Selasa, 30 Agustus 2011

HERMAN SUSILO 1981-1994

HERMAN SUSILO

Nominasi Best Cinematography FFI'89

Lahir di Tegal, 31 Desember 1943.
Pendidikan: Fakultas Kedoteran Universitas Pajajaran Bandung, hingga sarjana muda I (1964-1968). Elementer sinematografi (1973), Lulus Pendidikan Asisten Editor (1983).
Yang urung jadi dokter ini berminat fotografi. Belakangan berkembang ke arah sinematografi. Bekerja untuk berbagai majalah sebagai tukang potret. Diajak sutradara Wim Umboh (1933-1996) dalam pembikinan Biarlah 'ku Pergi (1971) sebagai still photo. Terus begitu sampai 1976, terkadang merangkap sebagai publicity man. Kemudian jadi asisten bagi juru kamera Lukman Hakim Nain dalam film yang juga disutradarai Wim, Kembang-Kembang Plastik (1977) dan Pengemis & Tukang Becak (1978). Biar telah jadi juru kamera pada tahun sebelumnya, Perempuan Histeris (1976) yang disutradarai Ratno Timur. Dua kali mendapat unggulan. Pertama dalam Pacar Ketinggalan Kereta (1988) pada FFI 1989, kemudian dalam Alang Alang pada Festival Sinetron Indonesia 1994. Keduanya disutradarai Teguh Karya. Juga menggarap film dokumenter dan iklan, disamping film cerita.

Lahir Jumat, 31 Desember 1943 di Tegal. Pendidikan: Fakultas Kedoteran Universitas Pajajaran Bandung, hingga sarjana muda I (1964-1968). Elementer sinematografi (1973), Lulus Pendidikan Asisten Editor (1983). Yang urung jadi dokter ini berminat fotografi. Belakangan berkembang ke arah sinematografi. Bekerja untuk berbagai majalah sebagai tukang potret. Diajak sutradara Wim Umboh (1933-1996) dalam pembikinan Biarlah 'ku Pergi (1971) sebagai still photo. Terus begitu sampai 1976, terkadang merangkap sebagai publicity man. Kemudian jadi asisten bagi juru kamera Lukman Hakim Nain dalam film yang juga disutradarai Wim, Kembang-Kembang Plastik (1977) dan Pengemis & Tukang Becak (1978). Biar telah jadi juru kamera pada tahun sebelumnya, Perempuan Histeris (1976) yang disutradarai Ratno Timur. Dua kali mendapat unggulan. Pertama dalam Pacar Ketinggalan Kereta (1988) pada FFI 1989, kemudian dalam Alang Alang pada Festival Sinetron Indonesia 1994. Keduanya disutradarai Teguh Karya. Juga menggarap film dokumenter dan iklan, disamping film cerita.

DENDAM MANUSIA HARIMAU 1981 RATNO TIMOER
Director Of Photography
ANUNYA KAMU 1986 BAY ISBAHI
Director Of Photography
REBO & ROBBY 1990 UCIK SUPRA
Director Of Photography
SEBENING KACA 1985 IRWINSYAH
Director Of Photography
PENGANTIN PANTAI BIRU 1983 WIM UMBOH
Director Of Photography
DJAGO 1990 ABDI WIYONO
Director Of Photography
MUSANG BERJANGGUT 1983 PITRAJAYA BURNAMA
Director Of Photography
DIA BUKAN BAYIKU 1988 HASMANAN
Director Of Photography
GOLOK SETAN 1983 RATNO TIMOER
Director Of Photography
DORCE KETEMU JODOH 1990 MARDALI SYARIEF
Director Of Photography
PERGAULAN 1994 YONKY SOUHOKA
Director Of Photography
PERMATA BIRU 1984 WIM UMBOH
Director Of Photography
SAUR SEPUH 1988 IMAM TANTOWI
Director Of Photography
PACAR KETINGGALAN KERETA 1988 TEGUH KARYA
Director Of Photography
SILUMAN SRIGALA PUTIH 1987 IMAM TANTOWI
Director Of Photography
BIBIR-BIBIR BERGINCU 1984 MARDALI SYARIEF
Director Of Photography
GADIS BERWAJAH SERIBU 1984 RATNO TIMOER
Director Of Photography
SORTA 1982 ABRAR SIREGAR
Director Of Photography
SUNAN KALIJAGA DAN SYECH SITI JENAR 1985 SOFYAN SHARNA
Director Of Photography
GONDORUWO 1981 RATNO TIMOER
Director Of Photography
SESAL 1994 SOPHAN SOPHIAAN
Director Of Photography
KETIKA SENYUMMU HADIR 1991 SOPHAN SOPHIAAN
Director Of Photography
KETIKA CINTA TELAH BERLALU 1989 ADISOERYA ABDY
Director Of Photography.


Wall of Photo Herman Susilo & Friends

Bersama Teguh Karya dalam "Pacar Ketinggalan Kereta"/ 1988


Bersama Imam Tantowi "Saur Sepuh"/1988

"Saur Sepuh"/ 1988















Film " Dia Bukan Bayiku"/ 1988








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar