Minggu, 30 Januari 2011

YANG / 1983


YANG

Yogi dilimpahi perhatian yang sangat berlebihan oleh ibunya. Sang ibu memang terlalu mengatur dan mendikte kehidupan Yogi karena tak mau peristiwa kematian abang Yogi terulang. Sang ayah dipersalahkan karena dulu memberikan kebebasan kepada si sulung. Sekarang, walau sudah di tingkat IV Fakultas Teknik, Yogi tetap tak punya kepercayaan diri. Yogi Cuma mampu membantah kehendak sang ibu dalam hati saja.

Konflik mulai tercetus ketika sang ibu ingin menjodohkan Yogi dengan Ria dan tak mengijinkan Yogi membeli sepatu kats. Yogi ngambek dan ngawur dalam menjawab soal ujian hingga tak lulus. Dalam kebingungan Yogi terjebak keisengan kawan-kawannya yang membawanya ke kelab malam. Inilah awal perkenalan Yogi dengan Sita, hostess yang mengaku sebagai mahasiswi Fakultas Sosial yang sedang riset. Yogi cepat jatuh hatio kepada Sita.

Mengetahui hal ini, ibunya melabrak Sita. Sita menolak sodoran uang ibu Yogi yang memintanya memutuskan hubungan dengan Yogi.

Betapapun akhirnya Yogi mengetahui juga siapa sebenarnya Sita. Hatinya luka, apalagi melihat Sita bermesraan dengan Oom Darto. Ia minggat dari rumah dan mengontrak sebuah kamar gembel.

Berita pertunangan Sita dengan Oom Darto membuat Yogi setengah kalap. Untunglah berita itu tidak benar. Sita menyadari betapa cintanya Yogi kepadanya. Ia merawat pemuda ini dan hidup bersama di sebuah pondok. Sita berhasil menyadarkan Yogi akan arti hidupnya dan membiayai studi si pemuda.

Demi anak muda keluarga kaya-raya, hostess Sita berkorban. Yogi lulus dan diwisuda. Ayah-Ibu Yogi datang dengan penuh kebanggaan. Dan Sita pun dinista sebagai hostess yang kesasar. Sita lari meninggalkan kampus. Ia bersedia mengikuti Oom Darto yang akan terbang ke Surabaya. Yogi menanggalkan toga dan menyerahkan ijazah kesarjanannya kepada ibunya, lalu berlari menyusul Sita ke Bandar Udara Kemayoran

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar