Kamis, 03 Februari 2011

MARIA, MARIA, MARIA / 1974

MARIA, MARIA, MARIA

Yamal Alamsyah, seorang mahasiswa, anak direktur keuangan sebuah perusahaan besar. Dalam hidupnya yang memperoleh kasih sayang secara berlebihan dari ibunya, Yamal tidak mengenal kasih cinta wanita lain.

Suatu ketika cinta kasih itu diperoleh Yamal dari seorang wanita tinggkat tinggi bernama Maria, yang dikenalnya di suatu bungalow di daerah pegunungan.

Dalam hidup Maria ada seorang pria lain bernama Welly, seorang pelaut, yang telah banyak menolong dan melindungi Maria. Maria sendiri menganggap Welly sebagai kakak. Sedikit banyak, sang pelaut cemburu pada Yamal.

Suatu hari perhiasan Maria yang bernilai sekitar dua juta rupiah dan sejumlah uang tunai untuk membayar kontrakan rumah, dibawa pergi oleh Welly. Dalam keadaan terpojok, Yamal mengajak Maria menikah. Dia yakin bahwa dalam diri Maria masih tersimpan hati nurani yang baik.

Kebahagiaan sejenak dinikmati Yamal dan Maria, samapi pada akhirnya rahasia masa silam hidup Maria terbongkar Yamal dan Maria diusir dari rumah. Kesulitan-kesulitan hidup mereka dihadapi dengan tabah dan penuh pengertian, Yamal bekerja sebagai supir taxi dan tinggal di rumah kampung.

Sepeninggal Yamal, ibu Yamal mengalami depresi atau tekanan jiwa hingga jatuh sakit. Atas nasihat dokter dan saran menantunya, dr.Anton, suami Ade, adik Yamal.. satu-satunya jalan menolong ibu adalah mempertemukan ibu dengan Yamal.

Ketika Yamal tahu hal itu, dia berkeras hati untuk tidak kembali. Di sisi lain, Weely si pelaut, berada kembali di Jakarta. Welly menunjukan perhatiannya pada Maria. Dia datang untuk mengembalikan uang yang dipinjamnya dahulu tetapi ditolak Maria. Kesan buruk Maria pada Welly lambat laut lunter oleh kata-kata Welly yang tulus agar Maria membujuk Yamal untuk mau menengok ibunya yang sakit.

Suatu pagi Yamal pulang dinas malam mendapati Maria tidak di rumah. Ada pesan dari ayahnya, agar Yamal mau menengok ibunya yang sakit. Disana Maria telah menunggu dan memaksa Yamal. Dengan diiringi ayahnya, Yamal dan Maria kembali ke rumah serta diterima ibunya dalam suasana baru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar