Sabtu, 05 Maret 2011

CINTA DAN NODA / 1991

CINTA DAN NODA
Dalam surat izin produksi berjudul "Menagih Janji"

Nia (Cut Keke) dilarang pacaran dengan Ir Rusdi (Adjie Massaid) oleh ibu Nia, Ny. Rosidi (Baby Zelvia), yang sangat dominan dalam keluarga karena suaminya sakit-sakitan. Rusdi ini juga dicintai Mirna (Yurike Prastica), teman sekantor, yang karena sadar Rusdi lebih mencintai Nia, Mirna minta keluar. Bermacam cara dilakukan agar Nia pisah dari Rusdi, tapi tak berhasil. Herman (Chandra Rajasa), bawahannya disuruh merayu Nia. Gagal. Herman, yang ternyata pacar Mirna, minta Mirna melakukan kekerasan. Juga gagal. Rusdi yang berhasil ditemui Nia, menemukan rumah tua yang jadi tempat penyiksaannya. Rumah ini angker dan dihuni seorang dukun tua. Rusdi lalu bersembunyi, tapi tempat itu bisa ketahuan, karena Nia dikuntit penganiaya Rusdi. Suatu malam Rusdi masuk ke rumah Nia dan membawa lari ke persembunyian lain. Ny Rosidi lalu mencari Herman untuk mencari Nia. Rusdi dan Nia mendengar percakapan dua orang itu. Ternyata Ny Rosidi memacari Herman, dan Nia bukan anak kandungnya. Mereka lalu pergi ke rumah tua. Di sana Rosidi (Wawan Wanisar), yang sudah berjanji mengorbankan anaknya sebagai tumbal untuk kebisaannya menjadi babi ngepet, minta dibatalkan. Ia mengatakan perjanjian setan itu karena dorongan istrinya yang gila harta. Dan Nia dihalangi berhubungan dengan Rusdi, karena ibu Rusdi mengetahui rahasia Rosidi. Rosidi meninggal. Istrinya gila. Rumah tua dan sekitarnya disetujui jadi kota satelit seperti diusulkan Rusdi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar