Sabtu, 12 Februari 2011

DASIMA / 1940

DASIMA


Lalu ia merubah cerita Njai Dasima menjadi Dasima saja tanpa Njai. Nampaknya ini revisi modern yang tertulis juga di poster filmnya. Ini bukan cerita kampung lagi seperti dulu. Cerita yang difilmkan bukan tentang Njai, tetapi tentang wanita biasa dari kehidupan sehari-hari di zaman modern. Pada judul tidak ada Njai-nya dalam cerita. Dalam cerita baru ini, Dasima tidak tertarik dengan Samiun karena guna-guna, namun akibat terpikat biasa. Bagian guna-guna dihilangkan karena tahayul orang kampung, artinya tidak modern. Karena menurut Pamflet film jaman sudah berobah.....publik punya kesukaan dan permintaan-permintaan dalam kalangan film pun turut berubah.. The Teng Chun setuju tanpa banyak koreksi. Sehingga Tan Tjoei Hock adalah sutradara paling produktif pada masanya.

Dasima
Winata yang disibukan dengan urusan meningkatkan penghidupan, sering disalahpahami istrinya, Dasima. Akhirnya mereka bercerai. Kemudian Dasima jadi istri Samiun, yang lebih berminat pada harta Dasima. Karena perlakuan Samiun kian semena-mena, Dasima minta cerai. Segala perhiasannya, yang dihabiskan Samiun di meja judi, diminta kembali oleh Dasima. Samiun bersepakat dengan Bang Puasa untuk menyingkirkan Dasima. Ketika terkepung oleh Samiun dan Puasa di tengah jembatan, Dasima meloncat ke sungai dan meninggal. Belakangan polisi datang dan menangkap Samiun dan Puasa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar