Kamis, 01 September 2011

"Kami India" untuk Indonesia / "ONS INDIE" VOOR DE INDONESIERS /1984




Ons Indië voor de Indonesiërs deel 1 Banzai
Ons Indië voor de Indonesiërs deel 2 Merdeka
Ons Indië voor de Indonesiërs deel 3 Siaaap
Ons Indië voor de Indonesiërs deel 4 Mata Mata Moesoeh
Ons Indië voor de Indonesiërs deel 5 Belanda

Seri dokumenter tentang perjuangan kaum nasionalis Indonesia di Hindia Belanda 1940-1950.



Ini
membahas represi brutal oleh Belanda setelah keberangkatan dari Inggris: aksi polisi; indonesian teror respon, penarikan Belanda oleh internasional (AS) tekanan, penyerahan kedaulatan, kegagalan politik pemerintah federal Belanda, menyatakan Republik Indonesia; Pemberontakan Bandung federalis, mantan tentara KNIL Maluku dimasukkan ke dalam dingin.

WAWANCARA
dengan ini: - Sir Philip Christison, Jenderal Inggris, - E. Behr, seorang perwira Inggris - P Colson, petani tembakau - G.C.F. van Nistelrooy, seorang buruh paksa mantan di Jepang - P. Betaubun, Maluku, KNIL badan intelijen DST - JB Vermeulen, komandan KNIL DST - R.P.P. Westerling, komandan militer Belanda relawan - J. Zwaan, tentara wajib Belanda - dr JAA van Doorn, tentara Belanda sersan - Dr H. Ruslan Abdul Ghani, nasionalis - C. dari Heekeren, resmi pemerintah - Dr L.M.G. Jacquet, resmi pemerintah - Tsuchiya, Pejabat Jepang - SM Jalhay KNIL tentara profesional. ARSIP BAHAN (b / w), termasuk masih foto - Wawancara dengan Van Mook dalam kebijakan federal AS pada 1''58 "- Celebes: Umum (perang) gambar KNIL + 58" + 45 "+ 53" - membuka parlemen negara federal Indonesia Timur 53 "Sumatera Timur dan Riau Bangka Belitung (termasuk Van Mook) 1''13" - tentara Belanda dari Yogyakarta + keberangkatan penyerahan kedaulatan (atas nama Crown: Dr AH Lovink) 55 "- Soekarno di div. kesempatan, termasuk 25 wartawan AS untuk "+ 58".


NEWS
Bahan mentah lagu Indonesia Raya itu didapatkan dari sumber di Belanda. "Judulnya Ons Indie: Voor de Indonesiers, belevenissen en verhalen atau Indonesia Kita: Untuk orang Indonesia, kisah dan peristiwa," jelas Nanang yang memproduksi film dokumenter Sang Proklamator tersebut. Sumber-sumber lain diperoleh dari arsip ABC TV Sydney, Australia, pada 2003.

Bagi kalangan pengguna internet yang suka berselancar di dunia maya, klip lagu kebangsaan Indonesia Raya versi asli diketahui sejak akhir Desember 2006 di situs video interaktif youtube.com. Karena itu, siapa pun bisa mendengarkan dan melihat video berdurasi 3 menit 49 detik tersebut.

Sementara itu, keluarga W.R. Supratman, pencipta lagu, meragukan validitas naskah asli lagu Indonesia Raya temuan pakar telematika Roy Suryo dan kawan-kawan tersebut. Mereka merasa temuan naskah itu perlu diselidiki lebih lanjut. "Saya belum melihat sendiri. Tapi, saya kok tidak percaya naskah itu asli," ujar Oerip Soedarman, keponakan W.R. Supratman, ketika ditemui Jawa Pos di Balai Pemuda Surabaya.

Dia menyatakan, dirinya siap bertemu dan berdiskusi dengan Roy Suryo mengenai naskah teks lagu Indonesia Raya yang dimiliki.

Ketika ditanya mengenai penemuan beberapa orang terdahulu tentang hal serupa, Roy mengungkapkan, itu merupakan hak setiap orang untuk mengklaim bahwa mereka adalah penemu naskah tersebut. "Kalau memang seperti itu, mengapa mereka tidak mengatakan sejak dulu saat menemukan naskah tersebut? Kalau hanya bicara, semua juga bisa," tegasnya.

Ribut-ribut soal lagu Indonesia Raya juga direspons Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Prof Ir Mohammad Nuh. Dia menyatakan lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya versi asli yang ditemukan di Perpustakaan Leiden, Belanda, akan menunggu keputusan pemerintah.

"Saya sudah melihat dokumen tersebut. Karena itu, ada dua aspek yang perlu diperhatikan. Yakni, keputusan pemerintah tentang lagu Indonesia Raya pada masa lalu tetap legal sejak saat itu sampai sekarang," ujarnya setelah meresmikan Kampoeng Cyber di Rungkut Asri Utara, Surabaya, kemarin.

Menurut dia, aspek lain yang juga penting diperhatikan, lagu Indonesia Raya versi asli atau versi masa lalu sangat bergantung pada keputusan pemerintah karena bendera atau lagu kebangsaan memang merupakan hasil keputusan politik. "Jadi, temuan lagu Indonesia Raya dengan versi yang lebih le(Source: JawaPos)

Ketika Jepang Menyerah Tanpa Syarat



Sejarah kelasik yang difahami tentang kekalah Jepang pada tanggal 15 Agustus 1945 adalah akibat langsung 2 buah bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima (6 Agustus 1945) dan Nagasaki (9 Agustus 1945). Dengan perkataan lain setelah itu Jepang menyerah tanpa syarat. (foto 1/Bom Atom di Hiroshima). Sebenarnya yang terjadi pada tanggal 15 Agustus, bukan penyerahan Jepang dalam arti yang resmi, karena hal tersebut baru terjadi pada tanggal 2 September 1945 di atas kapal Amerika Serikat Misouri yang berlabuh di teluk Tokyo. Namun pada tanggal 14 Agustus 1945 memang Pemerintah Jepang melalui duta besarnya di Swiss mengirim surat untuk mematuhi keputusan Postdam (Konperensi sekutu dikota Postdam). Berita yang dibuat oleh menteri muda luar negeri Jepang Shunichi Matsumoto ini antara lain berisi keterangan bahwa Hirohito sudah menandatangani naskah penerimaan deklarasi Postdam. Berita yang diterima di Indonesia dan kemudian dianalisa adalah berita tanggal 14 Agustus tersebut. Surat yang dikirim pemerintah Jepang ini merupakan sambungan saja dari surat tertanggal 10 Agustus 1945 di mana Jepang menawarkan diri untuk merundingkan penyerahan karena Hirohiti merisaukan perdamaian dunia. Keadaan di dalam negeri Jepang saat itu memang tidak menentu misalnya menjelang tanggal 15 Agustus 1945 telah terjadi percobaan kudeta yang gagal yang dilakukan para perwira muda pimpinan Let.Kol Takeshita, Mayor Hidemasa Koga dan Mayor Hatanaka. Kejadian tersebut dapat diantisipasi oleh kekuatan militer pro Kaisar. Karena merasa bertanggung jawab, Jenderal Anami selaku Menteri Angkatan Darat Jepang akhirnya melakukan bunuh diri. Pada jam 12.00 waktu Tokyo tanggal 15 Agustus 1945, Hirohito berbicara di radio tentang penerimaan deklarasi Postdam. Berita inilah yang resmi menghentikan Perang Asia Timur Raya. Pidato yang lebih dahulu direkam pada piringan hitam (gramofone) pada tanggal 14 Agustus 1945 ini dikenal sebagai pidato suci Hirohito berjudul "The Voice of the Crane". Amerika serikat selaku negara besar dalam jajaran sekutu menaggapi pernyataan Jepang itu sebagai reaksi akibat pemboman dengan teknologi mutahir hasil rekayasa para ahli Atom Nasional nya. (Foto 2/ terlampir memperlihatkan pemberitaan gedung putih tentang kekalahan Jepang ini oleh Presiden Truman). Berita kekalahan Jepang merupakan berita besar buat pemuda Indonesia guna meningkatkan perjuangannya. Terbayang di benak kelompok pemuda posisi Soekarno dan Hatta serta kelompok tua lainnya yang menjadi sulit karena seia sekata dan bersedia sehidup semati dengan Dai Nippon. Timbul asumsi-asumsi baru nasib bangsa Indonesia dan tanah airnya. Bakal jadi apa Indonesia ini ?. Perkiraan paling dekat tentu saja akan datangnya pihak sekutu, dalam hal ini Amerika Serikat. Pendukung utama Atlantic Charter. Suatu bangsa yang yang mendukung demokrasi, hak sasasi dan kemerdekaan. Bukan hal aneh kalau para pemuda akan menyambutnya dengan slogan-slogan sebagaimana yang disebut dalam Atlantic Charter tersebut.Tapi rupanya waktu kedatangan tersebut tidak terlalu cepat karena adanya perubahan rencana Jenderal Mac Arthur yang tidak jadi melakukan invasi ke Indonesia. Dia berbelok langsung ke utara untuk mempercepat penaklukan negara induk Jepang. Tanggung jawab wilayah Asia Tenggara kemudian diserahkan sepenuhnya kepada kekuatan sekutu lain yaitu dibawah pimpinan Laksamana Mountbatten. Padahal Mounbatten memiliki jumlah tenaga dan fasilitas transportasi yang terbatas.


Dalam wawancara film Ons Indie voor de Indonesiers, Jenderal Cristison pimpinan AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) mengakui bahwa pasukan sekutu terlambat dua minggu sehingga baru bisa mendarat di Jawa pada awal September 1945. Untuk mengantisipasi terjadinya chaos didaerah vacum kekuasaan seperti halnya Indonesia, maka oleh SACSEA (Supreme Allied Command of South East Asia) yang dijabat Mount Batten, diterbitkanlan pengumuman bagi para pimpinan tentara Jepang yang didrop melalui pesawat udara. (gambar 3/Selebaran SEAC / South East Asia Command) Penguman berbetuk selebaran ini juga dimaksudkan bagi pengetahuan para tawanan bahwa “Jepang sudah kalah dan kini mereka merdeka.”. Lalu bagaimanakah sikap Indonesia ?. Vacum kekuasaan ini ternyata dimanfaatkan dengan baik untuk “memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945”…..

India Film arsip: 5-bagian dokumenter "kami India untuk Indonesia '
Seri perjuangan kemerdekaan Indonesia memenangkan Perak Disk Nipkow 1985


Bosdriesz dibuat pada Januari 1984 seri 5-bagian pada perjuangan kemerdekaan Indonesia: "kami India untuk Indonesia. Bosdriesz seri ini memenangkan Disk Nipkow Perak pada tahun 1985. Berikut adalah deskripsi dari semua episode dari seri. Hanya episode 1 dan 3 subtitle diawetkan, episode lain tanpa judul.
Episode 1:

Dalam episode penaklukan dan pendudukan Hindia Belanda oleh Jepang, pembangunan tentara Indonesia, sikap Jepang terhadap perjuangan kemerdekaan, pengaruh drilsysteem Jepang di masyarakat, khususnya pemuda dan situasi di kamp-kamp.
Wawancara dengan:
- C. dari Heekeren, pejabat pemerintah;
- Sir Laurens van der Post, petugas penghubung Inggris;
- S. Nishiyima, staf angkatan laut Jepang;
- Dr F.A. Staas, mahasiswa magang;
- H.W.J. Siebenhaar, wajib militer di KNIL;
- Fujiwara, Jepang Mayor (terutama pada kerjasama dengan organisasi-organisasi Islam di Aceh nama Pusa penaklukan Sumatera);
- Ms H. Siebenhaar-Scholte, pseudonim penulis Lin Scholte;
- Mw L.M.H. Boon van Zele, janda penulis Tjalie Robinson;
- P. Betaubun dan J. Parinussa, Maluku;
- Ir Busono, mahasiswa, anggota TNI;
- O. Nishimura, eksekutif Jepang;
- Tsuchiya, perwira Jepang, tentara PETA instruktur;
- Kaneko, perwira Jepang;
- H. Ruslan Abdul Ghani, nasionalis.

Episode 2:

Dalam episode ini papan kekosongan antara kapitulasi
Jepang dan kedatangan Inggris, penciptaan
Deklarasi Kemerdekaan (Proklamasi), perselisihan antara Pemoedabeweging (remaja) dan
Soekarno, pembentukan tentara republik, situasi di kamp-kamp dan meningkatnya agresi Indonesia terhadap Belanda dan Jepang, kesalahpahaman militer Belanda) otoritas.
Wawancara dengan:
- Sir Laurens van der Post, bahasa Inggris petugas penghubung;
- Adam Malik, pemimpin Pemoedabeweging, termasuk penculikan Sukarno;
- O. Nishimura, eksekutif Jepang;
- S. Nishiyima, staf angkatan laut Jepang;
- Ir Busono, mahasiswa dan prajurit TNI;
- Kaneko, perwira Jepang;
- Tsuchiya, perwira Jepang, instruktur PETA;
- C. Sisselaar, penerjun payung Belanda;
- Sir Philip Christison, Inggris umum;
- H. Ruslan Abdul Ghani, seorang nasionalis;
- Dr L.M.G. Jacquet, pejabat pemerintah, pada situasi di dalam dan sekitar kamp-kamp;
- Ms T.H. van Gessel-Hunter;
- P. Colson, petani tembakau;
- Dr F.A. Staas, cendekiawan;
- S.M. Jalhay, prajurit profesional.

Episode 3:

Ini membahas nasionalis versus Inggris, Jepang, Belanda dan Indo, sikap pemerintah Belanda, evakuasi dari kamp terancam Pamoeda lambat akan; situasi tidak bisa dipertahankan: kerusuhan di Semarang.
Wawancara dengan:
- C. dari Heekeren, pejabat pemerintah;
- Sir Laurens van der Post, petugas penghubung Inggris;
- Kubota, perwira Jepang di Semarang;
- C. Sisselaar, penerjun payung Belanda;
- P. Colson, petani tembakau;
- J.A. Titarsolej, Maluku;
- J. van Zanten, diinternir;
- Ms T.H. van Gessel-Hunter;
- J.R. Mellema dan K. Smit, siswa;
- E. Behr dan D. Ogden, perwira Inggris;
- Dr L.M.G. Jacquet, pejabat pemerintah;
- Dr F.A. Staas, mahasiswa magang;
- Sir Philip Christison, Inggris umum;
- Ms H. Siebenhaar-Scholte, pseudonim penulis Lin Scholte;
- Mw L.M.H. Boon van Zele, janda penulis Tjalie Robinson;
- Ir Busono, mahasiswa, anggota TNI;
- H. Ruslan Abdul Ghani, nasionalis.

Episode 4:

Ini membahas Inggris di Jawa dan Sumatera, pembunuhan oleh nasionalis, rampokmakers (geng) dan KNIL, peran Barat, waktu Kebangunan Besar, pembantaian di Bronbeek, perjuangan antara Surabaya dan Inggris nasionalis.
Wawancara dengan:
- E. Behr dan D. Ogden, perwira Inggris;
- R.P.P. Westerling, komandan militer Belanda relawan);
- J. Parinussa dan J.A. Titarsolej, Maluku;
- S.M. Jalhay, tentara profesional;
- Sir Philip Christison, Inggris umum;
- Ms L.M.H. Boon-Hunter;
- Ir Busono, mahasiswa, anggota TNI;
- Dr H. Ruslan Abdul Ghani, seorang nasionalis;
- Ms H. Kamper-Weski;
- Go Gien Tjwan Dr, mahasiswa;
- Sir Laurens van der Post, petugas penghubung Inggris.

Episode 5:

Ini membahas represi brutal oleh Belanda setelah keberangkatan dari Inggris: aksi polisi; indonesian teror respon, penarikan Belanda oleh internasional (AS) tekanan, penyerahan kedaulatan, kegagalan politik pemerintah federal Belanda, menyatakan Republik Indonesia; Pemberontakan Bandung federalis, mantan tentara KNIL Maluku dimasukkan ke dalam dingin.
Wawancara dengan:
- Sir Philip Christison, Inggris umum;
- E. Behr, seorang perwira Inggris;
- P. Colson, petani tembakau;
- G.C.F. van Nistelrooy, seorang buruh paksa mantan di Jepang;
- P. Betaubun, Maluku, KNIL badan intelijen DST;
- J.B. Vermeulen, komandan KNIL DST;
- R.P.P. Westerling, komandan militer Belanda relawan;
- J. Zwaan, tentara wajib Belanda;
- Dr J.A.A. van Doorn, sersan tentara Belanda;
- Dr H. Ruslan Abdul Ghani, seorang nasionalis;
- C. dari Heekeren, pejabat pemerintah;
- Dr L.M.G. Jacquet, pejabat pemerintah;
- Tsuchiya, perwira Jepang;
- S.M. Jalhay KNIL tentara profesional.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar