Rabu, 09 Februari 2011

FILM DAN PERISTIWA / 1985

FILM DAN PERISTIWA

Proklamasi 17 Agustus 1945 tidak sempat direkam oleh karyawan Berita Film Indonesia (BFI), pimpinan RM Soetarto (Didit), karena studio Nippon Eiga Sha ditinggalkan para petugasnya yang berkebangsaan Jepang. Maka Soetarto bersama rekan-rekannya bertekad meneruskan langkah perjuangan lewat profesinya sebagai juru kamera film berita. Banyak peristiwa yang berhasil direkam, antara lain peristiwa 10 November 1945 di Surabaya, Aksi Militer Belanda I dan lain-lain. BFI menerima warisan dari Nippon Eiga Sha tanggal 6 Oktober 1945. BFI merupakan cikal bakal PPFN. Waktu diputar di TVRI, judulnya berganti menjadi "Detik-detik Proklamasi".


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar