Kamis, 03 Februari 2011

ANTARA BUMI DAN LANGIT (FRIEDA) / 1950


ANTARA BUMI DAN LANGIT (FRIEDA)

Film Indonesia pertama yang menampilkan adegan ciuman. Setelah terganyang gelombang protes, diadakan revisi dan diedarkan dengan judul lain, "Frieda". Dr Huyung adalah prajurit Jepang keturunan Korea. Nama Jepangnya Hinatsu Eitaro, sedang nama aslinya Hue Yong. Ia mendapat tugas "menguasai" dunia sandiwara Indonesia semasa pendudukan Jepang. Setelah kemerdekaan, Huyung menyebarkan pengetahuan teater dan film pada antara lain Usmar Ismail, yang dianggap sebagai bapak perfilman nasional. Lahir tahun 1907, Huyung meninggal di Indonesia tahun 1952, setelah menyelesaikan filmnya keempat, "Bunga Rumah Makan".

Ada kejutan di dunia perfilman Indonesia dalam film
Antara Bumi dan Langit – diproduksi oleh Stichting Hiburan Mataram dan PFN, disutradarai oleh Dr Huyung yang sejatinya bernama Hinatsu Eitaro, yang dulunya pernah menjadi Kepala Jawa Engeki Kyokai -sebuah sandiwara yang terkenal pada masa itu . Skenario ditangani oleh pengarang terkenal Armijn Pane sehingga getar susastra terasa. Namun terjadi kehebohan sebab untuk pertama kali dalam sejarah perfilman Indonesia karena berani menampilkan adegan ciuman antara bintang tenar S Bono yang berciuman dengan Grace! Gelombang protespun membahana.

Kedudukan pribumi dan Belanda bagaikan bumi dan langit. Abidin (S. Bono) adalah pribumi yang dilarang bergaul dengn Frieda, gadis Indo. Setelah dipisahkan oleh situasi, Abidin, yang telah berumahtangga, bertemu lagi dengan Frieda. Meski ada benih cinta, tapi mereka berhadapan sebagai musuh. Pertemuan itu membawa tragedi bagi Frieda.









Dr.Hujung,sutradara dan cameraman E.Kruidhof dalam pembuatan film ANTARA BUMI dan LANGIT (1950). Dr.Huyung adalah prajurit Jepang keturunan Korea. Nama Jepangnya Hinatsu Eitaro,sedang nama aslinya Hue Yong.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar