Sabtu, 05 Februari 2011

GUYONAN DAN RENUNGAN NYA ABBAS AKUP

GUYONAN DAN RENUNGAN NYA ABBAS AKUP
Oleh Putu Wiiaya

Yang paling Penting dalam sebuah film adalah gagasan," kata sutradara berdarah Aceh ini. Pernyataan itu mengibarkan "Wawasan" ditempat prima didalam film Indonesia. Dan ia melakukannya dengan konsisten, bahkan hamPir kadangkala memPersetankan masalah-masalah tuknis yang amat dipja oleh sebagian orang. Tak banyak Yang ngeh, bahwa apa yang telah dilakukan oleh NYa Abbas AkuP adalah sebuah langka penting dalam kehiduPan lilm lndonesia. la telah mencoba dan membuktikan bahwa film sebagai- mana halnya sastra, musik, tari, teater dan senirupa adalah alat untuk berekspresi. Kesempatan untuk mengucapkan pikiran-pikiran. Bahkan termasuk melontarkan Pengalaman- pengalaman Personal, kendati Pada prosesnya film adalah sebuah kerja kolektip. Dengan sekaligus menulis cerita, skenario dan menYutradarai, Nya Abbas telah membuat film menjadi unik. Bukan hanya hiburan. Tetapi iuga kesaksian Pada kehidupan, menurut visinYa. Karya- karyanya bersumber dari kenyataan hidup sehari-hari. Anekdot-anekdot yang kadang menjurus kePada soal seks, atau menganga ke arah politik. Gosip-gosip ialanan Yang kadang klise, namun karena ditangkaP dengan jeli dan diberikan dimensi, menjadi senyum. Kita tak berdaya menahan tertawa, karena tak terpikir sebelumnya bahwa itu ada di dekat hidung kita. Bahkan mungkin kita lakukan sendiri. la mengajak kita guYonan se- kaligus merenung. Nya Abbas tak menolak bahwa film adalah barang komoditi' la nampak sangat sadar bahwa film adalah hasil kerjasama oleh sejumlah orang yang hendak diPertunjukkan kepada masyarakat, bukan hanya disimpan di museum kesenian. Dan untuk itu telah dikeluarkan biaya yang mesti kembali. Kesadaran itu ielas dari kenyataan bahwa hamPir semua filmnya komunikatif, menghibur dan secara komersial menggigit pasar. la tak menolak untuk menaburi filmnya dengan aroma Yang memungkinkan ia bersaing diPasar. Tak Peiak lagi bahwa selain berekspresi, ia memPerhatikan Pe- nonton. Bukan untuk mengambil rnuka pada Produser, taPi semata- mata karena ia merasa bertanggungjawab untuk menjaga kelanggengan kesemPatan berekspresi itu. la tidak hanya berpikir tentang kePuasan dirinYa. TetaPi bagaimana memelihara media itu agar terus hidup. Agar produksilidak macet. ltu berarti juga meluangkan kesempatan bagi Pembuat-Pembuat filmnasional yang lainnya. Diam-diam, Nya Abbas telah berfikir dan berjuang untuk kelangsungan kehidupan film Indonesia. Sidirian. Namun jangan lupa, film-film Abbas bukan hanya komunikatif dan menghibur. Karya-karyanya juga berbicara dan menembak. Film-film itu tidak pernah berhenti hanya sebagai barang komoditi dan hiburan memberikan kesaksian sosial. Kadang-kadang begitu sarat dengan ide sehingga beberapa pesan disemburkan begitu saja di sela-sela banyolan-banyolannya yang hangat. Jelas sekali, betapa Nya Abbas menganggap lilm sebagai sarana untuk mencampuri kehidupan masyarakat. Film yang memiliki komitmen dan fungsi sosial. Bukan semata-mata kendaraan artistik para individu yang memuja keindahan. Tujuan pembuatan-pembuatan film- nya bukan hanya petualangan artistik. Tetapi mendekatkan manusia khususnya manusia Indonesia pada hidup nyata dan agar memberikan toleransi pada lingkungannya. Nya Abbas bukan orang yang memuja film sebagai film. la menempatkan film bukan sebagai tujuan, tetapi alat untuk mengangkat derajat manusia. Dengan cara mencintai manusia lain. Khususnya manusia-manusia kecil yang sedang tergencet dan menderita di sela-sela kehidupan yang wah. Kepada siapa seluruh simpatinya berpihak, sampai pada karyanya yang terakhir. Nya Abbas dalam kehidupan sehari-hari adalah orang yang tak suka menonjol.

la ikut risau oleh kehidupan orang lain yang rawan. la konon sangat memperhatikan kesejahteraan crew dalam bekerja. Tak jarang menekan produser untuk memberikan honor yang layak pada karyawan. Suka memberikan banyak kesempatan pada anak-anak muda. la bukan tipe flamboyan, bukan burung merak yang ingin berdiri sendirian di puncak. la punya toleransi pada partner kerjanya pihak produser tapi bukan orang yang tak punya sikap. la seorang yang selalu menjaga karya-karyanya dan punya prinsip yang keras dalam membela ekspresi yang mau dilontarkannya. la tak ragu-ragu untuk menolak kalau sudah bertentangan dengan keyakinannya. Tetapi ia sama sekali bukan orang yang tidak bisa diajak berembuk. Potensi kreatifnya membual ia bisa memadukan berbagai hal yang nampaknya bertentangan. la sudah membuktikan bahwa bobot dan bisnis bisa saling menunjang setelah banyak orang mem- buktikan bisnis selalu membunuh bobot. Kalau ia memilih bentuk komedi, satire, parodi untuk ide-idenya, itu bukan kebetulan, tetapi perhitungan seorang yang memahami medan.

la mempergunakan humor sebagai alat. Senjata yang ampuh sekaliuntuk di- jejali berbagai pikiran tanpa menim- bulkan ketegangan bagi yang ber-masyarakat kita yang begitu heterogen dan penuh dengan tabu-tabu yang bisa meletus kalau dilanggar.

Film-film Nya Abbas telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Tidak meledak-ledak semuanYa, namun bisa diterima di setiap pintu rumah, dalam masyarakat Yang berlapis-lapis. Film-film yang pada dasarnya ingin berdialog, memberikan kesaksian sosial, informasi, opini dan kemudian iuga sentilan-sentilan itu, ide itu sehingga komunikatif dengan masyarakat yang hendak diajaknya berdialog. Pada suatu ketika nanti, ketika film Indonesia sudah berkembang pesat. Ketika teknik bukan lagi masalah. Ketika film bukan lagi benda sakral di tangan para sutradara. Ketika unsur teknik dan artistik bukan lagi dewa. Ketika orang hendak mencari film Indonesia yang benar-benar Indonesia. Film lndonesia yang telah jadi milik masyarakat. Tak ha- nya terkatung-katung sebagai bin-tang-bintang terpencil yang kesunYian Petualangan kreatifnya Yang paling mengesankan adalah keberhasilannya untuk membumikan ide' 10 berbicara dengan lidah Indonesia, aksen Indonesia dan tentang ma- nusia Indonesia. Salah satu pilihannya akan jaluh pada film-film Nya Abbas. Sutradara ini bertutur dalam film, seperti umumnya orang Indone-sia bertutur. Penuh banyolan dan sindiran. Seenak perut. Kalau perlu nempersetanft an pakem-pakem. Gaya tutur yang kita jumpai juga dalam leater-leater rakyat kita. Bisa menyalahi dramatugi Barat yang konvensional. Tetapi sekaligus juga menjadi sangat cocok dengan pandangan seni baru, karena kebebasair dan pemberontakannya. Apakah ini juga tanda bahwa Nya Abbas tahu betul batas kemampuannya. Artinya bahwa ia tidak membiarkan ambisinya lebih jauh dari sekedar komunikatif membumi, karena ia sadar ia tidak mampu berbuat lebih. Misalnya membuat eksplorasi artistik, mengerahkan tenaga untuk menembus level internasional. Menancapkan karya baru dan pengembaraan-pengembaraan eksperimental. Memang kita boleh bertanya- tanya dan ragu. Heran, kenapa ia nampak tak berpikir tentang piala Citra, kendati ia bukan orang yang tidak suka menerima penghargaan. Apakah itu pemberontakan,atau pilihan terakhir, karena ia terpaksa memainkan peranannya secara maksimal menurut batas kemampuannya ? Jawaban kita pasti berbeda- beda. Buat saya, apa yang dilakukan Nya Abbas adalah sesuatu yang menonggak. Tetapi memang kritik, institusi-institusi pengamat karya film Indonesia dengan hadiah-hadiah mereka, lupa menoleh. Entalr kare- na mereka kurang awas, atau memang selera kita tentang apa film yang baik itu, memang sudah amat berbeda. Kalau begitu sudah waklunya untuk melakukan perang terbuka dalam sebuah diskusi besar tentang nilai. Agar kita tidak setalu mengkambing hitamkan nasib buruk melulu. Kini Nya Abbas Akub sudah tiada. Tetapi film-film yang diwariskannya masih terus bicara, bergelar meneruskan suaranya menggenjot kita. Apa yang sudah dilakukan almarhum menantang kita.
Penulis adalah sutradara teater dan film, yang menulis tulisan ini dari Kyoto, Jepang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar