Selasa, 01 Maret 2011

TAPAK-TAPAK KAKI WOLTER MONGINSIDI / 1982

TAPAK-TAPAK KAKI WOLTER MONGINSIDI



Disutradarai bersama Achiel Nasrun
Kisah salah seorang pahlawan kemerdekaan di Sulawesi Selatan. Wolter Monginsidi (Roy Marten) dilukiskan sebagai pemuda yang flamboyan, berani terkadang nekat, agak emosional. Ia dan pasukannya selalu mengganggu Belanda, dan diburu-buru, sampai akhirnya tertangkap. Ayahnya meminta ia menandatangani permohonan grasi, padahal itu salah satu tipu muslihat Belanda. Ia mati dihukum tembak.



Robert Wolter Mongisidi (bukan Monginsidi-red) adalah pemuda Minahasa dari suku Bantik yang ikut mengelorakan perlawanan terhadap penjajah Belanda pada waktu itu. Belanda menghukumnya dengan tembak mati di usianya yang sangat muda, 24 tahun pada tahun 1949.

Setiap tahunnya, warga Suku Bantik yang tersebar di 11 pemukiman di Manado merayakan Festival Seni Budaya Bantik yang puncaknya jatuh pada 5 September yang merupakan hari di mana Mongisidi dihukum mati.

film yang diproduksi pada tahun 1982 itu. "Tapak-tapak Kaki Wolter Monginsidi" adalah film yang menceritakan kisah perjuangan pahlawan nasional asal Sulawesi Utara tersebut.

"Wolter Mongisidi merupakan tokoh yang luar biasa dan patut menjadi teladan.

Wolter Mongisidi menjadi merupakan salah satu tokoh penting yang sangat disanjung oleh warga Suku Bantik, Ketika jenasah Mongisidi diambil oleh keluarganya, dari balik Alkitab yang diapitnya ketika ditembak, terselip sebuah kertas yang bertulis tangan, "Setia Hingga Akhir dalam Keyakinan". Kini kalimat itu menjadi kalimat heroik warga Bantik


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar