Kamis, 03 Februari 2011

SELALU DI HATIKU / 1975

SELALU DI HATIKU

Pertemuan antara Lily dan Hendra Cipta hingga mereka berumah tangga hidup bahagia dan dikaruniai seorang anak perempuan bernama Santi.

Hendra menerima ucapan selamat dari teman dan kerabatnya, mereka begitu menyayangi anak mereka. Santi anak yang lucu dan periang, sehingga mereka hidup sangat bahagia.

Suatu hari sepulang dari berlibur, setibanya di rumah Lily jatuh sakit. Lily dan suaminya pergi untuk memeriksakan penyakitnya ke dokter. Dokter menyarankan Lily untuk masuk rumah sakit. Mereka mengikuti saran dokter dan merawat Lily di RS.

Semakin hari keadaan Lily semakin memburuk, Hendra berusaha untuk merawat istrinya sebaik mungkin, dan berharap istrinya sembuh. Banyak sudah pekerjaan yang tertunda akibat tersitanya waktu untuk merawat istrinya

Santi yang semula periang menjadi anak yang pemurung dan suka menyendiri, karena tidak lagi bisa berkumpul dengan kedua orang tuanya.

Suatu hari keadaan Lily yang sudah agak membaik sehingga dokter memperbolehkan ia pulang, Santi sangat bahagia karena mereka bisa berkumpul kembali.

Sampai pada suatu hari, Lily kembali jatuh sakit hingga ia pingsan. Dokter kembali memeriksa keadaaan Lily namun penyakitnya sudah sangat parah sehingga akhirnya maut merenggutnya.

NEWS07 Februari 1976

Membuat film di musim hujan

MUSIM hujan yang seru belakangan ini tak kurang juga bikin gelagapan orang-orang film. Tapi bagi Has Manan -- itu sutradara yang pernah beroleh piala Citra buat film Rio Anakku di FFI Surabaya -- cuaca agaknya tak usah dituding jadi momok. Maka ia pun terbilang satu-satunya sutradara yang berani bikin film pada musim hujan ini.

Tapi seperti diungkapkannya: "Gila, masa iya gua sengaja kerja di musim hujan". Film itu berjudul: Selalu Di Hatiku, kini rampung pengambilannya, yang dibintangi Lenny Marlina, Hendra Cipta dan si cilik Santi Sardi. Lalu apa caranya menghindari usikan cuaca? Ada juga sih main kucing-kucingan menunggu matahari, tapi jalan cerita rupanya memungkinkan "shooting lebih banyak interior" tutur salah seorang awak film tersebut.

Has Manan yang kini berperawakan cukup subur itu lagi merencanakan penggarapan film baru. Kali ini dengan tema komedi, dan pemain utamanya: Ateng dan Iskak. Nampaknya Has Manan orang pertama yang bakal menangani kepingan Kwartet Jaya itu. "He,ini bukan berarti aku termasuk orang ketiga dalam pecahnya Kwartet Jaya katanya cepat. Seraya menghunus sebatang Dunhill ditambahkannya: "Ini hanya spontan saja sebagai orang yang berfikiran komersiil"

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar