Rabu, 23 Februari 2011

Mengikuti jejak warkop Prambors



BANYAK penonton televisi terkecoh di malam Tahun Baru: beberapa koran sebelumnya memberitakan, paket acara malam itu dikerjakan Warkop Prambors. Yang muncul, ternyata, bukan Dono, Kasino, dan Indro. Tapi grup lawak baru, yang namanya memang mirip: Sersan Prambors. Koran-koran keliru. "Grup Warung Kopi tak boleh lagi memakai nama Prambors," kata Sys Ns, satu dari lima personel si Sersan, yang juga seorang pengasuh Radio Prambors. Sebabnya: ketiga pelucu Warkop itu tak pernah lagi mengisi kegiatan di radio yang terletak di Jalan Borobudur, Jakarta, itu. Bersama dengan itu, Radio Prambors juga sudah melahirkan kawanan pelucu baru. Bahwa gerombolan yang belakangan itu disebut Sersan, riwayatnya sama dengan riwayat nama Warkop. Seperti juga Warung Kopi, Sersan adalah nama sebuah mata acara di radio itu - dengan kepanjangan Serius tapi Santai. Nah. Sejak tiga bulan lalu, Sersan - mengikuti Warkop menjadi grup komersial yang tidak melulu mengisi acara di radio. Pengelola radio pun mengambil keputusan: Warkop copot. "PT Radio Prambors akan menuntut kalau Warkop masih memakai nama Prambors. Tapi saya percaya, Warkop akan menaatinya. Mereka 'kan sarjana semua," kata Sys (cukup dibaca Sis). Di pihak Warkop, ada pengakuan tentang tidak mengisi acara dl Radio Prambors itu - karena "tak ada waktu lagi", seperti dikatakan Indro. Tapi karena mereka lahir dan besar di radio itu, sebenarnya ada perjanjian: 5%-10% penghasilan Warkop diserahkan ke Radio Prambors. Entah berapa jumlah yang sudah mereka setor. Yang jelas, pihak Sersan menyatakan "siap bertarung" dengan abangnya itu. Sersan juga sudah menghasilkan sebuah film yang kini sedang diproses di lab Hong Kong, Anunya Kamu. "Pelarangan memakai nama Prambors itu tak akan berakibat apa-apa," kata Indro, juru bicara Warkop. Lho, nantang? "Bukan begitu. Soalnya, sudah lama juga kami menanggalkan nama Prambors. Sekarang namanya Warkop DKI". Tidak, tak ada hubungannya dengan pemerintah DKI Jakarta. DKI Warkop adalah Dono, Kasino, Indro.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar