Minggu, 19 Juni 2011

PUBER / 1978

PUBER

Directors ALFADIN
Director Of Photography HASAN BASRI JAFAR
Lahir di Medan. Pendidikan: SLA (Taman Siswa di Medan, SMA Ksatria Medan, dan SMKA Prapanca Medan), serta mengikuti berbagai kursus bidang televisi di TVRI Jakarta dan TV Singapura (ABU). Setamat SLA, ia bekerja di Departemen Pekerjaan Umum (1958-1962). Kemudian pindah ke Jakarta dan menjadi karyawan TVRI sampai 1971. Pada 1971 itu pula mendapat kesempatan pertama turut menangani pembuatan film cerita Wadjah Seorang Laki Laki sebagai asisten sutradara, mendampingi sutradara Teguh Karya. Kesempatan berikutnya sebagai asisten sutradara diperolehnya dalam film Surat Undangan (1975) yang disutradarai Ishaq Iskandar. Menjadi sutradara penuh pada 1978 dalam Puber produksi PT Young Romeo Film. Tahun 1980, mendirikan perusahaan PT. Sal Putra Film Production, menjabat Direktur Utama, yang banyak memproduksi film-film dokumenter, film cerita dan sinetron serial untuk tayangan di TVRI dan beberapa TV swasta. Debut sinetron serial yang diproduksi dan sekaligus disutradarainya Kedasih (128 episode, 1990-1993), merupakan salah satu tayangan peraup iklan terbesar TPI.















Empat remaja putri dari teman sekelas di SMA membuat sebuah geng yang mementingkan solidaritas. Mereka adalah Encum (Anissa Diah Sitawati), Sherly (Chrisye Frans), Anna (Ita Mustafa), dan Isti (Yayuk Suseno). Pada awal film diperlihatkan kebadungan mereka di jalanan, yang suka mengganggu orang. Pokoknya urakan. Saat liburan mereka menginap di rumah orang tua Encum di Pasar Minggu. Di tempat ini, mereka suka mengganggu Boy (Alfred Pietruschka), tetangga. Mereka saling bertaruh siapa yang bisa pacaran paling hebat. Ternyata masing-masing saling bohong lebih hebat, sampai giliran Anna yang lalu mengetahui kebohongan teman-temannya dan marah, apalagi pacarnya, Ronald (Junaedy Salat) sempat memergokinya. Ia memutuskan pulang. Maka pulanglah semuanya. Keutuhan cerita kabur, hingga maksud untuk memperlihatkan "psikologi" remaja tak muncul, kecuali kenakalan dan keisengannya belaka.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar