Selasa, 21 Juni 2011

WALANG KEKEK / 1974

WALANG KEKEK

Film ini tak sempat beredar, karena terjadi sengketa antara Teguh, pimpinan Srimulat dan Herman Samadikun dari PT Jati Film Jaya, yang bertindak selaku pengedar. Kerjasama ini menghasilkan dua film. Yang pertama adalah "Mayat Cemburu". Nama penata artistik dan suara berasal dari J. Santoso, asisten sutradara. Nama itu tak tercantum pada filmnya.

Karena kurang laku di Surabaya, kepala para pramuria sebuah klab malam, membuka klab malam di Lamongan untuk menyedot uang para saudagar tembakau yang sedang panen di Lamongan. Ia mengajak para pramurianya, antara lain Susan (Sumiati), yang jadi primadonanya. Salah satu saudagar tembakau, Prawiro (Johny Gudel), tergila-gila pada Susan, padahal yang terakhir ini pacaran dengan anaknya, Santoso (Paimo), dengan memakai nama Kamuni. Sementara itu pacar Susan, Freddy (Herman Hidayat), yang hidupnya dengan memoroti Susan, datang ke Lamongan. Ia lalu memacari anak gadis Prawiro, Sulastri (Jujuk Juwariah). Ia bersama kawan-kawannya bahkan mengatur pemerasan terhadap para saudagar tembakau itu secara lebih besar-besaran. Prawiro kaget ketika suatu hari pulang ke rumah melihat Susan ada di rumah. Ia lalu mengatur siasat untuk menutup klab malam itu dengan memberi mereka uang. Pimpinan klab malam memang sudah merasa uang habis tersedot dan berniat pindah tempat. Keributan terjadi saat Freddy meminta uang lebih karena disuruh putus dengan Sulastri. Santoso yang mengintip lalu memukul kentongan. Penduduk desa datang. Klab malam bubar. Prawiro dan para langganan klab malam itu harus menanggung malu ketahuan belangnya di depan massa rakyat.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar