa muncul di layar perak. Ia bermain dalam film Warkop DKI seperti Dongkrak Antik (1982) dan Mana Bisa Tahan (1990). Piet Burnama pernah juga beradu akting dengan Dedy Mizwar dalam Irisan-irisan Hati (1988) yang berlatar hubungan Indonesia-Malaysia pada masa konfrontasi.

Piet berperan sebagai bapak mertua dari seorang sukarelawan Dwikora yang diperankan Dedy Mizwar. Di film itu, mertua dan menantu berdebat terkait revolusi.

Piet dapat pujian dalam film itu. “Saya terkesan permainan Pitrajaya Burnama. Di situ Pitrajaya (aktor didikan ATNI) bermain sebagai bekas pejuang yang berhadapan dengan seorang mahasiswa,” tulis Salim Said dalam Pantulan Layar Putih: Film Indonesia dalam Kritik dan Komentar (1991: 260).

Dari sekian banyak peran yang dilakoninya, sosok yang diperankan Piet yang paling diingat adalah Pang Laot dalam film Tjoet Nja' Dhien (1986).

Pang Laot yang diperankan Piet merupakan sosok yang di mata orang awam dianggap jahat. Pang Laot adalah pembantu penting dari Cut Nyak Dien dalam gerilya melawan Belanda. Ia yang diam-diam bekerjasama dengan Belanda ternyata tidak tega melihat Cut Nyak Dien yang terus menua dan terganggu matanya jika terus bergerilya. Hingga dia pun bikin perjanjian dengan Kapten Veltman—yang diperankan Rudy Wowor—agar jika Cut Nyak Dien tertangkap, istri Teuku Umar itu diperlakukan dengan baik oleh pemerintah kolonial.

Pernah juga Piet memerankan tokoh protagonis di mata orang-orang Indonesia. Piet memerankan sosok Daeng Azis, nakhoda kapal asal Makassar sekaligus penyelundup senjata bagi orang-orang Lombok yang sedang berperang melawan tentara KNIL Belanda. Piet berusaha keras meniru cara bicara dan logat orang Makassar.

Di film, Piet ternyata tak hanya berakting, ia juga pernah duduk di kursi sutradara. Sejak berkarier di zaman Sukarno jadi presiden, setidaknya, menurut Leila S. Chudori dan Amarzan Loebis, Piet Burnama telah bermain dalam lebih dari 102 film dan telah menyutradarai lebih dari 34 film.

Di tahun-tahun terakhir hidupnya, Piet Burnama terlibat dalam film Serdadu Kumbang. Setelah tutup usia pada 6 November 2010, tepat hari ini delapan tahun lalu, dia dimasukkan dalam satu liang kubur bersama Maria Burnama Monoarfa, istrinya, yang lebih dahulu pergi. Piet dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Perwira, Bekasi Barat.

GOYANG SAMPAL TUA 1978 RATNO TIMOER
Actor
DIAMBANG FADJAR 1964 PITRAJAYA BURNAMA
Director
SUSANA-SUSANA BUKTIKAN CINTAMU 1984 PITRAJAYA BURNAMA
Actor.Director
JANIN AJAIB 1989 TONNY BURNAMA
Actor
MALU-MALU KUCING 1980 ISHAQ ISKANDAR
Actor
MANDI DALAM LUMPUR 1984 SUSILO SWD
Actor
TERGODA 1994 ABDI WIYONO
Actor
TAPAK-TAPAK KAKI WOLTER MONGINSIDI 1982 FRANK RORIMPANDEY
Actor
GAWANG GAWAT 1984 PITRAJAYA BURNAMA
Director
GERHANA 1985 BUCE MALAWAU
Actor
SAAT-SAAT YANG INDAH 1984 SOPHAN SOPHIAAN
Actor
TAKSI JUGA 1991 ISMAIL SOEBARDJO
Actor
KARMA 1965 PITRAJAYA BURNAMA
Director
SI PAHIT LIDAH DANS SI MATA EMPAT 1989 LILIK SUDJIO
Actor
PEDJUANG 1960 USMAR ISMAIL
Actor
JANGAN BIARKAN MEREKA LAPAR 1974 CHRIS PATTIKAWA
Actor
JANGAN BILANG SIAPA-SIAPA 1990 CHAERUL UMAM
Actor
GODAAN MEMBARA 1994 DHANY FIRDAUS
Actor
GODAAN PEREMPUAN HALUS 1993 JOPI BURNAMA
Actor
SEJUTA SERAT SUTRA 1981 DASRI YACOB
Actor
YANG 1983 AMI PRIJONO
Actor
GUNDALA PUTRA PETIR 1981 LILIK SUDJIO
Actor
TONGKAT SAKTI 1982 WILLY WILIANTO
Actor
PENDEKAR BUKIT TENGKORAK 1987 PITRAJAYA BURNAMA
Director
BUNGA DESA 1988 A. RACHMAN
Actor
DANGER -KEINE ZEIT ZUM STERBEN 1984 HELMUT ASHLEY
Actor
BERGOLA IJO 1983 ARIZAL
Actor
PINTAR-PINTARAN 1992 YAZMAN YAZID
Actor
AJIAN MACAN PUTIH 1982 M. SHARIEFFUDIN A
Actor
DONGKRAK ANTIK 1982 ARIZAL
Actor
ANTARA TIMUR DAN BARAT 1963 TURINO DJUNAIDY
Actor
SORGA YANG HILANG 1977 PITRAJAYA BURNAMA
Director
RAJA PUNGLI 1977 PITRAJAYA BURNAMA
Director
MERANGKUL LANGIT 1986 M.T. RISYAF
Actor
NILA DI GAUN PUTIH 1981 SANDY SUWARDI HASSAN
Actor
BERI AKU WAKTU 1986 BUCE MALAWAU
Actor
KULIHAT CINTA DI MATANYA 1985 BOBBY SANDY
Actor
KABUT PERKAWINAN 1984 WIM UMBOH
Actor
PENGINAPAN BU BROTO 1987 WAHYU SIHOMBING
Actor
PENGANTIN 1990 WIM UMBOH
Actor
MEI LAN, AKU CINTA PADAMU 1974 PITRAJAYA BURNAMA
Director
SI BUTA DARI GUA HANTU 1977 PITRAJAYA BURNAMA
Director
BILUR-BILUR PENYESALAN 1987 NASRI CHEPPY
Actor
MISTRI DI BOROBUDUR 1971 PITRAJAYA BURNAMA
Director
ARWAH ANAK AJIAB 1988 TOMMY BURNAMA
Actor
ATENG KAYA MENDADAK 1975 PITRAJAYA BURNAMA
Director
ATENG RAJA PENYAMUN 1974 PITRAJAYA BURNAMA
Director
LEMBAH HIDJAU 1963 HASMANAN
Actor.Director
RANJAU-RANJAU CINTA 1984 NASRI CHEPPY
Actor
PLIN PLAN 1992 YAZMAN YAZID
Actor
DUEL NAGA WULUNG 1982 DASRI YACOB
Actor
TJOET NJA DHIEN 1986 EROS DJAROT
Actor
PENCURI 1984 PITRAJAYA BURNAMA
Director
SEJOLI CINTA BINTANG REMAJA 1980 DASRI YACOB
Actor
MUSANG BERJANGGUT 1983 PITRAJAYA BURNAMA
Director
KUNANTI DJAWABMU 1964 WIM UMBOH
Actor
DIA BUKAN BAYIKU 1988 HASMANAN
Actor
MENDUNG SENDJA HARI 1960 WIM UMBOH
Actor
PREMAN 1985 TORRO MARGENS
Actor
DI DADAKU ADA CINTA 1986 NASRI CHEPPY
Actor
BISIKAN ARWAH 1988 JOPI BURNAMA
Actor
DON AUFAR 1986 PITRAJAYA BURNAMA
Director
PENDEKAR BAMBU KUNING 1971 PITRAJAYA BURNAMA
Director
JERITAN SI BUYUNG 1977 PITRAJAYA BURNAMA
Director
RATAPAN ANAK TIRI II 1980 SANDY SUWARDI HASSAN
Actor
PERAWAN RIMBA 1982 DANU UMBARA
Actor
LIMA HARIMAU NUSANTARA 1991 PITRAJAYA BURNAMA
Director
LANGITKU RUMAHKU 1989 SLAMET RAHARDJO
Actor
SERPIHAN MUTIARA RETAK 1985 WIM UMBOH
Actor
PERCINTAAN 1973 PITRAJAYA BURNAMA
Director
NOESA PENIDA 1988 GALEB HUSEIN
Actor
WANITA SEGALA ZAMAN 1979 HASMANAN
Actor
AKCE KALIMANTAN 1961 VLADIMIR SIS Drama Actor
APA JANG KAU TJARI, PALUPI? 1969 ASRUL SANI
Actor
CINTA PUNYA MAU 1989 CHRIST HELWELDERY
Actor
TIADA TITIK BALIK 1991 ACKYL ANWARI
Actor
PACAR KEDUA 1989 JOPI BURNAMA
Actor
GARA-GARA 1993 ARIZAL
Actor
AKU HANJA BAYANGAN 1963 PITRAJAYA BURNAMA
Director
OPERA JAKARTA 1986 SJUMAN DJAYA
Actor
MALAM JAHANAM 1971 PITRAJAYA BURNAMA
Director
SI BUTA DARI GUA HANTU 1985 RATNO TIMOER
Actor
UNTUKMU KUSERAHKAN SEGALANYA 1984 YAZMAN YAZID
Actor
IMPIAN PERAWAN 1976 CHRIS PATTIKAWA
Actor
GADIS METROPOLIS 1992 SLAMET RIYADI
Actor
BARANG TITIPAN 1991 IDA FARIDA
Actor
TAK SEINDAH KASIH MAMA 1986 HASMANAN
Actor
CINTA ANAK MUDA 1990 HADI POERNOMO
Actor
CINTA 1975 WIM UMBOH
Actor
BALLADA KOTA BESAR 1963 WAHYU SIHOMBING
Actor
DAN BUNGA-BUNGA BERGUGURAN 1970 WIM UMBOH
Actor
RIMBA PANAS 1988 RATNO TIMOER
Actor
PEDANG NAGA PASA 1990 SLAMET RIYADI
Actor
KEMESRAAN 1989 PITRAJAYA BURNAMA
Director
PEREMPUAN 1973 PITRAJAYA BURNAMA
Director
PEREMPUAN BERGAIRAH 1982 JOPI BURNAMA
Actor
BUMI BULAT BUNDAR 1983 PITRAJAYA BURNAMA
Actor.Director
TANGKUBAN PERAHU 1982 LILIK SUDJIO
Actor
DUEL 1970 PITRAJAYA BURNAMA
Director
PEMBURU HARTA KARUN 1984 DASRI YACOB
Actor
PEMBURU NYAWA 1990 JOPI BURNAMA
Actor
DALAM SINAR MATANYA 1972 PITRAJAYA BURNAMA
Actor.Director
IRISAN-IRISAN HATI 1988 DJUN SAPTOHADI
Actor
GADIS HITAM PUTIH 1985 WAHYU SIHOMBING
Actor
TANTANGAN 1969 PITRAJAYA BURNAMA
Director
NYI MAS GANDASARI 1989 M. SHARIEFFUDIN A
Actor
PUTRI KEMBANG DADAR 1990 DASRI YACOB
Actor
MANA BISA TAHAN 1990 ARIZAL
Actor
DUA KEKASIH 1990 AGUS ELLYAS
Actor
SEMUA KARENA GINAH 1985 NYA ABBAS AKUP
Actor
POKOKNYA BERES 1983 ARIZAL
Actor
LEBAK MEMBARA 1982 IMAM TANTOWI
Actor
SENTUHAN KASIH 1982 WILLY WILIANTO
Actor
DETEKTIF DANGDUT 1976 PITRAJAYA BURNAMA
Director
JANJI SARINAH 1976 ARIZAL
Actor
SENYUM DAN TANGIS 1974 ARIZAL
Actor
SIMPHONY YANG INDAH 1981 PITRAJAYA BURNAMA
Actor.Director
DEMI ANAKKU 1979 PITRAJAYA BURNAMA
Director
RANJANG PEMIKAT 1993 PITRAJAYA BURNAMA
Director
MODAL DENGKUL KAYA RAYA 1978 PITRAJAYA BURNAMA
Director
SESAAT DALAM PELUKAN 1989 SOPHAN SOPHIAAN
Actor
GITA TARUNA 1966 PITRAJAYA BURNAMA
Director
AJIAN PAMUNGKAS 1990 SLAMET RIYADI
Actor
GEJOLAK KAWULA MUDA 1985 MAMAN FIRMANSJAH
Actor
GEJOLAK CINTA PERTAMA 1985 TOMMY BURNAMA
Actor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar