Jumat, 04 Februari 2011

SI PITJANG (si Pincang) / 1951

SI PITJANG
(si Pincang)

Giman pincang sejak lahir. Sebenarnya ia anak keluarga petani yang tergolong cukup, tetapi perang memporak-porandakan keluarganya. Ayah dan abangnya di romusha kan tentara pendudukan Jepang. Indonesia merdeka pada tahun 1945, tetapi Belanda berusaha menjajah lagi. Dalam suatu serangan udara, nenek Giman meninggal dunia. Si Pincang terlunta-lunta, tetapi tetap berdikari dalam mencari sesuap nasi. Di kota Yogya ia hidup bersama pengemis dan pencopet cilik. Persatuan mengikat anak-anak gelandangan itu. Seorang penolong datang membantu dan menampung mereka dalam. Film ini dianggap karya terbaik Kotot, tidak lagi bicara besar tentang harapan yang bisa diperoleh dari kemerdekaan. Setelah para bekas pejuang sendiri sudah mulai menikmati cita-cita mereka, yang diminta Kotot cumalah agar anak-anak yang terlantar akibat revolusi juga mendapat perhatian. Karena saat itu semua sibuk membuat film tentang penyesuaian para bekas pejuang selepas revolusi ke dalam masyarakat. Tetapi Kotot kali ini tampil beda ceritanya.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar