Rabu, 16 Februari 2011

FFI 1984 Bambang Hermanto

MUTU film kita merosot. Buktinya, menurut Aktor Bambang Hermanto "Saya bermain jelek, tapi kok dapat Citra." Karena itu, ia mengambil piala itu dengan sikap dingin saja. "Ah, tak ada kejutan apa-apa. Penghargaan tertinggi untuk film Indonesia ini bukanlah ukuran terbaik ujarnya setelah turun dari pangung FFI, pekan lalu. Aktor terbaik tahun 1952 lewat film Lewat Jam Malam itu pernah dapat penghargaan internasional lewat film Pejuang (1962). "Kalau ingin yang terbaik, buktikan di festival internasioral, dong," tantang Bambang mengenai penghargaan dan piala-piala itu. Tentang Citra yang ia terima sebagai pembantu terbaik dalam film Ponirah Terpidana ini, aktor yang sudah membintangi 30-an film itu berkomentar, "Pemeran utama terbaik belum tentu bisa menjadi pemeran pembantu terbaik." Dengan kata lain, Bambang tak merasa direndahkan martabatnya dengan embel-embel "pembantu" itu meskipun, "Saya bermain jelek."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar