Sabtu, 05 Februari 2011

MENGENANG NYA ABBAS AKUP

MENGENANG NYA ABBAS AKUP
Oleh : Marselli

Setahun silam, tepatnya pada 14 Februari 1991, pefilman Indonesia kehilangan salah seorang putranya yang berbakat, Nya Abbas Akup, dalam usia 59 tahun. Sutradara kelahiran Malang, Jawa Timur, ia berpulang setelah ia berjuang cukup lama melawan komplikasi penyakit yang diderita- nya. Mendadak, dunia film komedi terasa sepi ditinEgal Nya Abbas....... Tentang karir Nya Abbas sela- ma hampir 40 tahun telah mem- buahkan 27 film yang hampir se- luruhnya jenis komedi. Artinya Nya Abbas memang konsisten me- nanganif film komedi. Dari karya-kar- ya komedi terbaiknya dapat pula dilacak gaya penyulradaraannya, wawasanyar sena kecenderungan-- kecenderungannya, sehingga sejum- lah karya terbaiknya tersebut (sebutlah antara lain Tiga Buronan, lnem Pelayan Sexy, Cintaku Di Rumah Susun), akan terus jadi kekayaan ciunia film nasional. Siapa sebenarnya Nya Abbas ? Di tahun 1952, Nya Abbas mulai berguru pada Usmar lsmail, sutra- dara dan pendiri studio Pertini. Setahun kemudian Usmar rnenye- rahinya tugas untuk menggarap film komedi Heboh yang ternyata suk- ses komersial. Dikemudian hari Nya Abbas, atas dorongan Usmar pula, memperdalam ilmu penyutradaraan di UCLA. Amerika Serikat. Di kalangan para sutradara filrn Indonesia Nya Abbas Akup dikena! beroenamoilan sederhana Pakaian seharr-harinya cukup kaos oblong warna putih. Kesederhanaan pe- nampilannya luga berlanjut dalam sikap kesenimanannya la Jarang sekali melemparkan pertanyaan- pertanyaan tentang dunia lilm yang dia geluti. Bahkan sebagar sulradara yang menekuni jenis komedi. ia tak mengesankan orang yang suka melucu. Pendeknya, ia banyak berekspresi, melucu lewat Karya- karyanya, daripada mengobrai omongan. 1*r Selama berguru di Perfini, nampaknya Nya Abbas sangat terkesan oleh dua karya komedi Usmar

Krisis (1953) dam Lagi-lagi Krisis (1955), yang meledak di pasaran. Dua film ini cukup unik. Sebagai komedi yang sarat dengan kritik sosial, subyek kelucuannya ti- dak hanya dalam karya film, taPi iuga bersangkut paut dengan persoalan- persoalan yang hidup dalam masyarakat tatkala film tersebut diproduksi. Walhasil, . kelucuannya akan lebih bisa dinikmatioleh mere- ka yang mengenal konteks za- mannya. Dalam karya-karya Nya Abbas, terdapat kecenderungan untuk mengembangkan bentuk komedi demikian, selain adanya kelucuan- kelucuan spontan yang bisa segera memancing tawa penonton. Kritik sosial yang "kontekstual" itu, te!'uta- ma yang diucapkan lewat dialog, mau tak mau membawa implikasi humor yang'tinggi". Namun Nya Abbas bukannya tak menyadarinya. la lalu mewar- nai karya-karyanya dengan suatu erotisme : munculnya wanita-wanita cantik, sexy, walaupun mereka ini barangkali cuma berpangkat se- orang babu atau penjualjamu. Satu warna yang jelas tak ada dalam ke- dua film komedi Usmar. Dan meski erotisme yang ditampilkan Nya Abbas tak sampai berlebihan, tapi terasa bahwa ia memang bermak- sud menggunakannya sebagai imbangan terhadap humor'1inggi" - nya tersebut. Yang paling menarik adalah mencatat kecendlungannya untuk mempertemukan eorang kaya dan yang miskin. Lebih tepat, mem- pertemukan kaum yang telah ma- pan dengan orang-orang pinggiran antara majikan dan pelayan (lnem Pelayan Sexy, Boneka Dari lndiana), antara penjualjamu dan pengusaha (Semua Karena Ginah), antara portir hotel dengan para bos (Kipas Kipas Cari Anginl, dan sebagainya. Pertemuan antara orang-orang yang berloeda status sosialnya tersebut berlangsung akrab, bisa berdialog atau malah salihg bercanda, serta jauh dari penggambaran konlras tentang perbedaan kelas dalam masyarakat.

Maka, ramuan humor yang 'tinggi", warna erotlsme, pertemuan antara tokoh-tokoh yang mapan dan tergolong kaum pinggiran, selain lelucon-lelucon sponlan lainnya, bisa dilihat sebagai usaha Nya Abbas untuk memadukan porsi humor buat semua orang. Apalagi pada dasarnya humor Nya Abbas terasa mengejek tanpa menyakiti hati mereka yang jadi sasaran ejekannya. la ingin merangkul sebanyak mungkin penonton dari kemajemukan publik film nasional. Terbukli bahwa pukul rata hasil pemasaran film-flilmnya tidaklah mengecewakan. Disamping menyutradarai, Nya Abbas sekaligus adalah penggagas cerita dan penulis skenario dari karya-karyanya. la cukup punya posisi tawar-menawar dengan para produser dan berlaku selektil dalam berproduksi. la juga selalu terlibat langsung dalam pemilihan pemain, -serta mengawasi proses produksi sampai selesai. Maka, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, kontribusinya terhadap hasil akhir film cukup be- sar, yang secara diam-diam telah menempatkan dirinya sebagai sutradara sebagai pencipta. Seorang _auteur Di tangannya tilm adalah alat ekspresi : kesempatan untuk mengucapkan gagasan-gagasan, memberikan kesaksikan sosial.

Kenyataan ini menjadi semakin tegas jika disadari bahwa kebanyak- an film komedi Indonesia yang cuma berupa lilm banyolan. Akhirnya, catatan pendek ini memang tak berpretensi untuk mengupas keseluruhan karya Nya Abbas secara mendalam. Sebab untuk keperluan itu dibutuhkan studi sertu€ tersendiri. Mudah-mudahan film, Nya Abbas tidak memandang dirinya sebagai seseorang "yang berdiri mendahului masyarakatnya seraya memberikan pesan-pesan". Samasekali tidak. la justru nampak berbahagia dengan peran seorang "penjaja minuman segar" yang bera- da di tengah-tengah "masyarakat pembelinya". la berkarya dengan enak, tanpa dibebani untuk "Pekan Retrospeksi Film Nya Abbas Akup" yang diselenggarakan oleh Kine Klub DKJ ini dapat dijadikan titik tolak untuk melakukan studi mendalam tersebut. Saya hanya ingin menyudahi catatan pendek ini dengan pe- mahaman bahwa sebagai seniman membawakan misi-misi tertentu. la mencintaidunianya dan dapat hidup dari dunia yang dicintainya itu. Nya Abbas patut dikenang sebagai seniman yang telah jadi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar