Selasa, 01 Maret 2011

FRANK RORIMPANDEY 1967-1990

 

FRANK RORIMPANDEY
Sudah giat bermain sandiwara sejak di SLA, dan semakin berkembang setelah hijrah ke Jakarta. Pada awal 60-an bermain film sebagai peran pembantu. Kemudian tahun 1973 ia mulai tertarik bidang penyutradaraan.


TAKKAN LARI JODOH DIKEJAR 1990 FRANK RORIMPANDEY
Director
PERAWAN DESA 1978 FRANK RORIMPANDEY
Director
AKIBAT KANKER PAYUDARA 1987 FRANK RORIMPANDEY
Director
TAPAK-TAPAK KAKI WOLTER MONGINSIDI 1982 FRANK RORIMPANDEY
Director
JANG DJATUH DIKAKI LELAKI 1971 NICO PELAMONIA
Actor
UNTUK SEBUAH NAMA 1985 FRANK RORIMPANDEY
Director
ROMAN PICISAN 1980 ADISOERYA ABDY
Actor
SELAMAT TINGGAL MASA REMAJA 1980 FRANK RORIMPANDEY
Director
NANTI KAPAN-KAPAN SAYANG 1990 FRANK RORIMPANDEY
Director
BENGAWAN SOLO 1971 WILLY WILIANTO
Actor
COLAK-COLEK 1979 FRANK RORIMPANDEY
Director
WOLTER MONGISIDI 1983 FRANK RORIMPANDEY
Director
TINGGAL SESAAT LAGI 1986 EDUART P. SIRAIT
Actor
MIMPI SEDIH 1974 WILLY WILIANTO
Actor
KEKASIHKU IBUKU 1971 TURINO DJUNAIDY
Actor
BERSEMI DI LEMBAH TIDAR 1981 FRANK RORIMPANDEY
Director
SATU MAWAR TIGA DURI 1986 FRANK RORIMPANDEY
Director
PENYESAIAN SUMUR HIDUP 1986 FRANK RORIMPANDEY
Director
BAYANG-BAYANG KELABU 1979 FRANK RORIMPANDEY
Actor.Director
FADJAR DITENGAH KABUT 1966 DANU UMBARA
Actor
LAKI-LAKI PILIHAN 1973 NICO PELAMONIA
Actor
SI DOEL ANAK BETAWI 1973 SJUMAN DJAYA
Actor
AKIBAT BUAH TERLARANG 1984 FRANK RORIMPANDEY
Director
BAYI TABUNG 1988 NURHADIE IRAWAN
Actor
CINTA SEMALAM 1983 I.M. CHANDRA ADI
Actor
PUTIHNYA DUKA KELABUNYA BAHAGIA 1989 FRANK RORIMPANDEY
Director
LONCENG MAUT 1976 FRANK RORIMPANDEY
Director
ANJING-ANJING GELADAK 1972 NICO PELAMONIA
Actor
ARIE HANGGARA 1985 FRANK RORIMPANDEY
Director
SEPUTIH KASIH SEMERAH LUKA 1988 WIM UMBOH
Actor
ITA SI ANAK PUNGUT 1973 FRANK RORIMPANDEY
Director
2 X 24 DJAM 1967 DANU UMBARA
Actor
BENINGNYA HATI SEORANG GADIS 1980 FRANK RORIMPANDEY
Director
MUTIARA DI KHATULISTIWA 1990 FRANK RORIMPANDEY
Actor.Director
MUTIARA 1977 FRANK RORIMPANDEY
Actor.Director
JOHNY INDO 1987 JIMMY ATMAJA
Actor
GEPENG BAYAR KONTAN 1983 FRANK RORIMPANDEY
Director
SEMALAM DI MALAYSIA 1975 NICO PELAMONIA
Actor.

Frank Rorimpandey
Profesi : Aktor film, Sutradara
Tempat Tahir : Surabaya
Tanggal Lahir : 09 Desember 1945
Pendidikan Formal : = SLA
= ATNI

Penghargaan Khusus
-Aktor Pendatang Baru Terbaik FFI 1966
-Pemenang Piala Citra Festival Film Indonesia 1980

Nama : Frank Rorimpandey
Lahir : Surabaya, Jawa Timur 9 Desember 1945
Pendidikan : ATNI
Profesi : Wartawan mingguan Film Purnama, Staff Produksi PT. Tuti Mutia Film, Sutradara Film
Filmografi :
Masa Topan dan Badai (1963),
Fadjar Di Tengah Kabut (1966),
2 X 24 Djam (1967),
Ananda (1970),
Laki-Laki Pilihan (1973),
Yang Jatuh Di Kaki Langit (1973)
Ita Si Anak Pungut (1974),
Semalam Di Malaysia (1975),
Lonceng Maut (1976),
Mutiara (1977),
Perawan Desa (1978),
Bayang – baying Kelabu (1979),
Selamat Tinggal Masa Remaja (1980),
Kabut Sutra Ungu (1981),
Tapak-Tapak Kaki Wolter Monginsidi (1982),
Arie Hanggara (1985),
Akibat Kanker Payudara (1987),
Mutiara di Khatulistiwa (1990)
Sinetron :
Cinta Tebak Manggis (1991),
Jinak-Jinak Merpati (1992),
APSARI (1993),
Seri Opera Sabun Colek (1994),
Kabut Asmara di Pondok Songka (1995),
Saskia (1996),
Kawinnya Juminten dan Martubi (1997)
Penghargaan :
Aktor Pendatang Baru Terbaik FFI 1966.
Pemenang Piala Citra Festival Film Indonesia 1980,
Termasuk perokok berat, Frank Rorimpandey sehari bisa menghabiskan 5 bungkus rokok kretek. Tak cuma itu, Pemenang Piala Citra Festival Film Indonesia tahun 1980 untuk penyutradaraannya dalam film Perawan Desa itu bahkan pernah pantang makan nasi selama 4 tahun. Untuk apa, tak dijelaskannya. Yang pasti, baru mulai Desember 1980 ia makan nasi lagi. Karir film lelaki kelahiran Surabaya itu dimulai dengan menjadi pemain. Sebab, sejak di SLA ia sudah giat bermain sandiwara.
Tak heran jika kemudian, awal 60-an, ia hijrah ke Jakarta dan masuk Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI). Sutradara D. Djajakusumalah yang pertama kali memberikan kesempatan main padanya, dalam Masa Topan dan Badai tahun 1963. Tiga tahun kemudian, ia menerima peran pembantu untuk Fadjar Di Tengah Kabut. Dan ia terpilih sebagai pendatang baru terbaik. Tapi itu tak membuatnya kebanjiran peran. Malah sesudah itu ia menjadi wartawan mingguan film Purnama. Untunglah, ditahun 1970 Usmar Ismail mengajaknya main film lagi dalam Ananda. Sementara itu, ia aktif pula dalam Sanggar Teater Populer pimpinan Teguh Karya yang pernah jadi dosennya di ATNI. Minatnya kepada dunia film menjadi serius. Di tandai dengan bekerja sebagai staf produksi pada PT. Tuti Mutia Film, pada tahun 1971.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar