Rabu, 16 Februari 2011

Melawak di FFI 1981 Surabaya

DALAM salah satu lawakan di FFI Surabaya, grup S. Bagio menirukan gaya pidato beberapa pejabat. Bagio beraksi sebagai Dirjen RTF Sumadi -- dan wajah kedua orang ini memang ada juga miripnya. Sol Soleh berlagak macam Jenderal M. Yusuf, lengkap dengan tongkat komandonya (dari stik dram). Diran jadi Menmud Abdul Gafur. Dan Darto Helm, mengenakan kacamata hitam, menirukan Menpen Ali Moertopo. Lucu. Orang-orang yang ditirukannya pun -- kecuali Jenderal Yusuf yang tak hadir di sana -- tersenyum-senyum. Tapi kelucuan itu rupanya berbuntut ke luar panggung. Bagio, yang selama di sana banyak dimintai tandatangan oleh penggemarnya, suatu saat ngumpet karena capek. Nah, para penggemarnya rupanya masih banyak yang tak mengenali betul wajah pelawak itu. Dirjen RTF Sumadi lantas jadi "korban". Ia diserbu para pelajar. Meski ia sudah menjelaskan berkali-kali bahwa ia bukan Bagio, tetap saja para pemburu itu menyolek-nyoleknya. Bahkan mereka, dengan yakin, menyerukan "ucapan salam" sebagaimana sering diucapkan Bagio dalam film-film iklan: "Halo Non . ., bakso Non . . . ! " Dalam pada itu, ketika Bagio suatu ketika berada di dekat Ali Moertopo, ia bilang: "Katanya ada anjuran harus berseragam, kenapa Pak Ali nggak seragam?" Dengan kalem, yang ditanya menjawab "Nggak ada yang mau menjahitnya. Takut."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar