Rabu, 23 Februari 2011

Habis manis sepah ditelan


TJAKAR-TJAKARAN halus antara pihak penjebar ketawa jang bernama Hamid Arief dan Amang Rachman tampaknja sudah berachir. Entah siapa jang menang. Orang pertama sampai besok pagi masih segar bugar dan terus menjebarkan ketawa lewat perkumpulannja jang bernama "Komedi Djakarta" di TVRI. Orang kedua jang senang sekali bila disebut Fred Astaire Indonesia, djuga masih tetap segar bugar namun kegiatannja dalam bidang ketawa mulai sepoi-sepoi. Akan tetapi walau pun demikian, tidak berarti Komedi Djakarta dapat dinobatkan mendjadi radja dilajar TV. Apa sebab? Aktris tua tjengeng jang tetap mewarisi kemolekan dan api daja tarik masa mudanja, tiba-tiba muntjul sebagai saingan. Fifi Young, jang hampir mendjadi radja untuk peranan-peranan tua dalam dunia lajar perak Indonesia, achir bulan lalu telah memutuskan untuk membentuk gudang ketawa jang dinamakannja "Senjum Djakarta". Didukung oleh tiga batu jang keras: Netty Herawaty, Tan Tjeng Bok, Mansjur Sjah. orang tua jang penuh bakat ini telah menampilkan sebuah tjerita jang lumajan djuga grr-nja. Orang boleh sadja teringat kepada suguhan ekstra malam keempat rombongan ludruk jang main di TIM belum lama berselang. Sebab dalam tjerita ini tembok tipis jang tembus suara, mendjadi peran utama jang memproduksikan ketawa. Betapa tidak. Sebuah keluarga jang semula rukun tiba-tiba tidak dapat menghindarkan diri dari bentjana pertjeraian. Ini gara-gara Tan Tjeng Bok jang berperan sebagai suami selalu terlambat pulang. Fifi Young mentjak-mentjak lantas dengan tegas membagi rumah dengan dinding pemisah. Disinilah mulai timbul kesulitan bagi Netty Herawaty jang berperan sebagai anak, dalam menghadapi keinginan kekasihnja jang dimainkan oleh Mansjur Sjah, jang ingin tjinta mereka segera disimpulkan dalam sebuah perkawinan. Dinding jang tembus suara itu mendjadi sumber kuping menguping jang mengakibatkan salahpaham-salahpaham jang lumajan lutjunja. Artinja ludruk Surabaja di TIM boleh sadja disebut lebih lutju sedikit. Dukun. Dunia mistik tak dilupakan oleh tjerita jang datang dari kepala Netty Herawaty ini. Pasangan remadja jang tidak remadja lagi itupun datang kepada radja dukun Atmonadi untuk menerima nasehat-nasehat. Sang dukun jang terkenal karena silat non-komersiilnja serta merta bersimpati kepada mereka. Maka diberinja reramuan obat jang harus diminumkan kepada suami isteri jang sedang berperang itu, agar mereka saling gandrung kembali serta pada achirnja bisa rudjuk. Ini berarti pasangan remadja bisa melangsungkan love-story-nja dengan happy-end. Tetapi malang tak dapat ditolak: terdjadi kekeliruan. Sesudahnja obat berhasil diminumkan kepada Tan Tjeng Bok, sasaran selandjutnja meleset. Bukannja Fifi Young jang minum tetapi, sang mertua, ibunja Fifi Young - dimainkan oleh Romlah. Akibatnja saling gandrunglah sang mertua jang tua bangka pada mantunja Tan Tjeng Bok jang djuga tak kurang tuanja. Mumpung keluarga kumpul sang nenek minta dengan sangat agar dikawinkan tjepat-tjepat dengan menantunja. Karuan sadja Fifi Young djadi mentjak-mentjak, apalagi setelah tahu dirinja mau didukunkan. Dipuntjak suasana jang banjol inilah tjerita diselesaikan dengan diberi nama: Habis manis sepah ditelan. "Ini maksudnja bukan saingan, sekadar memenuhi andjuran TV jang menginginkan tjerita jang segar, bukan jang itu-itu sadja", kata Fifi kepada TEMPO. Betul tidak maksudnja itu hanja dia sendiri jang tahu. Tapi dapat diberitakan, perkumpulan ketawa jang selalu akan memainkan tjerita tanpa teks ini, tak bermaksud membaringkan dirinja dalam administrasi kepengurusan. "Tadinja saja ditundjuk sebagai ketua, tetapi saja pikir, baiknja tidak ada ketua sadja, kita selengearakan bersama", kata Fifi. Djelas terlihat keinginan dibawahnja untuk tidak mengikat para pendukungnja. Sebagaimana diketahui pemain profesional akan menderita kerugian kalau diikat oleh solidaritas organisasi. "Anggota-anggota Senjum Djakarta boleh main dimana sadja", kata Fifi tanpa memperdulikan apakah Hamid Arief nantinja tetap bersikeras pemain-pemain Lenggang Djakarta tak boleh main di grup lain. TIM Masuknja Mansjur Sjah dalam kelompok hiburan segar ini, merupakan suatu hal menarik. Sebagaimana diketahui pemain ATNI jang lebih sering main film ini, bukan tak punja bakat. Hadirnja dalam dunia jang njata-njata bergerak dibidang ketawa, bukan tidak mungkin akan mempengaruhi warna-warna suguhan perkumpulan Senjum Djakarta. Segi tjerita dan tehnik penjuguhan, sudah pasti tjukup memalukan kalau tidak ditambah oleh Mansjur dengan sedikit bumbu-bumbu akibat pengalamannja dalam teater. Maka katakanlah bahwa ia mempunjai kans jang besar djuga untuk mendjadi tandingan Komedi Djakarta. Dari sudut jang lebih luas, monopoli Komedi Djakarta akan mendapat tantangan dari keinginan Senjum Djakarta untuk merebut publik. Ini akan mendjadi usaha bersaing jang rame dan menguntungkan penonton. Hanja sadja hal tersebut masih dalam reka-reka kita. Kelandjutan hidup Senjum Djakarta belum tjukup mejakinkan hanja dengan sekali pertundjukan. Walaupun tjita-tjitanja tjukup tinggi: mereka mau main di TIM djuga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar