Minggu, 06 Februari 2011

REMPO URIP 1951-1977


REMPO URIP

Lahir Jumat, 10 Juli 1914 di Purworejo. Pendidikan: Methodist Mission School(Kelas II), Methodist Mission English School (selesai), kursus Penyutradaraan dan Editing (Manila, 1951-1953).Pada tahun 1934 dia meninggalkan Palembang, kota tempat dia dibesarkan,untuk mengikuti rombongan sandiwara"Dardanella" keliling Asia Tenggaradan Anak Benua India. Dalam perkumpulan itu Urip menjadi Pembuat Poster dan Pemain sepakbolanya. Ketika Dardanella di India tahun 1936, mereka membuat film "Dr. Samsi" dan Urip main sebagai Figuran. Setelah kembali ke Indonesia, dia menjadi Pembantu Umum perkumpulan sandiwara Bolero (1936-1937), kemudian Pagoda (1937 -1939 ).Sehabis itu Urip bekerja di Oriental Film Co. sebagai: Chekker dan Distributor. Ketika Oriental ditutup, dia masuk ke JIF dan mulai menyentub bidang Penyutradaraan waktu dia menjadi Pembantu Sutradara untuk "Djoela Djoeli Bintang Toedjoeh", lalu 'Noesa Peninda"" (keduanya 1941). Selama pendudukan Jepang dan perang kemerdekaan, Urip bermain sandiwara bersama rombongan Bintang Soerabaja, kemudian Bintang Timur yang dipimpin Djamaludin Malik".Tabun 1950 dia kembali ke film sebagai Pembantu Sutradara untuk "Djembatan Merah", lalu "Harumanis" " dan "Bintang Surabaja 1951". Dalam tahun itu juga dia dibawaDJamaluddin Malik mendirikan Persari dan kemudian dikirim ke Manila untuk mempelajari film. Sebelum berangkat itu sempat menyutradarai sendiri film "Rindu" (1951). Sewaktu di Manila, dia menyutradarai beberapa film Persari yang dibuat disana, film film berwarna: "Rodrigo de Villa" (1952), "Leilani" (1953) dan "Tabu" (1953).Setelah Studio Persari ditutup waktu krisis industri film tahun 1957, Sutradara tetap Persari ini menjadi Sutradara untuk berbagai perusahaan, sampai sekarang. Film - Film selanjutnya antara lain: "Gadis SKP" (1960), "Asmara dan Wanita" (1961).Ketika merosotnya produksi film nasional antara 1962 -1970, Urip menghilang dari dunia film. Kembali muncul lewat film "Pendekar Sumur Tudjuh" (1971), "Antara Anggrek Berbunga" (1972), "Aku Mau Hidup" (1974), "Putri Solo"" (1975), "Bunga Ros Dari Cikembang" (1976), dan lain - lain.


RODRIGO DE VILLA 1952 GREGORIO FERNANDEZ
Director
RIAPA AJAHKU 1954 REMPO URIP
Director
LEILANI 1953 REMPO URIP
Director
ASAM DIGUNUNG GARAM DILAUT 1953 REMPO URIP
Director
SUPIR ISTIMEWA 1954 REMPO URIP
Director
HARTA ANGKER 1956 REMPO URIP
Director
ASMARA DAN WANITA 1961 REMPO URIP
Director
PENDEKAR SUMUR TUDJUH 1971 REMPO URIP
Director
IBU MERTUA 1960 REMPO URIP
Director
ANTARA ANGGEREK BERBUNGA 1974 REMPO URIP
Director
BINTANG BARU 1954 REMPO URIP
Director
COBRA 1977 REMPO URIP
Director
TJALON DUTA 1955 REMPO URIP
Director
RINDU 1951 REMPO URIP
Director
MENUDJU BINTANG 1960 REMPO URIP
Director
SATU BUDJANG LIMA DARA 1960 REMPO URIP
Director
SENDJA INDAH 1957 REMPO URIP
Director
DIANTARA ANGGREK BERBUNGA 1972 REMPO URIP
Director
BUNGA ROOS 1975 FRED YOUNG
Director
AKU MAU HIDUP 1974 REMPO URIP
Director
HADIAH 10.000 1955 REMPO URIP
Director
AIR PASANG 1954 REMPO URIP
Director
PEGAWAI TINGGI 1954 REMPO URIP
Director
KARLINA MARLINA 1957 REMPO URIP
Director.



10 Juli 1914

Di tengah udara dingin pagi yang menyelimuti kota Purworejo, samar-samar terdengar suara tangisan seorang bayi laki-laki. Bayi laki-laki yang di beri nama Rempo Urip ( Urip-kehidupan), adalah putra kedua dari pasangan Sonorejo dan Sowoh. Kelahiran putra kedua ini di sambut dengan penuh suka cita. Baik Sonorejo maupun Sowoh kemudian sepakat memberikan nama Rempo Urip yang berarti Rempo Yang Hidup, dengan harapan kehidupan sang putra kelak akan sebagus namanya. Bak gayung bersambut, sang anak telah membawa takdir besar dalam kehidupannya. Kelak Rempo Urip kecil akan menjelma menjadi seorang sutradara yang menorehkan sejarah dalam perfilman Indonesia.

Beberapa Belas Tahun Kemudian..........

Saya ucapkan selamat dan sukses padamu Rempo. Kau benar-benar murid kebanggaan sekolah ini. Semoga kelak karirmu sesukses prestasimu sekarang. Puji salah seorang guru di sekolah HIS, sembari menyerahkan piagam penghargaan. Rempo muda yang saat itu baru berusia 18 tahun, tersenyum dan mengucapkan terima kasih.

Bagi Rempo muda, pujian dan ucapan selamat yang sering di ucapkan oleh para guru, merupakan santapan sehari-hari. Sebagai siswa cerdas yang mampu menyelesaikan jenjang pendidikan dasar ( SD-SMU) dalam waktu 9 tahun. Pujian yang di lontarkan oleh para pendidik bukanlah sesuatu yang baru baginya. Meski sempat menimba ilmu di sekolah milik pemerintah Belanda, hampir sebagian dari pendidikan dasar di tempuhnya di sekolah milik pemerintah Inggris. Wajar bila sampai akhir hayatnya Rempo Urip fasih berbicara dalam bahasa Inggris.

Kehidupan Karier.

Rempo Urip memulai karirnya pada sebuah Sanggar Teater Keliling Pertama di Indonesia, yaitu Dardanella. Di sanggar inilah Rempo mengasah bakat dan kemampuannya sebagai pemain sandiwara. Ia juga di ketahui bersahabat dekat dengan beberapa sineas teater terkenal zaman dulu seperti aktris cantik Fifi young dan Nyoo Cheong Seng. Selepas dari Dardanella, Rempo bersama dengan Jamaludin Malik, mendirikan Perusahaan Film pertama di Indonesia, PERSARI pada tahun 1951, di mana Rempo menjadi salah seorang sutradara.

Bintang Baru (1954), Satu Budjang Lima Dara (1960), Asmara Dan Wanita ( 1961), Diantara Anggrek Berbunga ( 1972) dan Aku Mau Hidup ( 1974) adalah beberapa dari sekian banyak film yang pernah di sutradarai oleh Rempo Urip.

Kehidupan Pribadi.

Tak banyak yang di ketahui dari kehidupan Rempo Urip, selain kesederhanaan dalam menjalani hidup. Walau berprofesi sebagai sutradara terkenal, kehidupan Rempo Urip jauh dari glamour dan hura-hura. Bersama Asmah, wanita cantik yang juga merupakan keponakan dari Jamaludin Malik-Pemilik Persari, Rempo Urip mengarungi kehidupan rumah tangga selama kurang lebih 48 tahun. Dari pernikahan ini, beliau di karuniai 3 orang putri dan 2 orang putra.

Tak satupun dari putra-putri Rempo yang berniat meneruskan cita-citanya. Meskipun kelima anaknya telah meraih sukses dalam kehidupan karir maupun pribadi, tak satupun dari mereka yang berniat meneruskan karir sang ayah sebagai seorang sutradara.

Akhirnya, tepat pada tanggal 15 Januari 2001, Rempo Urip menghembuskan nafas yang terakhir. Ia meninggal akibat penyakit tua, pada usia 87 tahun. Pemakamannya di hadiri oleh beberapa artis senior seperti Pong Harjatmo, Nani Wijaya, Mieke Wijaya serta Camelia Malik.

Selamat Jalan Rempo Urip, May ALLAH Bless U.

1 komentar:

  1. Mbah Rempo Urip.. Panutan hidup bagi cucunya akan kesederhanaan yang dimiliki... Kami selalu mengenang kehidupanmu mbah ku.... Lapangkanlah kuburnya ya Allah...Amin

    BalasHapus