Kamis, 10 Februari 2011

MATJAN KEMAJORAN / 1965

MATJAN KEMAJORAN

Maksud Rainang (Rd Ismail) semula hanya menteror lurah yang zalim, Ciming, agar mengundurkan diri. Tapi, secara tak disengaja Marsan (Hasan Sanusi) membunuhnya. Sebagai pimpinan kelompok, Rainang sedia memikul tanggung jawab (dihukum buang), asal Marsan jadi lurah, dan Rausin (anak Rainang) di"buang" ke pesantren. Ketika Rausin (WD Mochtar) kembali ke Kemayoran, bek/lurah Marsan telah jadi zalim pula. Apalagi ia ditegur Belanda, bahwa rakyat tak mau jual padi lagi kepada kumpeni. Bek lalu menggunakan pembunuh bayaran, Beureum, untuk menyingkirkan Rausin. Pemuda itu mendapat pendamping yang handal dalam diri Toha (Ratno Timoer) dan pendekar-wanita Cicih (Rita Zahara). Apalagi Rainang, yang dikira sudah mati, muncul dan turun tangan. Akhirnya Marsan mati di tangan Rainang
Film ini di buat dengan keinginan model film aksi indonesia, kalau cina ada khungfu , silat jepang, samurai dan hero dengan latar belakang bangsawan, sudah ada. Jagoan kali ini orang keluaran pesantren yang berani membela keadilan menurut agama. Mengambil lokasi di Tasikmalaya sebagai jawaran Banten langklah dalam islam , dan penyutradaraan Wim cukup baik dan jurus silat yang digunakan murni, bukan kungfu. Bahkan adegan dalam surau sangat religius. Tidak rahasia umum lagi kalau Wim memang sangat temperamen di lokasi, tetapi bisa membuat film yang manis. Film ini laku keras

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar