Rabu, 09 Februari 2011

ANTARA TIMUR DAN BARAT / 1963

ANTARA TIMUR DAN BARAT

Dalam suatu pertemuran di masa revolusi antara tahun 1945-1949, sepasukan pejuang RI dibuat berantakan oleh tentara Belanda. Letnan Effendi, Sersan Husni dan Kopral Darmo ditawan. Sementara Darmo berkhianat karena tak tahan siksaan, sementara Letnan Effendi yang menderita luka dirawat oleh Treesje Smit (Suzanna), anak Letnan Smit. Perawat Treesje berusaha menarik Effendi (Pitrajaya Burnama) untuk bergabung ke pihak Belanda, tapi justru Effendi yang berhasil menimbulkan kesadaran Treesje, bahwa dia pun berdarah Indonesia (dari ibu). Setelah Indonesia berdaulat penuh (1950), hubungan Effendi dan Treesje tersambung dan kian mesra. Hubungan yang mendapat dukungan dari ibu, tapi ditentang oleh Smit. Ternyata usaha dagang Smit hanya sebagai kedok, sebab diam-diam menyokong gerakan anti pimpinan Darmo. Ketika dana dari Smit berkurang, Darmo menculik dan menyandera Treesje. Demi cintanya, Effendi turun tangan. Ketika Darmo hendak menembak Effendi dari belakang, Treesje menembak Darmo, namun peluru Darmo juga bersarang di tubuh Treesje.

Film ini merupakan propaganda perlunya kaum Indo (peranakan Belanda) diterima oleh bangsa Indonesia sebagai bagian dari mereka, amat mengingatkan kita pada film Frieda. Film ini banyak di duga hanya ingin meletakan pemain Suzzana yang Indo itu karena kepopulerannya masa itu. Atau mungkin saja film ini perlu dibuat mengingat adanya peristiwa pemulangan besar-besaran orang Belanda yang lama hidup di Indonesia dan peranakannya dari Indonesia. Mereka dipulangkan ke Belanda, ada yang ke Australia, Hawaii, dan juga ke Amerika Serikat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar