Kamis, 03 Februari 2011

ATENG SOK AKSI / 1977

ATENG SOK AKSI

Iskak yang putus asa mencari pekerjaan dengan tidak sengaja bertemu dengan Ateng. Iskak sempat kesal dengan ulah Ateng,namun kekesalannya malah membuahkan masalah dengan orang lain. Ateng merasa kasihan melihat kondisi Iskak dan membawanya ke tempat orang tuanya bekerja. Pak Pardi ayah Ateng sempat marah terhadap Ateng yang selalu bepergian tanpa pamit. Tini sempat bertemu dengan Iskak yang agak malu melihat kehadirannya.

Ateng ingin meminta ayahnya menolong Iskak untuk dapat bekerja dirumah majikan orang tuanya. Iskak akhirnya mendapat pekerjaan sebagai tukang kebun membantu ayah Ateng. Tini sempat menanyakan Iskak pada Ateng, dan Ateng mengetahui kalau Tini menyukai Iskak. Tini senang menerima surat dari Iskak yang diberikan oleh Ateng. Ateng mencurigai dua orang yang tidak dikenal berbicara sembunyi-sembunyi dengan Hamid supir pribadi Majikan ayahnya.

Ateng yang ingin tahu rencana Hamid dengan dua orang asing. Ateng sempat diserang oleh salah satu penjahat yang diketahui bernama Darto. Bagio Kesal melihat tindakan bodoh anak buahnya. Ateng menceritakan kejadian yang dialaminya kepada Tini dan Iskak. Ateng membuat surat pada Iskak seakan-akan Tini yang mengirimnya. Iskak sangat senang kalau Tini juga menyukainya. Iskak mencoba menemui Tini namun dari penjelasan Tini Iskak mengetahui kalau semua itu rencana Ateng untuk mendekatkan Tini dengannya. Iskak sempat marah dan mabuk-mabukkan. Ateng kewalahan dan bingung melihat sikap Iskak yang mulai mabuk parah.

Bagio dan komplotannya merencanakan merampok rumah majikan ayahnya dengan dibantu oleh Hamid selaku orang dalam yang mengetahui situasi rumah tersebut. Bagio dan komplotannya dengan dibantu oleh Hamid berhasil melumpuhkan Iskak dan juga Tini, namun mereka tidak mengetahui keberadaan Ateng. Ateng memanfaatkan kucing yang ada untuk menakut-nakuti Bagio yang memang takut dengan kucing. Upaya Ateng berhasil dan Ateng berhasil merebut permata yang dijatuhkan oleh Bagio. Ateng memutuskan untuk melarikan diri setelah membebaskan Tini. Ateng mengajak Iskak untuk membantunya menghindari kejaran komplotan Bagio. Ateng dan Iskak sempat menjebak Bagio dan Darto untuk mengisi acara disebuah pesta pernikahan. Mereka berdua berhasil meloloskan diri dan bersembunyi disebuah pabrik.

Darto berhasil menemukan persembunyian Ateng dan Iskak, dan tahu kalau mereka sembunyi disebuah bagasi mobil. Namun saat akan mengejarnya Darto ditangkap pihak keamanan. Pengejaran dilakukan oleh komplotan Bagio untuk mencari kendaraan yang ditumpangi oleh Ateng dan Iskak. Ateng dan Iskak berhasil bebas dari kejaran Bagio dan komplotannya, namun dia menjatuhkan permata itu dibagasi mobil tersebut.Di tengah jalan Ateng dan Iskak bertemu dengan komplotan Bagio dan mereka berhasil ditangkap, namun komplotan Bagio tidak menemukan permata yang dicari. Ateng mencari akal dengan mengadu domba Bagio dengan Hamid, upayanya berhasil dan mereka berdua berhasil meloloskan diri dari sekapan komplotan Bagio. Saat melakukan pelarian mereka berdua kepergok oleh komplotan Bagio hingga akhirnya terjadi kejar-kejaran. Namun sial bagi komplotan Bagio mereka terperangkap di dekat kantor polisi dan mereka tidak dapat melakukan perlawanan. Ateng dan Iskak senang masalah mereka selesai. Atengkedatangan pemilik mobil dan anaknya untuk mengantarkan permata milik majikan ayah Ateng. Ateng menyukai anak pemilik mobil bernama Rika begitu pula dengan Iskak yang bahagia mendapatkan cinta Tini.

1 komentar: