Sabtu, 29 Januari 2011

NAWI ISMAIL 1951-1986




NAWI ISMAIL
Nawi Ismail (lahir Jumat di Jakarta, 18 April 1918 – meninggal di Jakarta, 8 Februari 1990 pada umur 71 tahun) Nawi Ismail adalah anak Betawi kelahiran tahun 1918 bukan dari Toneel. Ia lulus sekolah MULO yang semula bekerja di percetakan G.Kolf & Co sampai 1938. Tahun 1939 ia mulai ikut jadi figuran dalam film Matjan Berisik di studio JIF. Karena mempunyai kenalan di studio dan kenal pula dengan Moc.Mochtar, ia jadi pemain pembantu dalam Melati van Agam, Ketika Standart Film berdiri tahun 1941, ia ikut diboyong dengan teman-teman untuk bermain di studio ini sebagai pembantu juru kamera, pembantu editor dan pembantu laboratorium, sambil ikut main. Rata-rata film yang ia buat scriptnya-editor-juru kamera -Sutradara -kadang sekaligus juga produser.

Pendidikan : HIS, MULO (selesai 1937). Selesai sekolah Nawi bekerja di percetakan Kolf Jakarta dan berhenti tahun 1940 untuk main dalam "Matjan Ketawa" sebagai Figuran, lalu "Melati Van Agam" (1941), sebagai Pemain Pembantu. Tahun 1940 bekerja pada Standar Film sebagai Pembantu Juru Kamera merangkap Pembantu Editor dan Laboran, sembari juga ikut main, di antaranya dalam "Ikan Doejoeng" (1941), "Selendang Delima" (1941).

Pada masa pendudukan Jepang, Nawi bekerja pada Nippon Eigasha sebagai Pembantu Editor dan Pencatat Skrip film2 berita Nampo Hodo. Waktu perang kemerdekaan, dia masuk TNI dan berhenti tahun 1950 dengan pangkat Letnan Dua.Dalam tahun itu juga kembali ke film menjadi karyawan PFN. Di waktu itu, selain film-film berita dan dokumenter PFN, Nawi mengedit film-film cerita, di antaranya "Untuk Sang Merah Putih"/Penata Gambar juga (1950), "Sedap Malam" produksi perdana Persari (1950).

Sementara itu mulai pula menulis skenario, yang pertama "Inspektur Rachman" (1950) sembari merangkap sebagai Pembantu Sutradara. Tahun 1951 mulai menyutradarai sendiri, pertama kali untuk "Akibat", kemudian "Solo Diwaktu Malam" (1952).Setelah itu Nawi banyak menyutradarai, namun namanya lebih dikenal sesudah "Berabe" produksi perdana Dewi Film tahun 1960.Sukses lain didapatnya lewat film2 seri "Si Pitung" di awal 1970-an yang juga produksi Dewi Films.Ketrampilannya memilih dan mengolah film2 yang disenangi masyarakat makin tampak lewat film2 seri "Benyamin" seperti "Benyamin Biang Kerok" (1973), "Benyamin Brengsek" (1974), "Benyamin Koboi Ngungsi" (1975), Benyamin Samson Betawi" (1975).Tahun 1977, Nawi menambah lagi seri "Si Pitung" dengan "Pembalasan Si Pitung", lalu di awal 1978 menyutradarai "`taman Edan," kemudian "Si Ayub" (79).Umumnya film2nya semenjak 1960 di-edit sendiri.

adalah seorang sutradara Indonesia yang berhasil menyutradarai puluhan film dari tahun 1950 - 1980-an. Filmnya yang paling sukses dan membawa nama aktor Dicky Zulkarnaen dan Benyamin Sueb menjadi populer lewat film "Si Pitung" dan filmnya Benyamin, Ia biasa membuat cerita drama, komedi, dan laga.

SALAH PILIH 1956 NAWI ISMAIL
Director
GENGSI DONG 1980 NAWI ISMAIL
Director
MEREKA KEMBALI 1972 NAWI ISMAIL
Director
MANUSIA DAN PERISTIWA 1968 NAWI ISMAIL
Director
SAMSON BETAWI 1975 NAWI ISMAIL
Director
SAMA GILANYA 1983 NAWI ISMAIL
Director
NENG YATIMAH 1953 NAWI ISMAIL
Director
BIANG KEROK BERUNTUNG 1973 NAWI ISMAIL
Director
BANTENG BETAWAI 1971 NAWI ISMAIL
Director
TUNGGAL 1953 NAWI ISMAIL
Director
GEMBIRA RIA 1959 NAWI ISMAIL
Director
BUNGA BANGSA 1951 NAWI ISMAIL
Director
SI AYUB DARI TELUK NAGA 1979 NAWI ISMAIL
Director
BERABE 1960 NAWI ISMAIL
Director
WAROK SINGO KOBRA 1982 NAWI ISMAIL
Director
TJATUT 1956 NAWI ISMAIL
Director
DIANA 1977 NAWI ISMAIL
Director
PEMBALASAN SI PITUNG 1977 NAWI ISMAIL
Director
MARINA 1961 NAWI ISMAIL
Director
ISTRI DULU ISTRI SEKARANG 1978 NAWI ISMAIL
Director
MEMBLE TAPI KECE 1986 NAWI ISMAIL
Director
ZAMAN EDAN 1978 NAWI ISMAIL
Director
PILIHLAH AKU 1956 NAWI ISMAIL
Director
PILIH MENANTU 1974 NAWI ISMAIL
Director
KUTUKAN 1970 NAWI ISMAIL
Director
MANA TAHAN 1979 NAWI ISMAIL
Director
AKIBAT 1951 NAWI ISMAIL
Director
KARENA DASTER 1961 NAWI ISMAIL
Director
TJURIGA 1954 NAWI ISMAIL
Director
BAJINGAN TENGIK 1974 NAWI ISMAIL
Director
RATU AMPLOP 1974 NAWI ISMAIL
Director
GE...ER 1980 NAWI ISMAIL
Director
PANON HIDEUNG 1961 NAWI ISMAIL
Director
ORANG-ORANG SINTING 1981 NAWI ISMAIL
Director
SOLO DI WAKTU MALAM 1952 NAWI ISMAIL
Director
SERODJA 1958 NAWI ISMAIL
Director
TIGA JANGGO 1976 NAWI ISMAIL
Director
SI PITUNG 1970 NAWI ISMAIL
Director
BENYAMIN KOBOI NGUNGSI 1975 NAWI ISMAIL
Director
BENYAMIN BRENGSEK 1973 NAWI ISMAIL
Director
BENYAMIN BIANG KEROK 1972 NAWI ISMAIL
Director
BENYAMIN TUKANG NGIBUL 1975 NAWI ISMAIL
Director
HATI SELEMBUT SALJU 1981 ISHAQ ISKANDAR
Actor
ASAL TAHU SAJA 1984 NAWI ISMAIL
Director
ENAK BENAR JADI JUTAWAN 1982 NAWI ISMAIL
Director
DEMAM TARI 1985 NAWI ISMAIL
Director.

Nawi Dalam Film Komedinya.
Difilm ini Nawi yang terkenal sejak tahun 50'am sebagai pembuat komedi, tidak tanggung tanggung. Dalam film ini orang hamil saja bisa di buat komedi. Ketika si tukang becak konyol (Benyamin) yang sedang membawa orang hamil tua ( Conny Suteja) mengalami kecelakaan. SElain itu masih standar yang sama, misalnya melemparkan kue kena muka orang, jatuh ke kolam, itu adalah lawakan Johny Walker dari India, lelucon babu dan jongos yang lazim dalam film-film Indonesia 50'an penuh bertabur dalam film Nawi. Bahkan orang hamil saja bisa dibuat bahan tertawaan dalam film Benyamin Brengsek. Kesulitan membuat film komedi adalah mengukur tingkat selera humor penonton, karena produser takut rugi, maka jalan tengah yang diambil adalah menjangkau selera humor masyarakat seluas-luasnya. Tidak dipungkiri ternyata lelucon seperti Mataram, Lenong, Ludruk, dan grup Srimulat, walaupun lawakan diulang-ulang dan tetap membuat orang tertawa terus,....ini tidak masuk hitungan dalam ancar-ancar produser dan sutradara film dalam membuat stategi pasar penonton. Karena itu yang paling aman adalah menampilkan komedi yang luas. Lagi-lagi fisk membutuhkannya, seperti si Betti yang bencong, Ratmi selalu dicela karena gemuknya dan dipadukan dengan si Sam Harto yang kurus, Ateng yang pendek, sehingga lawakan terasa mandul dan tidak berkembang dari dulunya. Setelah munculnya Nyaa Abbas, maka komedi yang dibuatnya tidak dengan lelucon fisik lagi, tetapi dengan imajinasi penonton. UNtuk menampilkan imajinasi penonton yang luas ini, Nyaa memasukan unsur yang akrab dengan masyarakat kita ke dalam bayolannya. Sampai era terakhir Nawi juga masih menggunakan tehnik lelucon yang sama, semakin ke atas Nawi memasukan unsur cewek seksi yang dijadikan banyolannya. Nawi memang bisa membuat apa saja menjadi banyolan, tetapi ini yang tidak disukai Nyaa Abbas, lelucon fisik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar