Sabtu, 05 Februari 2011

HEBOH / 1954

HEBOH
(Cepot dan Udel)
Sebelum meninggal dunia, hartawan Mutalib (A. Thys) berpesan agar anaknya Dullah (Bambang Hermanto) mencari harta warisan yang letaknya tercantum dalam peta rahasia. Karena waswas anaknya yang sekolah di luar negeri itu hanya tahu berfoya-foya saja, Mutalib minta sahabatnya, Cepot dan Udel untuk ikut membantu dan mengarahkan anaknya, termasuk diberitahu tentang peta rahasia itu. Joko (Rd Ismail), pembantu almarhum, berusaha merampas peta itu dengan bantuan sekretaris pribadi Mutalib, Fatimah (Elly Sri Kudus). Udel dan Tjepot diculik dan diancam Joko. Udel dan Tjepot lalu melarikan diri sampai ke Sukadamai. Pelarian ini dibuat kocak. Joko berhasil merampas peta dari Dullah dan pergi ke Sukadamai yang jadi petunjuk tempat warisan. Berkat bantuan Udel dan Tjepot, yang berhasil menemukan harta warisan adalah Dullah. Apa isi harta warisan itu? Cuma secarik kertas yang menganjurkan agar Dullah bekerja. Dullah yang insyaf dan ingin bekerja serius setelah mendapat pesan itu, juga sempat jatuh hati pada gadis setempat, Siti (Mia Marta). Film pertama Nya Abbas Akup ini sudah menunjukkan ciri-ciri yang terus dikembangkan pada film-film berikutnya. Antara lain menggunakan pelawak populer, dan sindiran sosial. Dalam film ini sindiran itu antara lain tentang kepercayaan pada kuburan keramat tempat memohon sesuatu.
News
Ini adalah film pertama Nya Abbas, sebagai sutradara film setelah mengikuti test pelatihan yang diselenggarakan PERFINI 1952. Dengan asisten sutradara Masfil. Misbach bercerita, di film ini juga dia pertama kali kerja di film alias magang, menjadi pengganti pencatat script. Di film ini juga Misbach ketemu Nya Abbas, dan juga Kasdullah juru kamera. Dia bercerita saat pulang , crew paling bawah harus naik truk pulang dengan bak terbuka, sedang crew kelas atas, pemain wanbita, sutradara, cameraman juru suara dll, naik mobil piuck up dengan terpal dan ada tempat duduknya.
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar