Selasa, 25 Desember 2012

JAWARA SOK KOTA / 1990



JAWARA SOK KOTA
JAWARA-JAWARA

Film ini disutradarai oleh

FIRMAN TRIYADI

Lahir di Jakarta 31 July 1956. Pendidikan : Diploma IV Program Studi Penyutradaraan, Jurusan Film, Fakultas Film dan Televisi IKJ-LPKJ. Pertama kali terjun ke film sebagai asisten sutradara dan penulis skenario dalam Tiga Dara Mencari Cinta (1981). Menyutradarai film cerita yang pertama dalam Jawara Sok Kota (Jawara-Jawara) (1990). Pemenang Sayembara Penulisan Naskah Film DEPPEN (1985) untuk terbaik ke I dan III. Selain itu juga nominasi Citra dalam Lagu Untuk Seruni pada FFI 1991 sebagai Penulis Skenario. Terjun pula ke sinetron, dari Kerusuhan Di Brantak (1982) hingga Dendam (1996). Pernah menjabat Sekretaris Jendral KFT periode 1991-1995. Pada periode berikutnya (1995-1999) merangkap menjadi Ketua dan Ketua Bidang Hukum dan Kesejahteraan KFT.


Film ini sukar diduga maunya. Ada adat Betawi, ada pendudukan Jepang, ada kelompok pejuang, ada jagoan kampung yang sok. Serpihan-serpihan ini dicoba digabungkan. Sayuti (Eeng Saptahadi) sang jagoan kampung kerjanya cemburu pada pacarnya, Nonon (Dewi Yull), penari topeng. Kecemburuan itu bertambah ketika datang orang kota, terpelajar dan dikagumi orang kampung: Komar (Arswendi Nasution). Tapi, setelah diusahakan oleh banyak pihak, akhirnya Sayuti malah berbalik, ingin menyerbu Jepang. Ini malah membuat repot Komar dan kawannya, Malik (Joseph Gintings), yang menyelusup menjadi tentara Jepang untuk bisa mencuri senjata. Toh, kenekadan Sayuti akhirnya yang terjadi. Mereka menyerbu sebuah tangsi Jepang dan mengobrak-abrik. Adegan akhir ini disajikan dengan gaya banyak "stop motion".





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar