Kamis, 03 Februari 2011

WANITA SEGALA ZAMAN / 1979

WANITA SEGALA ZAMAN

Tuan kusuma ( Kusno Sujarwadi ) seorang pengusaha sukses. Punya tiga anak Indra ( Rudy Salam ) yang suatu waktu diharapkan akan menjadi pewaris usahanya. Ia memang pintar dan penurut. Berdeda dengan adiknya Budi ( Roy Marten ) yang susah dimengerti kemauannya, entah menjadi seniman entah mau jadi apa. Wajarlah kalau tuan Kusuma lebih menyenangi Indra daripada Budi.

Istri Tuan Kusuma meninggal dunia setelah melahirkan putrid bernama Ani ( Lydia Kandou. Segala sesuatu urusan rumah tangga diurus oleh Asih ( Marini ), anak yatim piatu yang di didik oleh mendiang nyonya.

Suatu ketika Asih merasa bahwa disamping kesetiaanya kepada keluarga itu ada sesuatu perasaan lain. Asih mencintai sang majikan. Tapi sebagai bawahan dia tidak bisa berbuat apa2 kecuali memendam rasa itu sedirian.

Kemudian Tuan Kusuma berkenalan dan menikahi seorang wanita yang sepadan. Emma ( Rae Sita ). Cantik, berpendidikan dan luwes dalam pergaulan. Makin sia2lah Asih menharapkan cintanya berbalas.

Sementara itu diantara Indra dan Budi terjadi pertentangan mengenai diri seorang mahasiswi psikologi, Lia ( Yati Octavia ). Indra yang tampan dan selalu dimanjakan dengan semena2 memperlakukan Lia. Yang lantas mengadu pada Budi. Padahal Budi sendiri diam2 juga menaruh hati pada gadis itu.

Pertentang adik dan kakak ini lebih hebat lagi ketika Budi mengajukan protes kepada Indra, mengingatkan Indra agar jangan terlalu akrab dengan nyonya Kusuma yang baru. Indra marah dan mereka berkelahi.

Tuan Kusuma mengusir Budi tanpa menyadari bahwa sebetulnya dia tidak bersalah apa2

Baru belakangan, setelah mengetahui suatu siasat yang cukup licin, Tuan Kusuma menyadari bahwa istrinya yang diharapkan akan menjadi ibu yang baik bagi anak2nya, tidak setia dan Cuma mengejar harta kekayaan dan kesenangan belaka. Ia telah mencundangi Indra sang pewaris usaha.

Dalam suatu keributan dimana nyonya Kusuma mengancam keselamatan jiwa Tuan Kusuma sekeluarga, Asih muncul sebagai penyelamat. Nyonya Kusuma yang baru itu tewas dalam tangannya.

Terakhir Asih didatangi Tuan Kusuma dan anak2nya ditahanan, mengharap supaya, apapun yang terjadi, Asih tidak boleh lupa, anak2 masih mememrlukan seorang ibu


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar