Rabu, 16 Februari 2011

FFI 1984 Yogjakarta Juri Kecopetan

PENCOPET Yogya rupanya tahu kalau juri FFI menerima honor cukup besar. Ketika tengah malam Ny. Tatiek Malyati, salah seorang juri, menuju bis untuk pulang ke hotel seusai penutupan pekan lalu, uang sejumlah Rp 290.000 digasak tangan jahil dari dalam tasnya. "Uang itu tak sedikit, tiga bulan gaji saya mengajar di IKJ," kata istri sutradara teater dan film Wahyu Sihombing ini. Dibandingkan honor juri, FFI yang konon Rp 1,2 juta menang tak berarti. Uang itu menjadi berarti, karena itulah bekal Ny. Tatik selama di Yogya Esoknya, pengasuh Bina Drama di TVRI dan dosen IKJ ini praktis tidak sarapan pagi. "Saya sudah berusaha pinjam uang, tahu-tahu panitia baik hati memberi uang Rp 50 ribu," katanya. Ada orang yang membisiki, mungkin kualat karena selama berada di Yogya ia terlalu sibuk rapat juri sehingga lupa nyekar di makam orangtuanya di sana. Akhirnya, putri Yogya ini tidak ikut menghadiri jamuan makan siang yang diselenggarakan Wali Kota Yogya hari Kamis. "Saya mau nyekar saja," katanya tanpa menyebut tempat makam orangtuanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar