Kamis, 24 Februari 2011

Pembelaan si piul maut


SESUMBAR kemenangan terhadap prestasi Indonesia dalam Festival Film di Taipeh tahun ini wadjar. Kemenanngan "Apa Jang Kau Tjari Palupi" jang didengarkan orang setengah tidak pertjaja, dijakinkan dengan menangnja "Pengantin Remadja". Tetapi memang agak berkelebihan kalau kemudian menggembar-gemborkan bahwa segala elemen jang membangun keutuhan film itu semuanja bernomor djempol. Njonja Widiati Taufiq, seorang pemain sandiwara senior di Teater Ketjil, jang belum pernah menonton Pengantin Remadja, bertjerita kepada TEMPO perihal betapa terkedjutnja ia mendengar sebuah Iagu Indonesia jang mengingatkan ia kepada sebuah lagu barat jang lagi hangat: Love Storm. Lebih terkedjut lagi dia setelah mengetahui bahwa lagu jang dinjanjikan oleh Broery itu, jang partiturnja ditulis oleh Idris Sardi, jang liriknja direka oleh Sjuman Djaja, adalah lagu jang mengiringi film terbaik Asia: Pengantin Remadja. "Love Story" adalah lagu jang mengiringi film "Love Ston, "fang mengangkat novel karangan Erich Segal jang luar biasa larisnja. Novelnja, filmnja, lagunja, membuat perdjalanan emas keliling du,-:ia dengan sangat mengherankan Novel jang bergaja sedikit urakan itu telah mendjadi semakin tersohor gara-gara dimainkan dengan sangat baik oleh bintang-bintang Ali MacGraw dan Ryan O'Neil. Sementara lagunja jang keluar dari sanubari Francis Lai, seorang pemain akordeon didaerah Montmartre, bekerdja sama dengan Carl Sigman jang menulis liriknja jang lumajan djuga, melakukan perdjalanan jang lebih tjepat mendahului film dan bukunja, keseantero dunia. Penjanjipenjanji kakap dan jang tidak kakap sama-sama berhasil mengangkat dirinja dengan menjanjikan lagu tersebut. Mireille Mathieu, Shirley Basey, Johny Mathis dan barangkah jang paling berhasil adalah Andy William jang mempunjai suara bagai kabut menembus terowongan. Hampir selusin orkes-orkes seperti: Paul Mauriat, RonieAldrich, James Last, Billy Vaughn, Percy Faith, Ray Coniff, memainkan lagu tersebut dengan segala gajanja, semuanja laris. Pembadjakan. "Berani sumpah saja tidak mendjiplak", kata Idris Sardi dengan nada keras kepada reporter Harun Musawa. Kemudian dengan melunakkan suaranja dan tertawa ramah pemain biola jang sering didjuluki pendjiplak Helmut Zacharias itu meneruskan pembelaannja. "Ketika saja mengerdjakan lagu untuk Pengantin Remadja saja belum melihat film Love Story atau mendengar lagunja. Belakangan ini setelah mendengar lagu nja dan nonton film Love Story di Tokyo lagu itu mendjadi favorit saja", katanja. Kemudian ia mentjeritakan proses tertjiptanja lagu pertjintaan Romi dan Juli itu, pertjintaan jang tak djauh bedanja dengan pertjintaan Oliver Barrett ke IV dengan Jeniffer Calliveri dalam film Love Story. "Setelah saja melihat skrip film dan melihat rush copy Pengantin Remadja, hati saja betul-betul tergerak untuk membuat lagunja dengan penuh perasaan". Diterangkannja pula bahwa is sering pula membuat lagu-lagu untuk film jang dilakukannja tanpa dorongan perasaan, hanja berdasarkan tanggung djawab pekerdjaan, bila film itu tidak berdjddohan dengan hatinja. Rupanja kisah jang skenarionja dibuat oleh Sjuman Djaja berdasarkan rantjangan tjerita Wim Umboh itu betul-betul dapat mempengaruhinja. "Lagu itu terdiri dari 3 bagian jang mempunjai tema sendiri-sendiri, jang bisa dipasang dimana mau", katanja sambil menerangkan pula bahwa Broery menjanjikannja dengan agak terburu-buru. Sjuman jang tidak membuat kata-kata untuk bagian pertamanja adalah disengadja lantaran dibutuhkan untuk solo instrumental. "Ini memang tjara membuat lagu untuk film", kata Idris Sardi. Francis Lai jang sekarang djadi terkenal dan sudah mengarang lebih dari 400 lagu, tidak memberi komentar apa-apa, karena tak sempat dihubungi. Ia boleh djadi akan menamakan soal itu sebagai pembadjakan, atau mungkin djuga koinsidensi atau djuga reminisensi (lihat TEMPO Tembadjakan Lagu-Lagu). Atau ia tinggal diam sadja tjukup puas dengan Oscar jang diterimanja untuk musik filmnja, karena toh Indonesia tak mungkin dituntut dalam soal pembadjakan lagu sete(ah keluar dari Konvensi Bern pada tahun 1958. Tetapi lain soalnja dengan pentjinta-pentjinta musik di Indonesia, sesudah kagum mereka djadi tertegun dan gemas karena merasa di kibulin. Merasa dianggap bodoh. "Apa Idris Sardi tidak mengerti kalau kita bisa metldengar radio luar negeri", tanja seorang penggemar musik dengan perasaan adjaib. Seorang penjanji jang tak mau disebut namanja berbisik kepada TEMPO bahwa Idris Sardi pernah mengaku bahwa "Francis Lai"-lah jang telah mendjiplak lagunja. Ini berita "besar kepala" djuga. Mozart dan Beethoven. "Saja berangan-angan terlalu tinggi kalau saja mengatakan bahwa lagu saja didjiplak oleh Francis Lai", kata ldris Sardi memberi komentar bisikan sang penjanji. Ia mengatakan hal itu sulit terdjadi karena ia belum pernah membawakan lagu tjiptaannja diluar negeri. "Saja hanja komponis lokal sadja", katanja merendahkan diri. Lalu mendjawab ken upa lagunja mirip. dengan lagu love Story, ia memberikan alasan: bahwa persamaan lagu antara beberapa komponis memang sering ada. Menurut dia hal ini disebabkan karena djumlah noot lagu jang terbatas hanja 7 nada ditambah 7 buah nada setengah. "Antara lain persamaan lagu saja dengan lagu Love Story adalah temanja jang minir", kata "pemain biola maut" itu dengan terus terang. Sarnbil menerangkan itu is meraih sebuah gitar dan menjadjikan lagunja didepan.reporter Harun Musawa. Tak puas hanja dengan menjanji, iapun membongkar sebuah chasanah musik dunia, dan mendjemput Mozart dan Beethoven dari liang kuburnja. "Karja-karja Mozart djuga ada jang berbau Beethoven", katanja dengan bersemangat dan jakin telah memberikan alasan jang kuat. Pemain biola jang telah membuat ilustrasi untuk 35 buah film Indonesia itu, pada achir pembelaannja tetap teguh menjatakan tidak membadjak maupun tidak dibadjak. Ia menamakan lagu "Pengantin Remadja"-nja sebagai: lagu spekulasi dan lagu nekad. Sebabnja: "Lagu itu adalah lagu klasik dengan piano jang tidak. komersiil", katanja. "Sedangkan lagu sematjam itu kurang bisa diterima oleh selera masjarakat jang banjak tidak suka kepada tung-tung-tung suara piano". Melihat persamaan tjerita Pengantin Remadja dan Love Story, mendengarkan persamaan bunji jang terdapat dalam lagu kedua film tersebut, lalu mendengarkan pembelaan Idris Sardi, kita hanja bisa angkat bahu. Tiba-tiba kita djadi menaruh hormat kepada Broery jang dengan terang-terangan berani berkata: "Saja memang telah membadjak lagu-lagu Barat".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar