Minggu, 06 Februari 2011

PH CARLI / "FLIP" F.CARLI / 1930-1932


PH CARLI / "FLIP" F.CARLI

STEM DES BLOED, DE/NJAI SITI
1930 PH CARLI
Director
KARINA'S ZELFOPOFFERING 1932 PH CARLI
Director.


PH CARLI.


Berawal dari kegagalan pembuat film Holland, yang bukan karena mutunya tetapi penonton di Holland kurang menarik perhatian pada daerah jajahan tropis, PH Carli orang Belanda yang menetap di Hindia, bersama G.Krugers berawal dari juru foto. Carli mempunya toko potret di Batavia dan Krugers di Bandung.

Nama asli F.Carli adalah Ph.Carli, ia di kenal dengan nama "Flip" Carli, keturunan Italia warganegara Belanda. Lahir di Bandung 1879 ayahnya seorang Mayor militer Belanda. Ketika ia berusia 7 tahun dia sekolah di Belanda, dalam umur 21 tahun ia sebagai kapten kesebelasan sepak bola sekolahnya, HBS, ia terpilih memperkuat tim kesebelasan nasional Belanda. 1901 ia kembali ke Hindia dan bekerja sebagai pemegang buku pabrik gula dekat Semarang. Ia memiliki kesenangan terhadap fotography sehinga berhenti bekerja dan membuat toko foto di Keramat, dekat pojok Kwitang (Batavia). Lalu ia tertarik pada Film.

Filmnya yang membuat namanya mencuat adalah ketika ia memfilmkan bencana meletusnya gunung Kelud. Lalu ia mendapat orderan membuat film propaganda dari Bank Tabungan Pos, film itu dipertunjukan tanggal 9 Januari 1925 di Bioskop Cinema, Batavia, dihadapan undangan antara lain, Prof Husein Djajadiningrat dan lainnya. Pada 1926 Carli diberitakan membuat film untuk lembaga pastur di Bandung, dan menjadi operator film yang terkenal di Batavia.

Carli mendapat saingan dalam membuat film dokumentar dari Hollan William Mulles dan beberapa orang Cina. Setelah itu tidak ada kabar lagi tentang film dokumentar.

Awal 1926 Carli cukup setuju dengan pernyataan bahwa film buatan Hindia bisa di nikmati orang International dan tidak kalah untuk bersaing dengan film yang beredar, Amerika dan Eropha. Walapun mutunya kurang baik, tetapi secara keunikan bisa menarik penonton yang dinilai membutuhkan selingan cerita, walaupun cara penyajiannya masih kurang baik. Carli, Schilling dan bersama Wong setuju terutama ditunjukan kepada penonton Belanda dan Eropha.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar