Rabu, 02 Februari 2011

MERATJUN SUKMA / 1953

MERATJUN SUKMA


Tengku Hamid yang telah beristri Fatimah dan anak bernama Kartini, mulanya cuma iseng-iseng menggoda Suratni, janda dengan anak berusia delapan bulan. Celakanya Suratni membalasnya dengan serius. Ia mengaku masih gadis dengan tujuan ingin mengambil harta. Tarmini, anak Suratni, dititipkan pada pak Karto, seorang petani di Bandung. Setelah suaminya menikah sdengan Suratni, Fatimah pergi dan dia tinggal di rumah pak Karto, yang lalu pindah ke Purwakarta. Kemudian Fatimah menyerahkan Tarmini, yang dikatakan Kartini, ke Suratni. Kartini (Tarmini) diperlakukan tak adil, apalagi dibanding Ratna, anak Suratni dari Tengku Hamid. Setelah dewasa, barulah terungkap, bahwa Kartini itu sesungguhnya adalah Tarmini. Jadi, Suratni sudah memperlakukan anak kandungnya sebagai anak tiri. Ia pun menyesal dan jiwanya terganggu menjadi gila.

Film kerjasama PFN & CPM yang di tahun 1954 terpilih sebagai film yang bisa di putar di bioskop kelas 1 CAPITOL. Pemain Titien Sumarni, Film ini cocok untuk kaum menengah. Menurut Misbach: film ini adalah film kekanak-kanakan dan meracuni penonton.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar