Minggu, 19 Juni 2011

SOPHAN SOPHIAAN 1971-1991


SOPHAN SOPHIAAN

(lahir di Makassar, Sulawesi Selatan, 26 April 1944 – meninggal di Ngawi, Jawa Timur, 17 Mei 2008 pada umur 64 tahun) [1]adalah salah satu aktor senior, sutradara dan politikus Indonesia. Ayahnya, Manai Sophiaan, adalah politikus terkemuka Indonesia yang pernah menjadi duta besar di Rusia.

Nama :Sophan Sophian

Lahir :Ujung Pandang, Sulawesi Selatan,26 April 1944

Wafat :Ngawi, Jawa Timur,17 Mei 2008

Pendidikan :Sekolah Tehnik (Jerman)

Profesi :Aktor, Sutradara, Produser dan Politikus

ROMI DAN JULI 1974 HASMANAN
Actor
SAAT-SAAT YANG INDAH 1984 SOPHAN SOPHIAAN
Actor.Director
JANGAN AMBIL NYAWAKU 1981 SOPHAN SOPHIAAN
Director
BUNG KECIL 1978 SOPHAN SOPHIAAN
Director
BUNGA BANGSA 1982 SOPHAN SOPHIAAN
Director
LISA 1971 M. SHARIEFFUDIN A
Actor
TINGGAL LANDAS BUAT KEKASIH 1984 SOPHAN SOPHIAAN
Actor.Director
PERKAWINAN 1972 WIM UMBOH
Actor
ANAK YATIM 1973 FRITZ G. SCHADT
Actor
TIMANG-TIMANG ANAKKU SAYANG 1973 SANDY SUWARDI HASSAN
Actor
KADARWATI 1983 SOPHAN SOPHIAAN
Actor.Director
TJINTAKU DJAUH DIPULAU 1972 MOTINGGO BOESJE
Actor
MELINTAS BADAI 1985 SOPHAN SOPHIAAN
Director
DAMAI KAMI SEPANJANG HARI 1985 SOPHAN SOPHIAAN
Director
PENGANTIN REMAJA 1971 WIM UMBOH
Actor
AYU DAN AYU 1988 SOPHAN SOPHIAAN
Director
WIDURI KEKASIHKU 1976 SOPHAN SOPHIAAN
Director
SI BONGKOK 1972 LILIK SUDJIO
Actor
PEMBERANG 1972 HASMANAN
Actor
PENCOPET 1973 MATNOOR TINDAON
Actor
BUAH HATI MAMA 1980 SOPHAN SOPHIAAN
Actor.Director
DI BALIK DINING KELABU 1986 SOPHAN SOPHIAAN
Director
LETNAN HARAHAP 1977 SOPHAN SOPHIAAN
Actor.Director
ARINI 1987 SOPHAN SOPHIAAN
Actor.Director
PERCINTAAN 1973 PITRAJAYA BURNAMA
Actor
YANG TERCINTA 1991 M.T. RISYAF
Actor
SUAMI 1988 SOPHAN SOPHIAAN
Actor.Director
CINTA REMAJA 1974 LILEK SUDJIO
Actor
AKU CINTA PADAMU 1974 HASMANAN
Actor
LORONG HITAM 1971 TURINO DJUNAIDY
Actor
HONOUR 1974 BOBBY SANDY
Actor
PEREMPUAN KEDUA 1990 IDA FARIDA
Actor
PEREMPUAN 1973 PITRAJAYA BURNAMA
Actor
KEMILAU KEMUNING SENJA 1980 HASMANAN
Actor
GAUN PENGANTIN 1974 BOBBY SANDY
Actor
RAHASIA SEORANG IBU 1977 WAHYU SIHOMBING
Actor
SENTUHAN CINTA 1976 BOBBY SANDY
Actor
MUTIARA DALAM LUMPUR 1972 WAHYU SIHOMBING
Actor
AMALIA S.H. 1981 BOBBY SANDY
Actor
DEMI CINTA 1974 MATNOOR TINDAON
Actor
JINAK-JINAK MERPATI 1975 SOPHAN SOPHIAAN
Actor.Director
MATAHARI HAMPIR TERBENAM 1971 R. ISKAK
Actor
SESAL 1994 SOPHAN SOPHIAAN
Actor.Director
SESAAT DALAM PELUKAN 1989 SOPHAN SOPHIAAN
Actor.Director
KETIKA SENYUMMU HADIR 1991 SOPHAN SOPHIAAN
Director.

Penghargaan :

Most Popular Actor FFA XVIII di Taipei, Taiwan,

Aktor Harapan PWI 1974,

Karakter Terbaik FFA XIX 1974 di Singapura,

Pemeran Utama Terbaik dalam FFI 1978 di Ujung Pandang dalam film Letnan Harahap

Sophan Sophian muncul pertama kali di layar putih untuk pertama kalinya sebagai pemain pembantu dalam film” Bunga-Bunga Berguguran pada tahun 1970. Ia kemudian menjadi terkenal dengan penampilannya dalam film Pengantin Remaja tahun 1971. Dalam film karya Wim Umboh itu ia main sebagai pemain utama, bersama Widyawati yang kemudian menjadi istrinya. Setelah itu main dalam banyak film dan kebanyakan dengan pasangan tetap Widyawati. Film-filmnya berjudul Cintaku Jauh di Pulau tahun 1971, Si Bongkok tahun 1972, Perkawinan tahun 1972, Perempuan”tahun 1973, Jauh di Mata”tahun 1973 dan Sentuhan Cinta”di tahun 1976. Kemudian pada tahun 1974 ia menjadi Pembantu Sutradara dalam film Kehormatan dan menjadi sutradara penuh dalam film Jinak-jinak Merpati tahun 1975. Hasil Penyutradaraan lain adalah film Widuri Kekasihku tahun 1976, Letnan Harahap” tahun 1977 dan Bung Kecil”di tahun 1978.

Filmnya yang berjudul Letnan Harahap”menghasilkan sebuah Piala Citra untuk aktor utama dalam FFI tahun 1978 di Ujung Pandang. Ketika berperan sebagai bintang film, dia melihat kepura-puraan sebagai seni dan ia sangat menghayatinya. Sehingga ia sukses sebagai bintang film pada waktu itu.

Belakangan setelah ia vakum dalam dunia perfilman, Sophan kemudian terjun dalam dunia politik yang waktu itu menjadi Ketua Fraksi PDIP MPR, lalu ia mengundurkan diri. Namun didalam dunia politik, dia melihat kepura-puraan, hal ini yang sebenarnya sangat dihayatinya dalam film. Ia pun hidup dalam dua dunia, yakni kenyataan kepura-puraan dan seni peran kepura-puraan yang dihayatinya. Lalu dalam kenyataan itu, dan ia pun memutuskan mundur dari lembaga legislatif.

Memang, meminjam lirik lagu Achmad Albar, dunia ini adalah panggung sandiwara. Walaupun lirik lagu itu tidak selalu benar. Sebab panggung sandiwara tidak selalu sebagai suatu kenyataan dan kenyataan tidak selalu menjadi panggung sandiwara. Terkadang ketulusan nurani tanpa pamrih masih menampakkan sosok sebagai kenyataan. Ketulusan nurani yang antara ada dan tiada. Entahlah yang disebut sebagai seni peran dan politik yang harus mampu berkompromi. Bak kata para filsuf, suatu misteri kehidupan manusia yang paradoksial. Berbeda, bahkan bertentangan, tetapi berjalan secara bersamaan.

Maka, kalaupun akhirnya penghayatan sebagai bintang film itu terbawa-bawa dalam peran politiknya, hal ini bisa dimaklumi. Sebab sejak mahasiswa, Sophan sudah menjadi bintang film. Sampai usianya yang makin lanjut, ia melakoni dunia film baik sebagai pemain, sebagai sutradara, maupun sebagai produser dengan baik. Memang, seni peran itulah habitatnya. Disitulah dia punya nama dan ‘rumah idaman’.

Pada Sabtu, 17 Mei 2008, Sophan Sophian wafat akibat luka dalam, setelah jatuh dari motor besarnya yang menghindari lubang disekitar jembatan Plong, Kedung Galar, Ngawi, Jawa Timur. Perjalanan dengan motor besarnya itu ia lakukan dalam rangka Tur Jalur Merah Putih untuk memperingati 100 tahun hari Kebangkitan Nasional yang diikuti 401 pengendara motor besar, dimana Sophan Sophian menjabat sebagai ketua panitia acara tersebut.

Sophan yang beragama Islam menikah dengan aktris senior Indonesia, Widyawati dan mempunyai dua anak: Roma & Romi. Setelah banyak berkiprah di dunia perfilman, Sophan terjun ke panggung politik dan pernah aktif di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Dalam kapasitasnya itu, ia pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat RI.

Pada tahun 2005, ia turut bergabung dalam mendirikan partai baru yang bernama Partai Demokrasi Pembaruan bersama-sama dengan Laksamana Sukardi, Arifin Panigoro, Roy BB Janis, Sukowaluyo Mintohardjo, Noviantika Nasution, Didi Supriyanto, Tjiandra Wijaya, Postdam Hutasoit dan RO Tambunan.[2]

Sophan meninggal dunia pada 17 Mei 2008 dalam sebuah kecelakaan motor di Ngawi, Jawa Timur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar