Selasa, 08 Februari 2011

BOENGA ROOS DARI TJIKEMBANG / 1931

BOENGA ROOS DARI TJIKEMBANG

Film ini The Teng Chun bertindak sebagai sutradara dan kamera. Cerita ini dikarang oleh Kwee Tek Hoay dan pernah dipentaskan Union Dalia Opera pada 1927, meskipun cuma ringkasan cerita saja, yaitu tentang Indo-Tiongha. Dan film ini diberitakan oleh pengarangnya film Cina buatan Java ini adalah karya Indo-Tiongha.

Persiapan film ini yang paling berat adalah mencari pemain wanita orang Tiongha, karena profesi ini belum ada. Sedangkan di Tiongkok sendiri hal ini sudah lumrah. Film ini juga adalah bisnis orang Cina lagi ramai-ramainya ke Film. Mencontoh suksesnya membuat dan berbisnis film dari Sanghai. Maka dengan memakai pemain dari Union Dalia Opera diharapkan memudahkan hal ini, apalagi mereka sering mementaskan cerita ini di panggung. Dan juga memborong beberapa pemuda B.M.A perkumpulan musik. Tapi masalahnya adalah pemain wanita orang Tiongkoknya. Sehingga pencarian ini muncul di koran, supaya dapat memanaskan orang cina untuk terjun dalam Film. Karena dalam main atau bikin dan bisnis film dapat menaikan martabat orang Cina dalam hal kemajuan zaman. Maka media Cina juga mewartakan kabar gembira ini bahwa sudah mulai muncul perusahan film orang cina di Semarang, Batavia dan Surabaya.

Perusahaan Cina pertama yang berdiri adalah The South Sea Film Co. milik beberapa pengusaha cina di Batavia. Dalam koran Panorama diberitakan ini adalah Kongsi Pembikin film Tiongha. Beberapa pejabat dalam perusahaan ini ada yang sudah belajar di Sanghai mengenai industri film.

Ceritanya:
Oh Ay Ceng, pegawai perkebunan, terpaksa melepaskan Marsiti, kekasihnya yang setia, demi mengikuti kehendak ayahnya untuk kawin dengan Gwat Nio, putri pemilik perkebunan tempatnya bekerja. Marsiti sendiri mendorong Ay Ceng untuk patuh pada kehendak orangtua. Marsiti pergi dan meninggal. Ayah Gwat Nio membuka rahasia bahwa Marsiti itu adalah anaknya dari seorang piaraannya. Dari perkawinan Ay Cheng-Gwat Nio lahir Hoey Eng alias Lily yang tumbuh jadi gadis elok. Ia dipertunangkan dengan Sim Bian Koen, anak pemilik perkebunan Tjikembang. Sesaat sebelum perkawinan berlangsung, Lily meninggal. Bian Koen sangat masygul dan akan pergi ke Kanton untuk jadi tentara. Niat ini dihalangi Ay Cheng agar bisa menghadiri peringatan kematian Lily. Suatu hari menjelang keberangkatan ke Tiongkok, Bian Koen mengunjungi perkebunan Tjikembang dan sampai di pemakaman pribumi. Tiba-tiba ia berhadapan dengan "Lily". Terbukalah rahasia. Yang nampak oleh Bian Koen itu bukanlah Lily, tapi Roosminah, putri Marsiti dengan Ay Cheng. Roosminah akhirnya dipersunting Bian Koen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar