Rabu, 16 Februari 2011

FFI 1988 Film terbaik, tjoet nya' dhien ?

FILM yang lolos Komite Seleksi tahun ini memang lebih banyak, 18 film. Juri yang kini diketuai Asrul Sani cuma menilai film yang lolos, walau mungkin mutu film ini ada yang lebih rendah dari film yang tidak diloloskan. Ke-18 film itu, menurut abjad, Akibat Kanker Payudara (sutradara Franky Rorimpandey), Ayahku (Agus Ellias), Ayu dan Ayu (Sopkan Sophiaan), Catatan Si Boy I (Nasri Chepy), Cinta Anak Zaman (Buce Malauw), Irisan-lrisan Hati (Djun Saptohadi), Istana Kecantikan (Wahyu Sihombing), Kasmaran (Slamet Rahardjo), Mekar Diguncang Prahara (Hasmanan), Nada-Nada Rindu (Muklis Raya), Pernikahan Berdarah (Torro Margens), Pernikahan Dini (Yaman Yazid), Saur Sepuh (Imam Tantowi), Selamat Tinggal Jeanette (Bobby Sandi), Seputih Pasir Semerah Luka (Wim Umboh), Tatkala Mimpi Berakhir (Wim Umboh), Terang Bulan di Tengah Hari (Chaerul Umam), Tjoet Nya' Dhien (Eros Jarot). Arifin C. Noer gagal merampungkan Jakarta '66 sampai saat-saat akhir, dan Teguh Karya macet dalam menggarap Pacar Ketinggalan Kereta. Yang tidak jelas Gema Kampus '66, karya Nico Pelamonia, tak lolos komite seleksi atau ada masalah lain. Untuk pertama kalinya film dangdut Rhoma Irama (Nada-Nada Rindu) masuk film pilihan. Dan yang sulit dimengerti, film seperti Catatan Si Boy dan Cinta Anak Zaman bisa lolos. Jika mau dibandingkan, Penginapan Bu Broto masih lumayan juntrungannya, dan toh tak lolos. Dengan peta kekuatan seperti ini -- dan jumlah yang banyak itu agaknya untuk meramaikan pekan film di 11 kota -- bisa dibayangkan Tjoet Nya' Dhien akan memborong Citra. Tak ada aktor baru yang akan muncul. Christine Hakim dan Slamet Rahardjo boleh jadi akan mendapat Citra untuk aktris dan aktor terbaik lewat penampilannya sebagai Tjoet Nya' Dhien dan Teuku Umar, sementara Pitrajaya Burnama yang bermain sebagai Pang La'ot dalam film karya pertama Eros Djarot itu bisa meraih Citra untuk peran pembantu pria. Cuma ia dibayangi W.D. Mochtar dalam Ayahku. Peran pembantu wanita mungkin diperebutkan Rita Zaharah (Tjoet Nya' Dhien) dan Ria Irawan -- yang bermain bagus sebagai pembantu dalam Selamat Tinggal Jeanette. Skenario Misbach Yusa Biran cukup menonjol dalam Ayahku. Tapi ia dibayangi dua saudara, Eros Djarot (Tjoet Nya' Dhien) dan Slamet Rahardjo (Kasmaran). Film terbaik? Kalau memang harus ada tak ada lain selain Tjoet Nya' Dhien, dan itu berarti FFI ini hanya melahirkan sutradara: Eros Jarot, yang sebelumnya dikenal sebagai penata musik. Putu Setia

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar