Rabu, 23 Februari 2011

SUZANNA HOROR MOVIE (New gendre Horor)

SUZANNA HOROR MOVIE (New gendre Horor)
Banyak filmmaker kita yang membuat film horor saat ini. Tetapi mereka bingung untuk gandre film horor yang akan mereka buat itu. Karena terlalu banyaknya film dalam bentuk DVD yang beredar, maka mereka memilih untuk membuat film horor yang lagi-lgi mengikuti korea-jepang-thailand. Sehingga semakin hilanglah budaya atau ciri khas film Indonesia sendiri.

Sebenarnya mereka menginginkan hal itu adalah semata-mata biar tampak keren saja, biar tampak beda dengan film horor Indonesia yang pernah ada, oleh karena itu korea-jepang-Thailand adalah baik untuk diikuti, karena yah,...pasti beda dengan film horo indonesia yang pernah ada.

Padahal ada film Horor Indonesia yang sudah memiliki ciri khas, dan juga sayang untuk di Tinggalkan. Banyak yang bilang hantu Indonesia jauh lebih serem dari pada Jepang-Korea-Thailand. Jawaban saya,...iya memang serem. Tapi apakah si pembuat filmnya sendiri mampu membuat film yang serem, dan berkwalitas.

Permasalahannya bukan pada serem apa tidak, tetapi mampu apa tidak, percaya apa tidak bahwa hantu Indonesia jauh lebih serem dari pada hantu manca negara lainnya.???

SUZZANA,adalah contoh film horor yang paling unik, dan belum pernah ada sebelumnya, walaupun dari negara manapun. Hantu Suzaana adalah semacam super herro. Mungkin ini imajinasi dari si pembuatnya saat itu. Karena hantu yang bisa melakukan hal apa saja yang di luar orang normal. Bahkan jauh lebih hebat dari pada superman, dia mampu tembus tembok, terbang dan lainya. Hantu suzzana super hero ini semacam membasmi kejahatan. Dari ceritanya yang ada penjahat merampok rumahnya, membunuh anak dan suaminya dan juga memperkosa suzzana dan juga membuang mayat suzzana, menjadi kan suzzana hantu yang siap menumpas kejahatan/ balas dendam. Hanya penjahat itu yang dia takuti, dan dia dendam dan inginkan mati. Bahkan dialoq hantu suzzana membawa kebajikan, contohnya beberapa adegan yang pemunculan hantu suzzana diantara orang yang melakukan kejahatan atau perusakan atau hal yang tidak baik. Contoh dukun bokir sangat sering dihadirka sebagai dukun penipu, kerapkali suzzana muncul untuk memberitahukan hal yang baik pada dukun bokir. Kalimat yang paling sering muncul adalah, "Jangan kau melakukan kejahatan, jangan kau merusak, jangan kau mencelakakan orang.".

Bahkan dalam ceritannya, penjahat itu adalah penjahat yang paling sadis, istilahnya sindikat lah. Yang dimana polisi saja berusaha menumpasnya. Sering kali di akhir cerita ketika suzzana selesai membunuh para penjahat itu, polisi datang bersama kiayai. Karena hantu yang membunuh tidak tersentuh oleh hukum negara, maka polisi itu hanya mengurus penjahat yang ditumpas oleh suzzana, namun peran kiayai yang datang bersama polisi adalah bagian menyelesaikan persoalan suzzana agar ia bisa tenang di-alamnya itu., Kiayi inilah yang menyelesaikan hal tersebut.

Jadi ini sangat menarik, dimana hantu menumpas kejahatan. Dan juga manfaat penonton yang didapat adalah, agar ketika melakukan kejahatan, bisa berfikir panjang. Kalau seandainya yang mereka bunuh itu nantinya menjadi tuntut balas dendam menjadi hantu bergentayangan. SEhingga diharapkan orang akan takut melakukan pembunuhan terhadap orang lain. Ini sangat menarik pesannya. Dan juga format hantu itu sendiri yang menjadi super herro.

Film Perjanjian Dimalam Keramat adalah film terakhirnya. Suzanna setelah film terakhirnya pada tahun 1991 (Perjanjian di Malam Keramat), berhenti muncul dalam film Indonesia. Saat itu ia dikenal sebagai ratu film horor. Hanya sedikit penonton film yang tahu bahwa Suzanna adalah aktor yang cukup banyak menerima penghargaan dalam berbagai peran yang tak tanggung-tanggung ragamnya.

Pada awal karirnya sebagai aktor, Suzanna menerima penghargaan sebagai aktris cilik terbaik dalam film Asrama Dara (1958). Penghargaan ini tidak hanya ia terima dari Festival Film Indonesia 1960, tapi juga dari Festival Film Asia pada tahun yang sama. Dalam film drama seperti Asrama Dara yang disutradari Usmar Ismail, ia membawakan peran Ina, gadis remaja yang menghadapi perpisahan ayah dan ibunya. Sejauh penelusuran saya, ia adalah aktor anak pertama dari Indonesia yang pernah memenangkan penghargaan nasional dan internasional sekaligus melalui film yang sama.

Melalui Bernafas dalam Lumpur (1970) arahan sutradara Turino Djunaidy ia menerima penghargaan Runner Up I aktris terbaik versi Persatuan Wartawan Indonesia (1970-1971). Dalam film ini ia berperan sebagai perempuan desa yang berangkat ke kota dan terjebak kehidupan keras di kota. Film ini sempat dilarang diputar oleh Kodim Bandung karena penggunaan kata-kata kasar di dalamnya. Melalui film ini citra Suzanna berubah seiring pertambahan usianya, dari aktris cilik ia menjadi salah satu simbol erotisme perempuan dalam film Indonesia.

Meskipun sudah bermain dalam film horor sejak tahun 1971, karir Suzanna sebagai bintang cerita hantu baru dikukuhkan pada tahun 1980-an. Kisah-kisah seram yang dimainkannya, seperti yang diingatkan seorang kawan kepada saya, selalu saja punya basis legenda lokal. Karenanya peran apapun yang dibawakan Suzanna, baik sebagai Ratu Kidul, Calon Arang maupun Nyai Blorong – dengan mudah meresap ke dalam ingatan penonton sebagai hantu perempuan yang selalu meremangkan bulu kuduk. Untuk perannya dalam Ratu Ilmu Hitam (1981), Suzanna menjadi salah satu Unggulan FFI 1982 untuk pemeran utama wanita.

Menjelang kembalinya Suzanna ke dunia film Indonesia, ada baiknya kita tinjau lagi karir aktris ini. Ia barangkali satu di antara sedikit sekali aktris Indonesia yang mampu menguasai ingatan penonton dengan peran apapun dan citra apapun yang ia tampilkan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar