Senin, 07 Februari 2011

SEPUTIH HATINYA SEMERAH BIBIRNYA / 1980

SEPUTIH HATINYA SEMERAH BIBIRNYA
AS RED AS HER LIPS
AS WHITE AS HER HEART, AS RED AS HER LIPS

Film diawali dengan gaya yang sangat realistis. Hal ini tampak mencolok dari tampilnya suara-suara lingkungan. Bapak dan Ibu Pahala Simbolon (Menzano, Marlia Hardi) sangat senang dengan makan bersama anak cucunya yang tidak tinggal di rumah lagi. Rumah itu memang hanya dihuni bapak-ibu dan Bungalan (Christine Hakim). Rasa waswas nampak pada ibu, karena anak bungsunya Binsar (Dyan Hasri) tak muncul. Ia sungkan bertemu dengan keluarga, karena harus kawin terburu-buru akibat pacarnya hamil duluan. Ibu dan bapak seperti sukar menyelesaikan masalah ini, sementara Groga (August Melasz), anak kedua paling dominan karena keberhasilannya sebagai pengusaha bersikap keras. Bungalan yang jadi penengah. Celakanya, terhadap Bungalan sendiri ibu juga waswas. Ibu takut ditinggal bila Bungalan kawin. Rumah jadi sepi tanpa anak.

Lalu masih ada beberapa masalah lagi. Separuh film dihabiskan untuk belat-belit masalah keluarga yang sebenarnya menarik ini, tapi karena banyaknya masalah maka dia tampil pendek-pendek dan sukar ditebak ke arah mana film beranjak. Pilihan sutradara: melanjutkan masalah ibu yang sakit-sakitan.

Bungalan, mahasiswa psikologi, menebak bahwa penyakit ibunya itu lebih bersifat psikis. Dalam hal ini ia dibantu pacarnya, Radityo (Frans Tumbuan). Maka berangkatlah mereka ke tanah Batak, tempat kehidupan mereka berawal. Ibu mulai membongkar masa lalunya, seakan hendak membongkar bawah sadarnya untuk menjadi sembuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar