Rabu, 08 Juni 2011

SELIMUT CINTA / 1977

SELIMUT CINTA

Sutradara: DARTO JONED

Lahir Selasa, 21 Maret 1944 di Solo. Pendidikan: Setamat SMA, ke Akademi Jurnalistik (tak selesai). Kemudian kursus Elementer Sinematografi (1974) dan kursus Penulisan Skenario (1984). Biar sudah main film sejak Tanah Gersang (1971), namun lebih aktif sebagai penulis TV-play dan skenario film. Setelah 1985, lebih sering bikin sinetron, walau tetap menulis skenario untuk film. Pada 1990-an mendirikan PT Joned Vidia Sinema dan menghasilkan Misteri Dalam Misteri (1996) hingga sebanyak 20 episode.


Prod ijin: Selimut Cinta

Kisah dimulai dengan penggambaran pacaran antara Burhan (Robby Sugara), pelukis, dengan Ratih (Yulinar Firdaus). Lalu penggambaran sebuah rumah bordil milik Maryati (Mieke Wijaya). Sumiati (Enden Marlinda), salah seorang pelacur, diminta pulang ayahnya, tapi tak diizinkan Maryati. Bahkan ayah Sumiati disiksa oleh pengawal rumah bordil. Maryati tak suka anaknya, Ratih, pacaran dengan Burhan, karena Burhan adalah salah seorang pelanggannya. Dengan paksa ia memutuskan hubungan itu dan menjodohkan Ratih dengan Bambang (August Melasz), seorang pengusaha. Untuk menyadarkan Ratih, Maryati menyuruh anak buahnya Sumiati, meminta reproduksi lukisan dirinya. Lukisan itu memang dibuat dengan model Sumiati. Burhan juga kaget ketika mengetahui bahwa Ratih adalah anak Maryati. Karena paksaan ibunya, Ratih pergi ke tempat Bambang yang mengadakan pesta. Ternyata pesta tak ada. Ratih diperkosa Bambang yang lalu membuka siapa dirinya: germo kelas tinggi, dan dendam pada Maryati yang pernah menjerumuskan kakaknya dan menyiksa ayahnya. Maryati menyesal dan pergi ke Burhan. Ia jual rumahnya untuk menebus Ratih. Tak berhasil. Ia kalap hingga rumah bordilnya terbakar dan meninggal. Burhan berhasil membawa lari Ratih yang sedang dalam perjalanan keluar bordil dibawa pelanggan. Terjadi kejar-mengejar, pukul-pukulan. Dalam keadaan kritis, datang seregu polisi yang dilapori oleh Sumiati. Ratih dan Burhan bahagia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar