Senin, 14 Februari 2011

Peroesahaan film Indonesia.

Oesia peroesahaan film Indonesia masih sanget moeda, tetapi di bandingken hasil dan perkembangan'nja ini ada satoe hal jang baek.

Batavia adalah kota film Indonesia jang oetama, hingga sekarang ada djoeloekan „Batawood” sedari 5 taon kebelakang sebage poesat'nja peroesahaan film.

Sekarang kita soedah mempoenjai:
• „Standar film & Co”;
• „Star film & Co”;
• „Populair & Co”;
• „Tan film & Co”;
• „Orient film & Co”;
• „Union film & Co”;
• „The New Java Industrial Film & Co.

Ini semoea peroesahaan berkoempoel di „Batawood”, dengen mengasih pengharepan bakalan bertambah lagi.

Toean Njoo Cheong Seng, itoe pengarang jang terkenal, jang telah berpengalaman dalem komedie bangsawan dan film, sekarang soedah bekerdja boeat satoe peroesahaan film di Malang jang mempoenjai finacier koewat. Itoe peroesahaan bernama „Majestic Film & Co”, meski dalem pekerdja’an'nja ada di Batavia dengen menoempang tempat pada The new Java Industrial Film ( J.I.F ) jang selaen'nja JIF djoega poenja doea afdeeling laen jalah „Action Film” dan „Jacatra Film”.

Di Pekalongan ada „Tropical Film & Co”. Roepa²nja Medan, Bandoeng dan beberapa tempat laen sedeng pikir² boeat diriken peroesahaan film.

Film di bikin.
Pada bab ini saja aken kasih laloe, kerna dirasa pemboeatan film ditaon-taon itoe ada masih sanget standart dan sederhana, beda djaoeh di djaman kini (2007) soedah sanget madjoe dan tida loepaken basic²nja, agar pembatja tida merasa djemoe, sebalik'nja boeat saja tida tjapeken tangan oentoek ketik apa².

Actrices, acteur dan pengarang.
Pengemar² film Indonesia barangkali soedah tida asing lagi pada nama Roekiah, Fifi Young. Mereka boleh djadi ada actrice pertama jang mendjadi populair dan sampe sekarang masih teroes disoeka oleh publiek.

Miss Dja teritoeng actrice jang pande, tjoema sajang sekali sekarang ia berada di loear Indonesia dan tida seorang taoe kapan ia kombali. Djika ia ada di Batavia boleh djadi ia lekas mendjadi favoriet publiek djoega dalem film ini ada pendapetan'nja Andjar Asmara.

Selaen mereka kita kenal Ratna Asmara, Hadidja, Elly Joenara, Dhalia, Asmana, Wolly Soetina dan Amalia. Tapi baroe² ini Njoo Cheong Seng dari Majestic film telah ketemoeken doea talent dari kalangan intellect, mereka ada Anggraini dan Ariati. Tentoe sadja masih banjak lagi actrices laen'nja diantara'nja mereka ada toekang menjanji, seperti Annie Landow, Eulis Zoebaeda, Ijem dan laen-laen.

Tan Tjeng Bok, Kartolo, M. Mochtar, Bisoe, Poniman, Soerjono, Ali Yugo, Primo Oesman dan banjak lagi. Mereka ada kita poenja acteur.

Pengarang² jang sekarang bekerdja di doenia film ada Njoo Cheong Seng, Tan Tjoei Hok, Ong Ping Lok, Andjar Asmara, Saeroen, Suska, Inoe perbatasari, Arifin dan barangkali banjak poela.

Film² jang soedah dan bakal di pertoendjoeken.
Oleh The Union Film Co, sedari dibediriken April 1940, soedah mempertoendjoeken 5 film „Kedok Ketawa; Harta Berdarah; Bajar Dengen Djiwa; Asmara Moerni; Wanita dan Satria”. Menoeroet toean Tjoa Ma Tjoen, dalem ini 3 boelan bakal dibikin doea film jang djoedoel dan tjerita'nja ia belon bisa kasih taoe.

Star Film Coy, soedah pertoendjoekan „Pa Wongso” dan soedah sediaken „Tjioeng Wanara”. Sedengken Oriental Film Coy soedah pertoendjoekan „Panggilan Dara”.

J.I.F. soedah klaar dengen ia poenja „Kartinah” sedeng jang baroe di kerdjaken ada „Sigomar” dan „Singa Laoet”. Tan film Coy bakal soegoehken „Poesaka Pendeman”, Standar Film Coy ada poenja „Siti Noerbaja”, setelah ia meneroesken soekses dari „Ikan Doejoeng”.

Sementara itoe Majestic Film Coy sedeng sediaken „Djantoeng Hati”, ini film ada teritoeng satoe musical film jang menarik hati dengen 30 personel pendoekoeng'nja.

The New Java Industrial Film, jang doeloe'nja soeka membikin film² dari tjerita² koeno dari dongenan Tiongkok jang kini telah mempoenjai tiga „Anak” (Majestic, Action dan Jacatra film) ada satoe peroesahaan film di Batavia jang paling banjak bikin film dan di ramalken bakal mendjadi peroesahaan jang paling besar dari doenia film di Indonesia.

Boeat dapet taoe film mana jang paling succes, ini ada paling soekar, kerna itoe semoea moesti diserahken pada publiek jang telah menjaksiken.

Djoeroesan Perhatian.
100% dari peroesahaan film Indonesia berada pada producant Tionghoa, tapi seantero'nja film² dibikin menoeroet tjerita² jang menoetoerken penghidoepan Indonesier. Pengarang² seperti Njoo Cheong Seng dan laen'nja, belon berani tjiptaken tjerita² dari masjarakat peranakan Tionghoa oepama'nja. Kerna producent tentoe tida maoe menanggoeng risico. Satoe peroesahaan ada memikirin hasil dan keoentoengan'nja, idealisme tentoe'nja ada djoeroesan jang laen.

Biarpoen pengarang² Tionghoa merasa ada sanget berani mengkritik kalangan'nja, toch kali ini ia sanget ati² bikin tjerita² jang mengenaken masjarakat Indonesier.

Waloepoen film di pandang poenja pengaroeh sanget besar (dimana kita inget doeloe sewaktoe model cowboy diperkenalken oleh Hollywood, banjak pemoeda jang tiroe² itoe model pakean'nja), sampe² achli pendidikan sebage Ki Hadjar Dewantara dan banjak pemoeka² Indonesier telah toeroet bikin artikel² dalem toelisan, pendek'nja semoea mata sekarang tertoedjoe pada doenia film Indonesia jang tentoe ia orang ingin film aken mendjadi alat dari toedjoean'nja. Maka soedah terasa bahwa film itoe bisa mendjadi alat jang lebih penting dari pada maksoed producent jang tjoema sekedar tjari keoentoengan semata.

Emposan² dan andjoeran² soemanget itoe, sekarang masih belon ketrima dan ditoeroet, sebalik'nja producent lebih pasang mata dan boeka koeping pada kesoekaan rakjat jang banjak sadja, dan otomatis kantong aken padet.

Satoe speculatie dengen risico, producent film masih belon berani. Hingga boekan hal jang aneh, meskipoen peroesahaan film 100% ditangan orang Tionghoa, belon ada satoe film jang menoetoerken tjerita dari kaoem Hoakiao di sini. Kerna pasar film ada di seloeroeh Indonesia dan tjoema paling djaoeh ke Singapore. Maka producent koewatir film'nja tida dapet koendjoengan penonton.

Film boeat idealisme masih moesti di toenggoe!!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar