Rabu, 22 Mei 2013

KK-17 / 1964

 KK-17

Halim yang baru bekerja di lapangan pengolahan timah, merasa bahwa ada penyelewengan di KK-17 (kapal keruk). Ia malah curiga pada abangnya Badar yang jadi pengusaha kapal itu, karena melihat kekayaan yang tampak di rumah Badar. Badar jadi penjudi, pemabuk dan sering cekcok dengan istrinya, Salmah. Maka Halim yang idealis, juga jadi berselisih dengan Badar. Setelah perselisihan itu, Badar sadar bahwa ia diperalat orang lain. Maka ia bertindak bersama Halim dan alat negara untuk membereskan penyelewengan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar